Desa Mulyajaya Banjarwangi Garut Dikepung Pergerakan Tanah

0
17 views
Ilustrasi.
Ilustrasi. Kian Terancam Longsor.

“Pergerakan tanah masih terjadi hingga kini”

Garut News ( Kamis, 12/03 -2020 ).

Terdapat satu rumah penduduk sangat terancam ambruk pergerakan tanah, juga lalu lintas kendaraan pada lintasan ruas jalan penghubung Kecamatan Banjarwangi dengan Kecamatan Cikajang Garut terhambat.

Lantaran terjadi pergeseran tanah di Kampung Jatisari RT 04/02 Desa Mulyajaya Kecamatan Banjarwangi.

Bahkan dinilai berbahaya, maka penghuni berumah rusak berat terpaksa diungsikan ke rumah kerabat/tetangganya yang dinilai masih aman.

Sebanyak delapan unit rumah warga lainnya di Kampung Lemah Duhur pun berkondisi terancam akibat pergeseran tanah sepanjang sekitar 30 meter tersebut.

Peristiwa ini menjadikan warga sekitar lokasi mesti berhati-hati, dan senantiasa waspada dari kemungkinan ancaman bencana lebih besar. Begitu pula para pengendara yang melintas pada jalur Banjarwangi-Cikajang agar super hati-hati.

“Saya berharap dinas terkait segera mengambil tindakan dengan menutup jalan untuk sementara guna mengantisipasi kecelakaan lalu lintas. Sebab, pergerakan tanah masih terjadi hingga kini,” imbuh Sekmat Banjarwangi Depi Kuspia, Kamis (12/03-2020).

Sebanyak delapan rumah terancam terdampak pergerakan tanah itu, terdiri rumah milik Deni Darmadi dihuni tiga anggota keluarga, Muhtar (3 orang), Nining (4 orang), Rahmat (4 orang), Kurnia (4 orang), Dadan (5 orang), Iyay (7 orang), dan Mamah (3 orang).

Jika tak segera mendapatkan penanganan, dikhawatirkan pergerakan tanah semakin parah, dan kondisi badan jalan kabupaten menghubungkan wilayah Cikajang-Banjarwangi kian membahayakan.

Berkaitan pergeseran/pergerakan tanah tersebut, Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Bencana pada BPBD Kabupaten Garut TB Agus Sopyan katakan, pihaknya baru mengajukan persoalan ini untuk dikaji Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi.

Sedangkan mengantisipasi kemungkinan kondisi memburuk, Petugas Pemerintah Kecamatan Banjarwangi selatan Garut bersama warga terus melakukan pemantauan terhadap lokasi terjadi pergeseran tanah di ruas jalan Cikajang-Banjarwangi, Kampung Jatisari, Desa Mulyajaya Banjarwangi.

Sebab, pergeseran tanah masih berpotensi terus terjadi, dan di sekitar lokasi terdapat sekitar delapan rumah warga terancam. Bencana juga mengakibatkan ruas jalan kabupaten menghubungkan Singajaya-Banjarwangi terancam rusak, bisa menghambat jalur lalu lintas kendaraan melintas.

“Tidak ada rumah rusak berat. Hanya letaknya paling berbahaya jika pergerakan tanah memburuk. Rumahnya bisa tergusur atau tertimpa longsoran. Kita sendiri menyarankan agar dikosongkan, tetapi penghuninya enggak mau,” kata Depi Kuspia.

Pada di salah satu titik pada badan jalan berstatus kabupaten mengalami pergeseran tanah di Kampung Jatisari RT 02/02 terdapat tanah anjlok beberapa sentimeter.

Menurut keterangan warga, pada tebing sebelah badan jalan dahulunya terdapat sebatang pohon puspa berukuran besar namun kini hilang karena ditebang. Diduga, tunggul bekas tebangan pohon membusuk, dan menjadikan tanah di atasnya anjlok ketika hujan deras mengguyur.

“Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) survey ke lokasi, tetapi belum ada tindaklanjutnya bagaimana. Kita juga setiap hari lakukan pemantauan bersama masyarakat sekitar. Sementara ini masih kondusif,” Katanya.

*******

Abisyami, JDH/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here