Dana Kampanye Pilbub Garut Maksimal Rp30 Miliar

0
108 views
Penetapan Nomor Urut Setiap Seluruh Empat Paslon.

Garut News  ( Senin, 19/02 – 2018 ).

Penetapan Nomor Urut Setiap Seluruh Empat Paslon.

Besaran dana kampanye Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Garut 2018 dibatasi maksimal mencapai Rp30 miliar bagi setiap pasangan calon (paslon).

Sekretaris KPU Garut Ayi Dudi Supriadi katakan, semula batas besaran dana kampanye tersebut, semula sekitar Rp40 miliar setiap paslon.

Kemudian setelah disepakati berdasar usulan masing – masing paslon dari empat paslon, besarannya menjadi turun menjadi Rp30 miliar per paslon. Jumlah itu merupakan akumulasi dari besaran dana digunakan selama pelaksanaan kegiatan kampanye para paslon.

“Jadi apabila nanti ada paslon menggunakan dana kampanye melebihi Rp30 miliar, ini tak diperbolehkan,” imbuh Ayi, Senin (19/02-2018).

Dikemukakan, para paslon pun menyerahkan Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) kepada KPU. Besaran dana kampanye tertera pada LADK tersebut masing-masing paslon sangat beda, mulai Rp500 ribu hingga Rp806 juta lebih.

Sesuai Berita Acara Hasil Penerimaan LADK Pilbup Garut 2018 tertanggal 14 Februari 2018, besaran penerimaan dana awal kampanye paslon petahana Rudy Gunawan – Helmi Budiman usungan koalisi Gerindra – PKS – Nasdem mencapai Rp205.000.000.

Paslon Iman Alirahman – Dedi Hasan usungan koalisi Golkar-PDIP (Rp50.000.000), Paslon Agus Hamdani – Pradana Aditya Wicaksana usungan koalisi PPP-PAN-Hanura (Rp806.788.000).

Sedangkan penerimaan dana awal kampanye Paslon Suryana – Wiwin Suwindaryati (Rp500.000). Dari keempat paslon itu, hanya Agus Hamdani – Pradana Aditya Wicaksana menyertakan juga laporan pengeluarannya mencapai Rp756.788.000, dengan sisa saldo Rp50.000.000.

Diingatkan, agar para paslon berhati-hati mengelola penggunaan dana kampanyenya. Lantaran, kesalahan dalam pengelolaan dana kampanye, baik menyangkut sumber pendanaan yang terlarang, atau besaran dana digunakan berkampanye melebihi batas ketentuan maka dapat berakibat fatal. Paslon bersangkutan bisa didiskualifikasi dari pencalonannya.

“Hati-hati menggunakan dana kampanye. Ada pembatasan penggunaan dana kampanye, sesuai Peraturan KPU Nomor 5/2018 tentang Dana Kampanye Peserta Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota. Dan dimaksud dana kampanye itu tak hanya uang, tetapi juga barang, dan jasa digunakan paslon maupun parpol pengusung untuk kegiatan kampanye sejak 15 Februari hingga 23 Juni untuk Pilbup Garut 2018,” imbuhnya pula.

*******

(NZ/Fotografer : John Doddy Hidayat).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here