You are here
Dewan Garut Meradang Lantaran Bupati Telat Datang BERITA UTAMA 

Dewan Garut Meradang Lantaran Bupati Telat Datang

Garut News, ( Senin, 04/11 ).

Ilustrasi Gedung DPRD Garut. (Foto: John).
Ilustrasi Gedung DPRD Garut. (Foto: John).
Banyak kalangan legislatif di Kabupaten Garut, Jabar, ngadat bahkan meradang lantaran bupati telat datang.

Terkait pelaksanaan Rapat Paripurna DPRD tentang RAPBD Garut 2014, menjadi tertunda selama tiga jam lebih.

Padahal semula diagendakan mulai pukul 09.00.

Tetapi lantaran Bupati, Agus Hamdani tak kunjung datang sebab menghadiri banyak kegiatan secara bersamaan, sehingga rapat paripurna pun menjadi molor.

Akibatnya, sejumlah anggota DPRD termasuk para pejabat Pemkab/Setda kabupaten setempat berdatangan sejak pagi, tampak sangat kesal.

Berulang kali mereka keluar masuk ruangan rapat paripurna, juga terpaksa mengobrol antar mereka hingga tiba waktunya azan Dhuhur.

Namun perhelatan tersebut, ternyata masih pula belum bisa dimulai.

Para anggota dewan atawa undangan terdiri para pejabat itu, kemudian meninggalkan ruangan menyempatkan shalat Dhuhur.

Usai shalat, bersamaan kedatangan Bupati Agus Hamdani ke gedung DPRD, atawa sekitar pukul 12.15, Rapat Paripurna DPRD Garut pun dimulai.

Meski sesaat setelah dibuka, Ketua Badan Kehormatan DPRD Garut juga anggota Fraksi PAN, Yayat Hidayat keras berinterupsi.

Dia meminta pimpinan sidang, Wakil Ketua DPRD Garut, Dedi Hasan Bahtiar, menghitung ulang jumlah anggota dewan hadir, sebab jumlah mereka tak memenuhi kuorum melanjutkan rapat.

“Saya minta pimpinan sidang menghitung ulang jumlah anggota dewan hadir secara fisik. Sesuai Tata Tertib DPRD, kehadiran anggota itu jangan dihitung dari absensi, melainkan dari kehadiran fisik!” tandas Yayat, lantang.

Atas interupsi ini, Pimpinan Sidang, Dedi Hasan Bahtiar pun menghitung ulang, ternyata jumlah anggota dewan hadir hanya 22.

Kendati sebelumnya, sempat mengumumkan, berdasar absensi, jumlah anggota dewan hadir 39.

Rapat Paripurna pun mendadak sontak kembali dihentikan, menunggu kedatangan anggota dewan lainnya.

Disepakati, jika jumlahnya tak memenuhi kuorum, Rapat Paripurna terpaksa ditunda.

Selama jeda sepuluh menit tersebut, terjadi perdebatan sengit antar anggota dewan.

Mereka juga mengelak semrawutnya Rapat Paripurna tertunda lebih dari tiga jam tersebut, bukan semata-mata kelalaian anggota dewan.

Sedangkan selama perdebatan saat skorsing, Bupati Agus Hamdani hanya duduk terpaku bisu di samping Ketua DPRD Ahmad Bajuri.

Wajah bupati tampak menjadi cukup tegang.

“Pada pembahasan sebelumnya, kita semua berkomitmen pembahasan APBD 2014 ini dipercepat. Tetapi dipercepat bagaimana, jika kondisinya seperti ini? Tadi para anggota dewan sebenarnya hadir secara fisik, tetapi mereka kesal lantaran rapat tak dimulai juga. Sehingga ini bukan sepenuhnya kelalaian DPRD,”
kata anggota Fraksi PKS, Wawan Kurnia, diamini anggota dewan lainnya.

“Saya juga kesal, menunggu sejak pukul 09.00 tetapi tak bisa dimulai juga,”
kata anggota Fraksi PPP, Dedi Kurniawan.

Wakil Ketua DPRD Garut Lucky Lukmansyah, malahan sempat dikritisi keras anggota, ketika tanpa dipersilahkan pimpinan sidang, hendak membacakan Tata Tertib DPRD Garut.

“Sesuai intruksi pimpinan sidang, selama 10 menit, jangan ada bicara!” tandas seorang peserta sidang.

Kendati diwarnai perdebatan dan sempat muncul usulan Rapat Paripurna ditangguhkan, akhirnya ditetapkan berlanjut.

Lantaran, jumlah anggota dewan bertambah ketika waktu skorsing habis, dan dinyatakan dicabut.

Jumlah anggota dewan saat dihitung bertambah menjadi 26.

Dedi Hasan Bahtiar katakan, jumlah tersebut sesuai Tatib DPRD Garut pasal 100 isinya menyebutkan Rapat Paripurna memenuhi kuorum apabila dihadiri lebih setengahnya dari jumlah anggota dewan untuk Rapat Paripurna DPRD.

Itu beda dengan kuorum Rapat Paripurna pengambilan keputusan kehadiran anggota dewan sekurangnya mencapai tiga perempat jumlah total anggota DPRd, atawa sekitar 35.

Demikian pula kuorum Rapat Paripurna DPRD Garut penetapan Perda, maka kehadiran anggota sekurangnya dua pertiga jumlah anggota dewan, maupun setara 35.

Seluruh anggota DPRD Kabupaten Garut sebanyak 50.

***** Zainul, JDH.

Related posts

Leave a Comment