DAU 2019 Garut Terancam Raib 25 Persen

0
27 views
Bupati dan Sekda Garut.
Kantor Bupati Garut.

“Ada Tim Percepatan Pembangunan”

Garut News ( Selasa, 28/08 – 2019 ).

‘Dana Alokasi Umum’ (DAU) Kabupaten Garut kini terancam raib dipotong 25 persen, lantaran Pemkab setempat mendapat teguran ‘Menteri Keuangan’ (Menkeu) RI sebab terlambat menyampaikan laporan realisasi keuangan APBD.

“Saya kaget. Jum’at kemarin, menerima surat teguran Kemenkeu terlambatnya laporan realisasi keuangan APBD. Tercantum di surat, apabila masih terlambat dalam menyampaikan laporan maka DAU dipotong 25 %. Ini bisa mengganggu semua pihak,” ungkap Bupati Rudy Gunawan saat melantik 48 pejabat setingkat Administrator dan Pengawas di Lapang Setda Garut, Senin (26/08-2019).

Sehingga dia berharap Setda lebih serius lagi dalam pengelolaan keuangan agar tak terjadi lagi penundaan DAU yang dapat mengakibatkan terganggunya program pembangunan di kabupatennya.

H. Rinandi Ria, ST, M.Si.

Dia juga mengingatkan Sekda, dan Kepala ‘Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah’ (BPKAD) supaya lebih serius lagi menyampaikan laporan realisasi keuangan APBD 2019 kepada Kemenkeu.

“Saya intruksikan kepada Sekda, ‘Badan Perencanaan Pembangunan Daerah’ (Bapedda), dan BPKAD untuk penyusunan anggaran 2020. Ketiga instansi ini harus menjadi contoh penyusunan anggaran yang ekonomis, dan efisien. Karena akan pertama kali dipublikasi ke publik dari ketiga instansi tersebut,” tandasnya.

Sebelumnya dilaporkan Garut News, APBD menjadi Rp4,811 triliun karena ada penambahan anggaran daerah Rp556 miliar, dari total APBD TA 2019 yang semula Rp4,255 triliun.

DPRD menyetujui Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (Raperda APBD) 2019 ditetapkan menjadi Perda dengan total nilai APBD pascaperubahan mencapai Rp4,811 triliun.

Demikian mengemuka pada Rapat Paripurna DPRD tentang Pendapat/Kata Akhir Fraksi dan Keputusan DPRD tentang Raperda Perubahan APBD 2019, dan Penandatangan Nota Kesepakatan tentang KUA dan PPAS APBD 2020 di Gedung DPRD Garut, Rabu (07/08-2019) silam.

Rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD Dadan Hidayatullah dimulai sekitar pukul 21.30 WIB merupakan agenda kegiatan terakhir DPRD periode 2014-2019.

Sedangkan produk perubahan APBD menjadi Rp4,8 triliun itu, terdiri Pendapatan Rp4,811 triliun dari semula Rp4,255 triliun; Belanja Rp4,992 triliun semula Rp4,266 triliun; dan Pembiayaan Rp180,611 miliar.

Pada Perubahan APBD 2019, PAD mengalami peningkatan 5,99% meski terdapat dua jenis retribusi mengalami penurunan. Terdiri retribusi rumah potong hewan mengalami penurunan target Rp16 juta lebih, dan retribusi tempat rekreasi dan olahraga melorot targetnya Rp100 juta

Belanja Tidak Langsung mengalami kenaikan 2,27% atau Rp57,829 miliar. Sehingga total Belanja Tidak Langsung semula Rp2,552 triliun menjadi Rp2,610 triliun.

Belanja Langsung juga mengalami kenaikan lebih besar lagi mencapai 30,96%. Sehingga total Belanja Langsung semula Rp1,713 triliun menjadi Rp2,381 triliun.

Pendapatan Asli Daerah (PAD) pun mengalami kenaikan semula Rp472,939 miliar menjadi Rp501,247 miliar. Kendati target Retribusi Daerah justeru mengalami penurunan dari semula Rp22 miliar menjadi Rp21,9 miliar.

Kemudian target Pajak Daerah naik dari semula Rp145 miliar menjadi Rp145,576 miliar. Begitu pun target Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan semula Rp5,426 miliar menjadi Rp5,679 miliar; dan Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah semula Rp300,523 miliar menjadi Rp328,057 miliar, katanya.

“Padahal Ada Tim Percepatan Pembangunan”

Sejak Januari 2019 di luar struktural pemerintahan, diaktifkan Tim Percapatan Pembangunan Pemkab Garut, yang memfasilitasi staf bupati guna memerkokoh beberapa sektor maupun program.

Sifatnya bisa memberi manfaat luas juga bernilai dampak luas memenuhi tuntutan standar pelayanan minimum, termasuk terpenuhinya kategori bagi ‘Indikator Kepuasan Masyarakat’ (IKM), yang dibungkus Visi dan Misi Bupati.

Demikian dikemukakan Wakil Ketua Tim Percapatan Pembangunan Pemkab setempat, H. Rinandi Ria, ST, M.Si kepada Garut News, Selasa (27/08-2019).

Dikemukakan, institusinya senantiasa maksimal memotivasi setiap seluruh SKPD agar bisa lebih memiliki inovasi juga adaptif, katanya.

********

(Abisyamil, JDH/Fotografer : John Doddy Hidayat).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here