Desain Permodelan SMKN 9 Garut Diburu Perusahaan

0
18 views
Yana Kurnian Bersama Murid Kelas XII di Laboratorium SMKN 9 Garut.

“Banyak Dipesan Sejak Kelas XI”

Garut News ( Rabu, 10/01 – 2018 ).

Yana Kurnian Bersama Murid Kelas XII di Laboratorium Kampus SMKN 9 Garut.

Lulusan jurusan Desan Permodelan Informasi Bangunan dari SMKN 9 Garut, Jawa Barat, selama ini banyak diburu perusahaan konsultan kontraktor di dalam, dan di luar kabupaten.

Namun peminat pada jurusan tersebut dinilai masih kurang, padahal lulusannya banyak dibutuhkan, yang semula nama jurusannya Teknik Gambar Bangunan, ungkap Wakil Kepala SMKN 9 Garut membidangi Hubungan Bidang Industri, Yana Kurnia, S.Pd.

Sejumlah perusahaan yang memerkerjakan lulusan jurusan ini, di antaranya yang berada di Karawang dan Kalimantan. Banyak pula pihak perusahaan yang memesan menawari bekerja sejak siswa Kelas XI.

Bimbingan langsung di Laboratorium.

Selain itu terdapat pula yang melanjutkan belajar di perguruan tinggi, antara lain menjadi mahasiswa jurusan Teknik Sipil pada “Universitas Pendidikan Indonesia” (UPI), serta di “Sekolah Tinggi Teknologi Garut” (STTG), ungkap Yana Kurnia kepada Garut News, Rabu (10/01-2018).

Dikemukakan, saat ini dari 1.221 murid SMKN 9 Garut. Terdapat 143 murid di antaranya pada jurusan Teknik Gambar Bangunan (Kelas X dan XI dengan 103 murid) , serta Kelas XII jurusan Desain Permodelan Informasi Bangunan dengan 40 murid.

Diagendakan pada tahun pelajaran 2018/2019 mendatang minimal bisa menerima 70 murid untuk jurusan Desain Permodelan Informasi Bangunan, dan maksimalnya bisa menerima 105 murid.

Bersama Murid Kelas X di Laboratorium.

Selama ini pun mereka mendapatkan penguatan pembinaan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang juga merupakan ranah penilaian untuk siswa.

Penguatan sikap antara lain berupa pembinaan keagamaan seperti halnya membacakan surat – surat pendek Al Qur’an sebelum memulai proses belajar mengajar, serta penyelenggaraan training motivasi.

Kemudian penguatan pembinaan pengetahuan berupa penyelenggaraan konsultasi, serta pemanfaatan perpustakaan sekolah secara maksimal.

Sedangkan keterampilan, antara lain pemanfaatan sarana laboratorium yang tak hanya sebatas pada jam resmi pelajaran, ungkap Yana Kurnia pula.

Suasana Belajar dan Praktekum Bersuasana Menggembirakan, Bersih Juga Kondisif.

Para murid jurusan tersebut, mendapatkan pemahaman kewajiban pembayaran zakat 2,5 persen jika mendapatkan honorarium ketika praktek di perusahaan, yang pemanfaatannya untuk kesejahteraan mereka pula.

Sehingga pada 2017 lalu, bisa berhasil meraih Juara Kedua Tingkat Provinsi Jawa Barat, pada ajang “Lomba Kompetensi Siswa” (LKS) di bidang ‘Auto Cad’ maupun program gambar bangunan dengan dua, dan tiga dimensi.

Sejak Kelas XI pun sering diikutsertakan menggarap program Kemendikbud RI, melalui kegiatan praktek kerja industri membantu mendesain khususnya untuk pembangunan Sekolah Dasar.

Mereka dilibatkan pula sejak kegiatan survey lapangan, pengukuran, peninjauan lokasi (verifikasi), guna menentukan jenis kegiatan rehabilitasi, pembangunan Ruang Kelas Baru/RKB, untuk sanitasi, maupun untuk perpustakaan dan kantin sekolah.

Dikatakan pula, penanganan SMK yang kini dikelola Pemerintah Provinsi Jawa Barat, semakin memerluas silaturahim lintas kabupaten. Juga erat kaitannya dengan memerluas jangkauan pencarian banyak peluang penyerapan lulusan pada bursa kerja.

Sedangkan dari sisi administrasi lebih banyak mendapatkan monitoring, serta peningkatan kesejahteraan hingga mencapai 70 persen lebih dibandingkan sebelumnya.

Selain itu, seringnya mengikuti penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan untuk peningkatan kualitas SDM tenaga pendidik, dan kependidikan.

*******

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.