Di Garut Ada Proyek Pembangunan Drainase “Siluman”

0
55 views

Garut News ( Ahad, 14/06 – 2015 ).

Foto : John Doddy Hidayat.
Foto : John Doddy Hidayat.

Kian banyak penduduk Kampung Godogdesa RT. 01/11 di Desa Lebak Agung Karangpawitan, Garut, memertanyakan pembangunan drainase dilaksanakan tanpa pemberitahuan apapun pada warga setempat.

Belum lagi terjawab, kini masyarakat terheran-heran lantaran kegiatan berlangsung sekitar lima hari terakhir ini begitu saja ditinggalkan para pekerja.

Pada lokasi persis dekat bangunan portal dan pos pemungutan retribusi pengunjung ke kawasan wisata ziarah makam Sunan Rahmat Godog itu, hanya terlihat gundukan material batu dan pasir. Juga,  tumpukan tanah bekas penggalian lubang saluran tampak di kanan kiri jalan sepanjang sekitar 50 meter.

Tak diketahui siapa penanggung jawab pembangunan drainase tersebut. Sebab di sana tak terdapat plang maupun papan nama kegiatan laiknya kegiatan pembangunan dibiayai anggaran negara.

“Meski sekarang kemarau. Tetapi sewaktu-waktu masih turun hujan. Jika gundukan tanah terguyur hujan kan kondisi jalan bisa becek dan licin. Bahaya bagi pengendara sepeda motor. Bisa-bisa jatuh masuk saluran,” ungkap peziarah asal Jalan Ciledug Garut Kota, Iwan S (50), Ahad (14/06-2015).

Ungkapan senada dikemukakan petugas piket Pos Retribusi Pengunjung Makam Keramat Sunan Rahmat Godog, Entin Amung. Dia mengaku heran pembangunan drainase tak jelas ujung pangkalnya itu.

Rombongan pekerja tak satu pun dikenalinya tiba-tiba saja datang lengkap dengan beragam peralatan tukang serta bahan material melakukan penggalian saluran di kanan kiri jalan.

Namun baru beberapa hari bekerja, rombongan pekerja itu tiba-tiba saja diangkut kendaraan meninggalkan lokasi kegiatan.

“Saya juga sempat menegur karena tanah dan pasir seenaknya disimpan menghalangi jalan. Enggak tahu mengapa pekerjaannya tak dilanjutkan. Tetapi waktu saya tanya, katanya mereka hendak pindah mengerjakan pekerjaan di Cireundeu,” ujar Entin juga pegawai pemerintahan Desa Lebak Agung.

Ketua RW 11 Kampung Godogdesa Uju Juandi juga katakan dirinya tak pernah menerima laporan mengenai pembangunan drainase itu.

“Biasanya kalau ada kegiatan pembangunan mesti ada pemberitahuan atawa tembusan pada pemerintah setempat, termasuk pengurus RW,” katanya.

Kepala Dinas Binamarga Kabupaten Garut Eded Komara Nugraha menegaskan, pihaknya tak ada kegiatan pembangunan drainase di sana.

“Kegiatan Binamarga di daerah Godog hanya keermer dengan pagu sekitar Rp190 juta,” tandasnya.

Menurutnya, kegiatan pembangunan drainase tersebut bisa saja berada di Dinas  Sumber Daya Air dan Pembangunan (SDAP) atau Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Distarkim).

Sekretaris Dinas SDAP Herry Heryandi mengatakan tak mengetahui persis, apakah kegiatan tersebut berada di Dinas SDAP atau bukan.
“Mohon maaf saya tak mengetahui semuanya. Mesti dicek dulu di kantor,” katanya.

Kepala Bidang Sarana Prasarana Perkotaan pada Distarkim Garut Ahmad Mulyana juga mengaku belum mengetahui masalah tersebut.

“Mesti dilihat dulu drafnya. Takut salah memberi keterangan,” kata dia.

**********

Noel, Jdh.