Dari Amsterdam Kelola Kedai Kopi Emperan Kota Garut

by

Esay/ Foto : John Doddy Hidayat.

Garut News ( Kamis, 02/10 – 2014 ).

Inilah Produk Kedai Kopi Stephan Rosenmuller.
Inilah Produk Kedai Kopi Stephan Rosenmuller.

Profil inspiratif, Kamis (02/10-2014), Garut News mengangkat sosok lelaki berusia 39 tahun asal Kota Amsterdam Belanda.

Sejak Januari 2014 mengelola “Kedai Kopi Stephan” pada emperan Kota Garut, Jawa Barat, tepatnya di pinggiran Jalan A.Yani.

Stephan Rosenmuller, ayah tiga anak beristrikan penduduk Garut, dan kini berdomisili di Samarang tersebut, mengaku “tak merasa turun gengsi” mengelola kedai kopi di pinggiran jalan. Yang penting berpenghasilan tak di bawah “Upah Minimum Kabupaten” (UMK).

Lantaran pula membuka kedai kopi di pinggiran jalan, siapapun dipastikan tak segan menyinggahinya, minum kopi sambil lesehan di pinggiran jalan.

kedai2 Daripada “kafe” hanya orang tertentu menyinggahinya, kilah Rosenmuller kepada Garut News, Senin (01/10-2014) malam.

Dia mengaku sengaja berjualan kopi, tetapi bukan sembarang kopi, sebab kopi yang diseduhnya bukan berasal dari kopi bungkus instan.

Melainkan kopi yang diolahnya sendiri, sejak berupa biji kopi, ungkapnya.

Bahkan sejak membuka usahanya hingga enam bulan kemudian, bekerja sendirian menyeduh, sekaligus menyuguhkan kopi pada setiap konsumen yang berdatangan ke kedainya.

Namun kini, ditangani dua karyawannya, “saya hanya mengecek ke kedai,” ujar Stephan.

kedai3Dikemukakan, sengaja membuka kedai kopi, lantaran jika menjual gehu atawa gorengan dinilainya sudah banyak para pedagangnya.

“Saya tak mau menyaingi masyarakat berdagang, sehingga sengaja memilih bidang usaha yang tak digarap orang lain,” ungkapnya pula.

Kedai dibuka setiap hari sejak pukul 17.00 hingga pukul 24.00 WIB, namun setiap Sabtu atawa malam minggu tak berjualan.

Sebab, meski banyak orang tetapi umumnya mereka hanya berjalan-jalan, selain itu memberi peluang pada dua karyawannya agar bisa beristirahat atawa berlibur, katanya.

kedai4Dikatakan juga, saat musim ramai pembeli omset penghasilannya bisa mencapai sedikitnya Rp200 juta per bulan.

Tetapi pada saat “halodo” sekarang atawa musim kemarau ini, omset penjualan tak seramai bulan-bulan lalu, mungkin suasananya juga sehabis Lebaran Idul Fitri.

Kini rata-rata omset penjualannya Rp400 ribu per hari.

Sedangkan harga beragam jenis segelas kopi, mulai bernilai Rp5 ribu hingga belasan ribu ripiah.

Sangat Komunikatif Dengan Setiap Konsumen.
Sangat Komunikatif Dengan Setiap Konsumen.

Dia mengaku pula, hingga kini masih menggemari jenis satwa reftil.

 

*******