Di Halaman KONI Garut Tumbuh Bunga Bangkai

0
158 views

Fotografer : John Doddy Hidayat.

Garut News ( Senin, 26/10 – 2015 ).

Bunga di Halaman Kantor Koni Garut.
Bunga di Halaman Kantor Koni Garut.

Pada sela halaman Kantor KONI Kabupaten Garut, sejak beberapa hari lalu tumbuh sebatang bunga bangkai sehingga sempat menarik perhatian termasuk personil KONI setempat, Cang Anwar.

Sedangkan berdasar fakta selama ini, terdapat 170 jenis bunga bangkai di seluruh dunia, sekitar 25 jenis di antaranya bisa ditemui di Indonesia.

Lebih lengkap tentang macam jenis bunga bangkai dapat dibaca diartikel Mengenal Bunga Bangkai (Amorphophallus) dan Jenis Macamnya.

Bunga bangkai raksasa (Amorphophallus titanum) ditetapkan sebagai flora identitas (maskot) provinsi Bengkulu.

Bunga bangkai raksasa menjadi lambang Botanische Gärten Bonn, Jerman

Ditemukan Cang Anwar.
Ditemukan Cang Anwar.

Botaniche Gärten Bonn (kebun raya di Jerman), menggunakan gambar bunga bangkai raksasa (Amorphpophallus titanium) yang merupakan bunga endemik Sumatra sebagai lambang kebun raya tersebut.

Menurut peneliti asal University of Wisconsin, AS, Thomas C Gibson, di benua Eropa dan Amerika saja, ada sekitar 6.000 kebun raya dan arboretum yang mengoleksi bunga bangkai raksasa.

Sebutir biji bunga bangkai titan arum (Amorphpophallus titanium) butuh waktu 20 hingga 40 tahun hingga berbunga untuk yang pertama kalinya.

Bunga bangkai (Amorphophallus) mengalami dua fase dalam hidupnya yang berlangsung secara bergantian dan terus menerus, yakni fase vegetatif dan fase generatif. Pada fase vegetatif di atas umbi bunga bangkai tumbuh batang tunggal dan daun yang mirip daun pepaya.

Hingga kemudian batang dan daun menjadi layu menyisakan umbi di dalam tanah. Fase selanjutnya, generatif yakni munculnya bunga majemuk yang menggantikan batang dan daun yang layu tadi.

Mulai Belajar Merekah.
Mulai Belajar Merekah.

Warna kelopak bunga bangkai raksasa selalu beragam dan tak pernah sama setiap kali mekar meskipun berasal dari umbi yang sama. Warna bunganya dapat bervariasi seperti merah hati, jingga, merah dadu, dan kehijauan. Sementara tongkolnya pun pernah muncul dengan warna keunguan, agak putih, serta kuning.

Sesaat menjelang mekar, suhu di dalam seludang yang belum terbuka bisa mencapai 50 hingga 60 derajat celcius. Kondisi ini membuat bunga ini terlihat mengeluarkan asap di tengah dinginnya udara pegunungan.

Bau yang dikeluarkan ternyata tidak sekedar bau busuk saja. Biasanya bau busuk yang dikeluarkan bunga bangkai bercampur antara bau yang menyerupai kertas terbakar, amis ikan, telur busuk, bahkan bau harum maskulin.

Sebuah umbi Amorphpophallus titanium yang pernah diselamatkan oleh Tim Peduli Puspa Langka di Bengkulu bobotnya mencapai 100 kg dengan diameter hampir sebesar roda mobil L300.

Delapan orang mengaku kewalahan memindahkan umbi ini dari lahan yang dibuka untuk perkebunan kopi yang disiram herbisida untuk melenyapkan pepohonan serta rumput.

Bunga bangkai raksasa tertinggi yang pernah mekar tercatat menjulang setinggi 3.45 meter. Bunga ini mekar di Desa Tebat Monok, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu.

Di luar habitat aslinya, tumbuhan vegetatif (masa berdaun) yang memiliki ketinggian 3 hingga 4 meter bisa menghasilkan bunga setinggi sekitar 2 meter lebih. Yuzammi, seorang peneliti LIPI, pernah menemukan tumbuhan vegetatif yang ketinggiannya mencapai 6 meter di lereng hutan Sumatra.

Bunga bangkai raksasa sumatera (Amorphophallus gigas) merupakan bunga bangkai tertinggi. Tinggi bunganya mampu mencapai 5 meter. Sedangkan bunga bangkai titan arum (Amorphpophallus titanium) biasanya lebih pendek namun lebih besar.

Populasi serangga penyerbuk bunga bangkai bisa jadi terkait pula dengan keberadaan bangkai binatang hutan. Jika lahan dibuka dan binatang besar semakin jarang, semakin berkurang pula jumlah bangkai dan serangga. Populasi bunga yang diserbuki pun semakin berkurang.

Dengan mengenal berbagai fakta tentang bunga bangkai semoga kita makin merasa bangga lantaran sebagian besar bunga ini terdapat di Indonesia. Bahkan, bunga bangkai terbesar dan tertinggi (Amorphpophallus titanium dan Amorphophallus gigas) merupakan tumbuhan endemik Sumatera, Indonesia.

Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Plantae; Divisi: Magnoliophyta; Kelas: Liliopsida; Ordo: Alismatales; Famili: Araceae; Genus: Amorphophallus.

*Ditulis ulang dari “Fakta Bunga Bangkai” (notasijelajah.blog.nationalgeographic.co.id) dengan beberapa penambahan.

********

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here