Dewan Pendidikan Garut Soroti Kondisi Toilet Sekolah

0
55 views

” Penghasilan Penjaga Sekolah, dan Guru Honorer Dinilai Sangat Tak Manusiawi  Dibanding Gaji Guru Bersertivikasi”

Garut News ( Kamis, 18/12 – 2014 ).

Nardi Sunardi.
Nardi Sunardi.

Dewan Pendidikan Kabupaten Garut, menyoroti tajam kondisi toilet atawa “WC” sekolah juga sangat minimnya penghasilan penjaga sekolah, dan Guru Honorer Dinilai Sangat Tak Manusiawi Dibandingkan Gaji Guru Bersertivikasi.

Komisi Suporting pada Dewan Pendidikan kabupaten tersebut Nardi Sunardi(60) katakan, hingga kini toilet Sekolah Dasar, SLP hingga SLA masih berkondisi sangat memprihatinkan bahkan memalukan.

Selain kondisi kebersihan serta kesehatannya tak memenuhi syarat, juga masih banyak sekolah hanya menyediakan satu unit toilet, padahal ketentuannya satu unit toilet diperuntukan bagi 40 murid.

Sekretariat Dewan Pendidikan Kabupaten Garut Terus Berbenah.
Sekretariat Dewan Pendidikan Kabupaten Garut Terus Berbenah.

Tetapi kenyataannya, sekolah dengan ratusan hingga ribuan murid hanya menyediakan satu unit toilet, tak sebanding pula dengan semangat penyelenggara sekolah membangun “Ruang Kelas Karu” (RKB) sehingga fasilitas lapangan upacara pun kerap menjadi menyempit, ungkap Nardi Sunardi.

Dikemukakan, banyak pula lingkungan sekolah menjadi semrawut lantaran tak memerhatikan peruntukan tata ruang tersedia, malahan mengabaikan nilai estetika pada pelaksanaan pembangunan fisik seputar komplek sekolah itu.

Tak kalah menyedihkan, selama ini penghasilan sebagian besar penjaga sekolah sekitar Rp300 ribu per bulan, demikian pula sangat minimalisnya penghasilan guru honorer atawa berstatus “Guru Tidak Tetap” (GTT).

Inilah Contoh Soal Pembangunan Fisik Sekolah yang Tak Berestetika.
Inilah Contoh Soal Pembangunan Fisik Sekolah yang Tak Berestetika.

Masih jauh dari “Upah Minimum Kabupaten” (UMK), UMK kabupaten setempat 2015 Rp1.250.000 (naik Rp 165.000 atau 15,21 persen dari UMK 2014 Rp 1.085.000).

Malahan akibat kenaikan BBM, UMK Kabupaten Garut 2015 bakal mendapat penambahan lagi sekitar Rp20 ribu, sehingga menjadi Rp1.270.000,-

“Sangat cekaknya penghasilan penjaga sekolah dan guru honorer ini, dinilai sangat tak manusiawi dibandingkan gaji PNS guru bersertivikasi ada yang mencapai Rp10 juta per bulan,” beber Nardi Sunardi.

Karena itu, diagendakan 23 Desember 2014 Dewan Pendidikan Kabupaten Garut menyelenggarakan Diklat sehari diikuti para Ketua Forum Komite Sekolah se kabupaten, juga para Ketua Forum Pendidikan Kecamatan dengan total sekitar 50 peserta.

Selain dimaksudkan mewujudkan penyegaran, juga konsolidasi dengan komite-komite sekolah, di antaranya disosialisasikan peran komite meningkatkan kualitas inptrastruktur sekolah.

Sekaligus menyemangati peran masyarakat meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan di sekolah, termasuk kepedulian terhadap kondisi toilet pada lingkungan sekolahnya masing-masing.

Serta kepedulian komite setiap sekolah bisa meningkatkan penghasilan penjaga sekolah dan guru honorer, agar bisa dinilai layak dan manusiawi.

Sehingga Komisi Sporting Dewan Pendidikan pun, senantiasa mengawal dan mengawasi pembangunan fisik sekolah, yang ternyata hingga kini banyak belum layak terutama prasyarat kesehatan toilet sekolah.

Menyusul selama ini pun, banyak sekolah memiliki sarana majid bisa dinilai memadai, tetapi kondisi toiletnya tak memenuhi syarat, tak memadai jumlah dan kualitasnya.

Maka komite sekolah pun terus didorong berkemampuan bersama-sama membahas “Rencana Kerja Anggaran Sekolah” (RKAS), sebab selama ini banyak komite hanya stempel doang, tandas Nardi Sunardi.

Kemudian Dewan Pendidikan Kabupaten, juga senantiasa melaksanakan monitoring terhadap pelaksanaan pembangunan fisik sekolah bersumber “Dana Alokasi Khusus” (DAK) maupun bersumber APBN.

Selain itu, concern menyelenggarakan sporting, pengawasan, advokasi, serta mediasi, demikian Nardi Sumardi.

Dia menambahkan, Dewan Pendidikan Kabupaten pun terus berbenah dan melengkapi pemenuhan kebutuhan sarana-prasarana penunjang.

Termasuk antara lain seperangkat sound sistem, infocus, televisi dan meubelair termasuk meja rapat, serta renovasi kantor sekretariat.

*******

Esay/Foto : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here