Dibalik Kenikmatan Berbuka Puasa Mengonsumsi Kolang Kaling

Garut News ( Ahad, 06/07 – 2014 ).

Pohon Enau Lengkap Sebilah Bambu Pemanjat.
Pohon Enau Lengkap Sebilah Bambu Pemanjat.

Dibalik kenikmatan mengonsumsi kolak kolang kaling saat berbuka Puasa Ramadhan, ternyata terdapat proses panjang melelahkan.

Mewarnai proses produksi kolang-kaling, penganan bisa dijadikan kolak, bahkan manisan lezat setiap dikonsumsi.

Kegiatan produksi, diawali memanjat pohon enau berbuah rumpun kolang-kaling, sekaligus menyadap airnya guna diproses menjadi gula merah aren.

Rumpun Buah Kolang-kaling direbus mendidih, kemudian dikupas sehingga diperoleh kolang kaling berwarna putih.
Rumpun Buah Kolang-kaling direbus mendidih, kemudian dikupas sehingga diperoleh kolang kaling berwarna putih.

Sedangkan ketinggian memanjat pohon, bisa mencapai belasan meter tergantung ketinggian pohon terdapatnya rumpun jenis buah tersebut.

Umumnya pencari rumpun buah kolang-kaling, serta penyadap pohon enau ini, dibekali ramuan penawar gatal.

Lantaran, jika sekujur kulit tak dilumuri ramuan anti gatal, dipastikan tak ada pemanjat bisa atawa mampu menahan “merang” maupun serbuk pohon amat-sangat gatal pada bagian kulit manapun.

Sebelum Merebus, Kumpulkan Bahan Baku Dikerjakan Kolektif.
Sebelum Merebus, Kumpulkan Bahan Baku Dikerjakan Kolektif.

Kemudian setelah rumpun buah kolang-kaling dibawa turun, selanjutnya direbus air hingga mendidih sampai ketebalan kulit bagian luar buah, menjadi masak atawa lembek.

Setelah itu, di dinginkan sejenak, selanjutnya dikupas sehingga bisa diperoleh kolang kaling berwarna putih.

Kolang-kaling berwarna putih ini dikumpulkan, kemudian dijual pada bandar, pedagang pengumpul, atawa pada tengkulak seharga Rp5 ribu setiap kilogram.

Mengupas kulit tebal.
Mengupas kulit tebal.

Di pasar-pasar kini harganya berkisar Rp7 ribu hingga mencapai Rp10 ribu setiap kilogram, apalagi jika pada Puasa Ramadhan untuk kolak berbuka puasa.

Selain itu, juga antara lain bisa diproduksi menjadi manisan kolang-kaling, dengan beragam pewarnaan amat-sangat menarik.

Produksi kolang-kaling ini, antara lain bisa ditemukan di Kecamatan Singajaya, Bungbulang, Pameungpeuk, atawa di pinggiran lintasan ruas badan jalan pada perbatasan Garut dengan Kabupaten Tasikmalaya.

Inilah Komoditi Kolang-Kaling Bernilai Ekonomi Itu.
Inilah Komoditi Kolang-Kaling Bernilai Ekonomi Itu.

Bahkan Juga hampir terdapat pada seluruh lokasi di utara dan Selatan Kabupaten Garut.

Sedangkan mengenai jenis ramuan digunakan mengoles kulit, agar tak menjadi gatal.

Para pengelola produk kolang kaling ini, umumnya hanya singkat mengemukakan, itu rahasia, katanya.

*******

Esay/ Foto:  John Doddy Hidayat.

Related posts