Curug Rahong Garut Kerap Menelan Korban Tenggelam

0
160 views
Ilustrasi. Air Terjun.

Garut News ( Ahad, 18/03 – 2018 ).

Ilustrasi. Air Terjun.

Pascapencarian nyaris selama seharian, Tim Basarnas dibantu warga masyarakat berhasil menemukan dua mahasiswa Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Bandung yang tenggelam ketika mandi di kawasan Curug Rahong sungai Cibodas Kampung Rahong Desa Sukajaya Kecamatan Cisewu selatan Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Sabtu (17/03-2018).

Mereka ditemukan di lokasi Curug Rahong menjelang Sabtu tengah malam. Keduanya berkondisi meninggal dunia.

Kapolsek Cisewu AKP Yayat katakan, korban pertama ditemukan Abdullah Rasyid Ibrahim (19) warga PRM PMI 2 Fe/10 RT 04/04 Pangulah UTR Kotabaru Karawang ditemukan sekitar pukul 23.10 WIB.

Setengah jam kemudian, sekitar pukul 23.40 WIB, ditemukan korban Anggi Januar Primacia Negara (19) warga Kampung Ciarog RT 01/03 Desa/Kecamatan Kersamanah Garut.

Keduanya dievakuasi ke masjid Al Ikhlas di Kampung Rahong untuk dilakukan pemeriksaan luar oleh pihak Puskesmas Cisewu.

“Ahad (18/03-2018) sekitar pukul 00.10 WIB, korban atas nama Anggi diantarkan ke rumah duka di Kersamanah Garut. Sedangkan korban atas nama Abdullah Rasyid asal Karawang menunggu ambulan Puskesmas,” kata Yayat.

Camat Cisewu, Doni katakan Curug Rahong menjadi lokasi tenggelamnya kedua mahasiswa Unjani itu curug tingkat dua, memiliki pusaran air sangat dalam.

Dua mahasiswa Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Bandung tengelam ketika mandi berenang di Curug Rahong aliran sungai Cibodas Kampung Mekarbakti RT 03/04 Desa Sukajaya Kecamatan Cisewu selatan Kabupaten Garut, Sabtu (17/03-2018).

Kejadian menimpa mereka ini berawal ketika 16 mahasiswa Unjani hendak pulang ke Bandung, seusai menghabiskan liburan di kawasan wisata Pantai Santolo Kecamatan Cikelet selama dua hari, sejak datang pada Kamis (15/03-2018).

Sebelum melanjutkan perjalanan pulang pada Sabtu (17/03-2018), rombongan beristirahat dulu di Kampung Mekarbakti Desa Sukajaya Cisewu, tak jauh dari lokasi air terjun atau Curug Rahong.

Mereka memanfaatkan waktu beristirahat tersebut dengan mengunjungi, dan menikmati keindahan Curug Rahong. Mereka pun mandi di air terjun tersebut.

Menurut salah seorang anggota rombongan, Surya (21), sebelum yang lainnya sempat mandi, Anggi duluan melompat ke sungai di bawah air terjun. Namun tubuh Anggi ketika itu langsung tenggelam, diduga terus terseret pusaran air sungai yang berarus deras.

Melihat kejadian tersebut, temannya, Abdullah terjun ke sungai hendak mencoba menolong Anggi.

Namun, seperti halnya Anggi, tubuh Abdullah pun tak pernah muncul lagi ke permukaan.

Menyadari berbahaya, para mahasiswa lainnya urung mandi. Dalam kondisi panik, mereka pun melaporkan kejadian kepada warga setempat, dan bersama-sama melakukan pencarian korban.

Kepala Desa Tosim Budi katakan, rombongan mahasiswa Unjani itu tiba di sekitar lokasi Curug Rahong sekitar pukul 08.00 WIB. Sebagian mereka berswafoto, dan sebagian lagi mandi.

Dia pun menyesalkan terjadinya peristiwa menimpa dua mahasiswa Unjani ini. Padahal pihaknya memasang plang peringatan agar pengunjung tak berenang di lokasi Curug Rahong.

“Curug itu memang berbahaya. Beberapa kali kejadian ada korban tenggelam di Curug Rahong,” kata Tosim.

Proses pencarian korban mendapatkan perhatian banyak warga. Badan jembatan Rahong berlokasi tak jauh dari lokasi kejadian pun dipenuhi warga setempat maupun pengendara sengaja berhenti menyaksikan pencarian korban.

*******

NZ/Fotografer : John Doddy Hidayat.