Dede Kanit Dari Pakenjeng Terjebak Di Marawi

0
47 views
Dede Kanit, Tiada Hari Tanpa Berdakwah.

Esay/Fotoghrafer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Sabtu, 16/09 – 2017 ).

Dede Kanit, Tiada Hari Tanpa Berdakwah.

Dede Kanit (45), ayah empat anak penduduk Depok Kecamatan Pakenjeng Garut, Jawa Barat, merupakan salah satu Maulana (sebutan bagi Ustad di Jemaah Tabligh) yang pernah terjebak di Marawi saat berdakwah di daerah tersebut.

Kepada Garut News, Dede Kanit detail menuturkan pengalaman keislamannya sekaligus ujian keimanan kepada Allah SWT.

Berada di dalam masjid bersamaan berkecamuknya peperangan, pada lokasi yang tak jauh dari serangan pro ISIS di Kawasan Mindanao.

Berdakwah, Menyampaikan Kebenaran, dan Mengajak Kesalehan.

Sehingga dengan kasat mata bisa langsung menyaksikan desingan peluru yang dimuntahkan perangkat mesin perang, juga dentuman mesiu yang berulangkali menggetarkan bangunan masjid.

Sekitar sepekan lamanya,  siang maupun malam berada di dalam masjid tanpa penerangan listrik, juga tanpa sarana air, meski sempat turun hujan sebentar namun tetesan airnya dari atas atap masjid bisa dimanfaatkan untuk berwudhu.

Atas berkah Allah SWT pula, Kaum Muslimin setempat memberikan jaminan keselamatan, dan mereka yang akan langsung melakukan perlawanan jika datang serangan dari ISIS maupun serangan dari luar lainnya.

Jaminan keselamatan itu pun, dengan syarat jangan meninggalkan areal masjid, ungkap Dede Kanit ketika menghadiri penyelenggaraan itikaf di Masjid Al Madinah Garut, Jum’at malam (15/09-2017).

Senantiasa Meningkatkan Kualitas Keimanan.

“Dengan pertolongan Allah SWT, melalui pelbagai kalangan alhamdullillah saya bersama rombongan bisa kembali selamat tiba di Jakarta, sehingga sampai sekarang pun masih serasa mimpi bisa kembali berjumpa dengan saudara saudara di tanah air,” ujarnya.

Selanjutnya juga kembali melanjutkan perjalanan berdakwah ke Kamboja, sehingga sempat Berlebaran Idul Fitri 1438 H/2017 di Kamboja.

Dia pun mengakui, Jemaah Tabligh mendadak sontak mencuat ke permukaan bersamaan merebak-maraknya pemberitaan konflik di Marawi, Filipina Selatan.

Masjid Al Madinah Garut.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal antara lain katakan 17 WNI ini melakukan dakwah selama 40 hari, dan menurut aparat keamanan Filipina mereka tidak mempunyai misi lain di negara tersebut.

Menyusul sempat ada kecurigaan kelompok Jemaah Tablig terlibat aksi teror tersebut. Tetapi, dibantah Kementerian Luar Negeri. Direktur Perlindungan WNI Kemlu Lalu Muhammad Iqbal menyatakan memeroleh informasi kepergian WNI itu tidak berniat berperang bersama dengan kelompok Maute.

“Dari informasi aparat hukum Filipina dan Indonesia, kami tidak memiliki informasi miring dari keberadaan mereka di Filipina Selatan,” ujar Iqbal kepada wartawan di Bandara Soekarno-Hatta ketika menjemput mereka pada Sabtu, 3 Juni tengah malam.

*********