Desa Ciburial – Cipancar Leles Terpaksa Dijauhi NK

0
251 views

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Rabu, 23/03 – 2016 ).

Elka Nurhakimah.
Elka Nurhakimah.

Desa Ciburial dan Desa Cipancar terpaksa dijauhi NK bersama ketiga anak kandungnya masing-masing berusia lima tahun, tiga tahun, serta usia satu tahun. Lantaran penduduk pada kedua desa tersebut, menolak keras kehadiran NK.

Meski NK berasal dari Kampung Sukamanah RT.03/04 Desa Ciburial Kecamatan Leles Garut, bersuamikan “DW” diduga bergabung dengan kelompok ISIS. Sedangkan Desa Cipancar Leles tepatnya Kampung Pasir Waas RT.01/02 merupakan kampung halaman suami NK.

Kepala Dinsosnakertrans kabupaten setempat, Elka Nurhakimah kepada Garut News, Rabu (23/03-2016) katakan, NK bersama ketiga anaknya sejak Selasa (22/03-2016), akhirnya dibawa orang tuanya dimukimkan pada saudara mereka di Bandung.

Sebab penduduk Desa Cipancar dan warga Desa Ciburial tetap bersikeras menolak kehadiran mereka untuk bermukim di kedua desa itu, ungkap Elka pula.

Namun sumber lain antara lain katakan, NK bersama ketiga anaknya selanjutnya dititipkan pada saudara mereka pada salah satu desa masih di Kabupaten Garut, namun lokasinya selain Desa Cipancar dan Ciburial, atawa diluar kecamatan Leles.

Sebelumnya, Kepala Seksi Bantuan Perlindungan Sosial pada Dinsosnakertrans kabupaten setempat, Budiyana katakan NK ditangkap aparat di Bandara Soekarno Hatta sebelum berangkat hendak menyusul suaminya.

Kemudian NK pada Selasa (22/03-2016) sore, dikembalikan pada keluarganya. Setelah selama ini dititipkan di Panti Sosial Marsudi Putra Handayani Bambu Apus Jakarta.

Bahkan proses penyerahannya juga di kantor Dinsosnakertrans Garut antara lain dihadiri unsur Polres, Kodim 0611 Garut, serta Kesatuan Bangsa dan Politik Garut, serta instansi terkait lain.

Budiyana kepada Garut News juga katakan, terdapatnya penduduk dua desa menolak kehadiran NK. Maka pihaknya berkoordinasi lagi dengan Polres, Kodim, Kesbangpol dan instansi terkait lainnya.

Dikemukakan, NK bersama anak dan rekan-rekannya selama ini ditampung di Panti Sosial Marsudi Putra Handayani Bambu Apus, Jakarta. Sedangkan suami NK yakni DW kelahiran 17 Maret 1989 lebih dulu berangkat ke Suriah diduga bergabung dengan ISIS.

NK bersama tiga anaknya serta sejumlah rekan diamankan petugas di Bandara Soekarno Hatta sesaat sebelum berangkat menuju Turki. Diduga pula, NK berangkat ke Turki bakal melalui jalur penerbangan Thailand hendak menyusul suaminya.

NK diketahui kesehariannya mengajar di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Manbaul Huda Kota Bandung. Sedangkan Suaminya belum detail diketahui pasti identitasnya.

Budiyana menambahkan pula, di Kabupaten Garut tak terdapat panti asuhan yang dinilai memenuhi syarat bisa menampung NK bersama ketiga anak balitanya.

Lantaran panti asuhan yang ada selama ini, berupa panti orang tua jompo, serta panti petirahan anak di Kecamatan Cisurupan yang dikelola Pemprov Jawa Barat.

Sehingga mengenai indikasi penduduk dua desa menolak kehadiran NK, dikoordinasikan dengan institusi teknis terkait, ungkap Budiyana.

*******

( nz, jdh ).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here