Di Kampung Buleud Girang Ikon Braga Bersemayam

by

“Sangat Harapkan Pengakuan Tulus Dari Pemerintah”

Esay/Fotografi : John Doddy Hidayat.

Garut News ( Jum’at, 25/09 – 2015 ).

Makam Musisi Braga Stone.
Makam Musisi Braga Stone.

Bersamaan semaraknya perayaan hari jadi ke-205 Kota Bandung, Jum’at (25/09-2015) ini, juga terdapat “asa” atawa harapan pengakuan tulus dari pemerintah terhadap mendiang “Supeno”, seniman jalanan, yang hingga kini ternyata masih menjadi “ikon” Jalan Braga, sangat dikenal dengan sebutan “Braga Stone”.

Inilah foto berita menjelang akhir pekan, Jum’at (25/09-2015).

Lelaki tuna netra sejak usia dua tahun lantaran didera demam panas tersebut, sejak 18 tahun lalu bersemayam tenang pada komplek pemakaman Kampung Buleud Girang di Desa Neglasari Kecamatan Kadungora, Garut, Jawa Barat.

Pemakaman Kampung Buleud Girang di Desa Neglasari Kecamatan Kadungora, Garut, Jawa Barat.
Pemakaman Kampung Buleud Girang di Desa Neglasari Kecamatan Kadungora, Garut, Jawa Barat.

Dia menderita sakit paru-paru basah, kemudian wafat dan dikebumikan pada pemakaman itu, Ahad 15 Juni 1997 pada usia 49 tahun, tak lama setelah berkonser musik bersama Bony Rolies di Kota Shanghai.

Demikian dikemukakan adik bungsu almarhum, Asep Ahmad Selamat(48), kepada Garut News juga katakan lebih dari sepuluh tahun mendampingi almarhum bermusik di Jalan Braga, sebelumnya kerap bermain kecapi sambil bernyanyi dan meniup harmonika dari panggung ke panggung.

Braga stone belajar musik secara otodidak, berkat kerap tampil di Jalan Braga, menjadikan banyak dikenal kalangan penyanyi ternama.

Berjiarah Bersama Pengurus Makam, Abah Ito.
Berjiarah Bersama Pengurus Makam, Abah Ito.

Bahkan acap mengiringi konser Grace Simon, Andi Meriam Matalata, bahkan sangat akrab dengan Bob Tutupoly, personil The Rolies pun sering datang ke rumah almarhum di Cibaduyut maupun Bojong Koneng Dayeuh Kolot, lantaran beristrikan warga setempat dengan dikaruniai sembilan anak, tutur Asep Ahmad Selamat.

Braga Stone anak sulung dari empat bersaudara pasangan suami istri Suwanda asal Kadungora dengan Fatimah asal Jawa Tengah, almarhum Supeno dilahirkan di Medan Sumatera Utara pada 1948, ketika ayahandanya bertugas sebagai aparat penegak hukum.

Adik Bungsu Almarhum Supeno.
Adik Bungsu Almarhum Supeno.

Supeno acap membawakan alunan lagu The Rolling Stones : As Tears Go By * The Forest, pada¬†1970-1980an, setia “berkonser” di depan Optik Jalan Braga Bandung, tepatnya di “hook” antara Jln. Naripan dan Jln. Braga.

Meski tanpa permintaan, juga tanpa perintah alunan kecapi dengan bervokalkan harmonika mengalun merdu memainkan ragam tembang bertingkat khatam tembang milik The Rolling Stones, kerap menggema sehingga memikat siapapun yang melintasinya.

Saweran para pejalan kaki melalui sejumlah uang merupakan bentuk apresiasi materi cukup berarti bagi Supeno, lantaran profesi musisi jalanan ini, merupakan jalan hidup utamanya.

Seputar Lokasi Baraga Stone Berkonser Pada Lintasan Jalan Braga Kota Bandung.
Seputar Lokasi Baraga Stone Berkonser Pada Lintasan Jalan Braga Kota Bandung.

Demikian Asep Ahmad Selamat, yang kini berwira usaha bisnis kacamata di kampung halamannya, Kadungora Garut, Jawa Barat.

Sedangkan lokasi pemakaman Musisi Fenomenal tersebut, tak jauh dari Taman satwa Cikembulan.

 

*******