Delapan SMK/SMA UNBK, 4.700 Peserta UN Pendidikan Kemasyarakatan

0
67 views

“Sekitar 4.700 Peserta Bersiap Ikuti UN Paket A, B, dan C”

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Rabu, 30/03 – 2016 ).

Kepala Seksi SMK Pada Disdik Garut.
Kepala Seksi SMK Pada Disdik Garut.

Dari 235 SMK Negeri, dan Swasta di Kabupaten Garut, Jawa Barat, hanya terdapat enam SMK di antaranya bisa menyelenggarakan “Ujian Nasional Berbasis Komputer” (UNBK). 

Keenam SMK tersebut, siap menyelenggarakan helatan itu. Lantaran ragam kesiapan perangkat penunjang, serta 2.680 sumber daya manusia calon pesertanya kini berkondisi “ready for us”

Kepala Seksi SMK pada Disdik kabupaten setempat, Ikin Sodikin, S.IP, MM katakan 2.680 peserta UNBK SMK itu terdiri  SMKN 1 Garut dengan 745 siswa peserta, SMKN 3 (346 siswa), SMKN 4 (444 siswa), SMKN 9 (357 Siswa), SMKN 10 (255 siswa), serta SMK YPPT (533 siswa).

Sedangkan keunggulan pelaksanaan UNBK ini, antara lain keamanan atawa kerahasiahan soal ujian lebih terjamin dibandingkan tak berbasis komputer.

Hetti Yanthi, M.Si
Hetti Yanthi, M.Si

Kemudian efisiensinya penyerapan anggaran pembuatan soal, sebab bisa langsung diakses melalui jaringan internet, serta jawaban soal dan informasi penting lain yang diperlukan bisa langsung diakses ke pusat, katanya kepada Garut News di ruang kerjanya, Rabu (30/03-2016).

Ikin Sodikin juga mengemukakan, hingga kini SMKN 2 Garut masih belum bisa menyelenggarakan UNBK, karena keterbatasan piranti penunjangnya.

“Sekitar 4.700 Peserta Bersiap Ikuti UN Paket A, B, dan C”

Sekitar 4.700 peserta dari lembaga pendidikan kemasyarakatan atawa Paket A, B, dan Paket C juga siap bisa mengikuti UN, yang merupakan kriteria pencapaian kompetensi lulusan berbasiskan hasil UN, ungkap Kepala Seksi Kemasyarakatan Disdik Garut, Hetti Yanthi, M.Si.

Dikatakan, mereka terdiri sekitar 800 peserta UN Paket A (SD), 2.000 an peserta UN Paket B (SMP), serta 1.900 peserta UN Paket C (SMA).

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Diselenggarakan pada setiap seluruh 19 titik lokasi masing-masing satuan pendidikan, di antaranya di Kecamatan Bayongbong, Tarogong Kidul, serta di Kecamatan Tarogong Kaler.

Dikemukakan Hetti Yanthi, UN pada lembaga pendidikan kemasyarakatan pun, bukan satu-satunya penentu kelulusan, katanya.

Pada bagian lain keterangannya juga dijelaskan, UN Paket B berlangsung pada 9-11 Mei 2016, kemudian Paket C pada 4-7 April 2016, sedangkan agenda UN Paket A hingga kini masih menunggu informasinya.

“Lilis Mutiroh”

Kepala Seksi SMA pada Disdik kabupaten setempat, Lilis Mutiroh menambahkan, dari 90 SMA Negeri dan Swasta kemudian bisa menyelenggarakan UNBK hanya SMAN 1 Garut dengan 457 siswa peserta, serta SMAN 11 dengan 452 siswa peserta.

Mereka selama ini “concern” menyelenggarakan pelbagai persiapan, termasuk kegiatan simulasi, gladi bersih, serta koordinasi dengan institusi teknis lainnya.

 

 

Kepala Bidang “Pendidikan Menengah” (Dikmen) Disdik, Cecep Firmansyah, M.Pd katakan penyelenggaraan UN SMA diagendakan berlangsung selama tiga hari sejak 4 April 2016, bersamaan penyelenggaraan UN SMK selama empat hari juga sejak 4 April 2016.

Ilustrasi. Bergegas Memburu UN.
Ilustrasi. Bergegas Memburu UN.

Dikatakan, jajaran Dikmen pun kini masih menunggu “Satuan Organisasi Tata Kerja” (SOTK) baru, menyusul diagendakan April 2016 berlangsung penyerahan pengelolaan seluruh SMA/SMK ke tingkat provinsi termasuk dengan 3.000 an tenaga pendidiknya.

Pada lingkungan Bidang Dikmen kini menunggu SOTK baru, terdiri seorang pejabat struktural eselon tiga, tiga pejabat eselon tiga, serta 19 staf, atawa seluruhnya 23 personil.

Sehingga usulan kegiatan Bidang Dikmen pada APBD 2016 ini pun, semula bernilai Rp2,5 miliar hanya disetujui Rp200 juta, masing-masing diperuntukan menunjang pelaksanaan UN (Rp100 juta), serta alokasi biaya O2SN senilai Rp100 juta.

Bahkan alokasi biaya Rp100 juta itu, tak hanya O2SN (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional), melainkan pula untuk kegiatan “Olimpiade Sains Nasional” (OSN), serta penyelenggaraan “Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional” (FLS2N).

Kemudian alokasi dana penunjang UN Rp100 juta, pemanfaatannya antara lain biaya distribusi soal dari rayon ke sub rayon serta ke sekolah-sekolah, demikian pula pengiriman jawaban soalnya hingga ke provinsi, selain tentunya diperlukan biaya akomodasi pengamanan.

Diperoleh informasi UNBK tingkat SMP, juga hanya diikuti dua SMP Negeri. Masing-masing SMPN 1 Garut dengan sekitar 356 siswa peserta, dan SMPN 2 Garut dengan 325 siswa peserta. Atawa seluruhnya terdapat 681 peserta.

********