Darurat Miras Tewaskan 16 Korban Bencana Kemanusiaan

0
182 views

Esay/Foto : John Doddy Hidayat.

“Helmi Budiman Sangat Menyesalkan dan Mengakui Sebagai Bencana Maupun Tragedi Kemanusiaan”

Garut News ( Kamis, 04/12 – 2014 ).

Korban Tewas Ke-16, Kamis (04/12-2014) menjelang Pukul 12.00 WIB.,
Korban Tewas Ke-16, Kamis (04/12-2014) menjelang Pukul 12.00 WIB.,

Garut, Jawa Barat, kini berkondisi sangat darurat “minuman keras” (miras) oplosan diduga jenis “cherry Belle” menewaskan 16 korban sebagai bencana maupun tragedi kemanusiaan menjelang akhir tahun 2014.

Sedangkan empat korban lainnya masih dirawat di Rsu dr Slamet.

Dokter jaga Unit Gawat Darurat (UGD) RSU tersebut, dr Idam Juanda kepada Garut News katakan, hingga Kamis (04/12-2014) menjelang pukul 12.00 WIB terdapat lagi seorang korban tewas miras oplosan.

Bungkam Selamanya Lantaran Miras Oplosan.
Bungkam Terbujur Kaku Selamanya Lantaran Miras Oplosan.

Sehingga dari 20 korban penenggak barang haram tersebut, 16 di antaranya meninggal dunia.

Sedangkan empat korban lainnya, terdiri dua korban kini dirawat pada ruang perawatan serta dua korban lainnya masih dirawat di ruang UGD.

Sebanyak 16 korban meninggal itu, diperkirakan akibat menenggak miras oplosan, kemungkinan pula racun dari jenis minuman ini menyerang organ-organ vital pada bagian otak, termasuk menyebar pada seluruh pembuluh darah, ungkap Idam Juanda.

dr Idam Juanda.
dr Idam Juanda.

Pihak RSU sebenarnya berupaya keras menyelamatkan seluruh korban berdasar “Standar Operasional Prosedur” (SOP), bahkan memiliki kesiapan melakukan perawatan lanjutan.

Namun, kemungkinan besar intensitas dampak miras oplosan tersebut sangat parah, sehingga 16 korban tewas tak bisa tertolong lagi, pihaknya pun senantiasa berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam, ujar Idam Juanda.

Kepala Subag Tata Usaha Terminal, Agus Heryanto, S.SOS, Msi dan Kepala Terminal Guntur Sofyan Hidayat katakan, indikasi adanya penjual miras oplosan pada kios di lingkungan terminal diluar sepengetrahuannya.

Agus Heryanto (berbaju batik) dan Sofyan Hidayat Telisik Kios Diduga Penjual Miras Oplosan.
Agus Heryanto (berbaju batik) dan Sofyan Hidayat Telisik Kios Diduga Penjual Miras Oplosan.

Lantaran kios berkuran 9 m2 itu, selain menghadap keluar terminal juga selama ini transaksi jual beli miras oplosan dilakukan secara sembuyi-sembunyi.

Pihaknya segera melakukan selektivitas setiap seluruh kios di lingkungan Terminal Guntur, sekaligus memeriksa kembali beragam jenis komoditi yang diperjual belikan itu.

Malahan setiap tri wulan pihaknya pun mengingatkan secara tertulis agar setiap seluruh kios hanya memerjualbelikan komoditi sesuai peruntukan pada proses perijinannya.

Kios Maut Diduga Perenggut 16 Nyawa Manusia.
Kios Maut Diduga Perenggut 16 Nyawa Manusia.

Dalam pada itu, Garut Sangat Darurat Miras Oplosan sehingga merenggut belasan nyawa manusia, apakah sebagai indikasi gagalnya Pemkab juga aparat penegak hukum dan kalangan DPRD setempat membina kemasyarakatan.

Atawa lantaran selama ini para gegeden maupun  petinggi Garut masih banyak disibukkan aktivitas pencitraan, anggota DPRD Garut Ahab Syihabuddin ketika didesak pertanyaan tersebut, kepada Garut News hanya mengatakan “No Coment”.

Ahab hanya menyatakan, sangat prihatin dan diharapkan ke depan tak terulang, juga pemerintah hendaknya masif melakukan penyuluhan dan sosialisasi tentang bahaya miras dan narkoba ke sekolah-sekolah.

Helmi Budiman.
Helmi Budiman.
Ahab Syihabudin, SHI
Ahab Syihabudin, SHI

Wakil Bupati Garut, dr H. Helmi Budiman sangat menyesalkan juga mengakuinya sebagai tragedi maupun bencana kemanusiaan.

Dia pun segera menegur Kepala Dishub kabupaten setempat, lantaran terindikasi miras oplosan itu diperjual belikan pada kios di lingkungan Terminal Guntur.

Helmi menyerukan agar tragedi ini memiliki hikmah, atau makna ke depan tak terjadi lagi, meski selama ini aparat pemerintah senantiasa menyosialisasikan kesadaran hukum.

Dikemukakan, secara terkoordinasi segera menanggulangi peredaran miras di Kabupaten Garut, katanya antara lain.

 

*******

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here