Diagendakan Segera Dibongkar

0
29 views

Garut News ( Sabtu, 14/02 – 2015 ).

Dikosongkan Untuk Dibongkar.
Dikosongkan Untuk Dibongkar.

Foto berita akhir pekan ini, Sabtu (14/02 – 2015), menampilkan agenda pemenuhan kebutuhan areal pembangunan kompleks Islamic Center Kabupaten Garut.

Sehingga kantor Disperindag, dan DLHKP kabupaten setempat di Jalan Pramuka Garut Kota bakal dipindahkan.

Lahan bekas kedua dinas tersebut direncanakan menjadi lahan parkir dan taman mega proyek itu, bahkan kini bangunan kantor Disperindag dikosongkan sejak awal Januari lalu.

Meski para pegawainya terpaksa berkantor pada bangunan bekas Kantor Bersama Samsat Jalan Terusan Merdeka Tarogong Kidul.

Pernah Menjadi Studio RSPD Radio Intan Garut.
Pernah Menjadi Studio RSPD Radio Intan Garut.

Lantaran memang harus kosong, sebagai pegawai, kita menurut saja, ungkap Kepala Disperindag, Eko Yulianto baru-baru ini.

Dikatakan, pihaknya diperintahkan berpindah kantor Desember 2014, namun terlaksana awal Januari sebab sempat terkendala mencari kantor sementara.

Kebingungan justru kini melanda para pegawai DLHKP hingga sekarang masih belum berpindah kantor. Mereka bingung mencari tempat sementara jika sewaktu-waktu ada instruksi pimpinan segera pindah.

Malahan tak hanya itu, perbaikan bangunan kantor sekarang ditempati pun, bingung lantaran khawatir saat perbaikan dilakukan, mereka harus segera pindah.

Kantor DLHKP Garut Belum Dikosongkan, Sabtu (14/02-2015)..
Kantor DLHKP Garut Belum Dikosongkan, Sabtu (14/02-2015)..

Mau diperbaiki, takutnya harus segera pindah. Mau dibiarkan, takut kerusakan semakin parah. Padahal kami masih butuh tempat mengantor.

Apalagi anggaran sekarang banyak dipangkas untuk efisiensi, kata staf DLHKP yang minta tak disebutkan identitasnya, Kamis (12/02-2015).

Berdasar informasi dihimpun, selain kantor Disperindag dan DLHKP, sebuah bangunan TK sebelah bekas Disperindag juga bakal terkena penggusuran.

DLHKP Bingung Mencari Kantor Baru.
DLHKP Bingung Mencari Kantor Baru.

Komplek Islamic Center dibangun di atas lahan seluas dua hektare. Memerukan biaya sekitar Rp15 miliar bersumber APBD Jabar, APBD Garut, dan Coorporate Social Responsibility (CSR) perusahaan, serta dana sumbangan PNS.

 

*******

Noel/ Fotografer John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here