Covid-19 Mencekam 6.088 Pencari Kerja di Garut

0
24 views
Ilustrasi. Rawan Penularan Wabah Predator Pandemi Covid-19.
Ilustrasi. Terjun Bebas di Tengah Wabah Keparat Coronavirus Disease 2019, Selasa (14/07-2020).

“Gelisah Sangat Sulit Mendapat Pekerjaan”

Garut News ( Selasa, 14/07 – 2020 ).

Wabah predator Covid-19 juga berdampak kian mencekam 6.088 pencari kerja di Kabupaten Garut, belum mampu terserap lapangan pekerjaan. Sebab dari total 7.896 pencari kerja tercatat selama Januari hingga Akhir Juni 2020, hanya 1.808 mendapatkan penempatan kerja. 

Apalagi kini tenaga medis terpapar pandemi global di kabupaten setempat bertambah menjadi lima orang. Lantaran dikonfirmasi positifnya seorang tenaga medis perempuan 24 tahun asal Kecamatan Banyuresmi, Senin (13/07-2020).

“Sehingga semakin mencekam entah hingga kapan tak maksimalnya ketersediaan lapangan pekerjaan dimana pun,” ungkap Amir lulusan SMK yang hingga kini mengaku gelisah sangat sulit mendapatkan pekerjaan.

Sedangkan mereka yang bisa mendapat lapangan pekerjaan, terdiri 808 terserap PT. Changsin Reksa Jaya, dan 990 terserap PT. Hoga Reksa Garmen, ungkap Kepala Seksi Penempatan Tenaga Kerja pada Disnakertrans kabupaten setempat Agus Firmanyah, SE.

Di ruang kerjanya, Selasa, juga katakan rekomendasi calon tenaga Kerja Indonesia diberikan kepada 42 orang untuk penempatan luar negeri.

Masing-masing Brunei Darussalam satu orang, Hongkong empat orang, Malaysia 16 orang, Singapura 15 orang, Taiwan enam orang.

Ada pula Perpanjangan IMTA 11 orang, Penyelesaian Kasus TKI dua orang, dan  Permohonan Tanda Daftar Bursa Kerja Khusus dua orang.

Sedangkan sangat sulitnya mendapatkan pekerjaan pascakelulusan sekolah  di kabupatennya, diindikasikan kuat akibat masih merebak-maraknya penularan Covid-19.

“Membludaknya pencari kerja berdatangan ke Disnakertrans, hanya mendaftar sambil menunggu berakhirnya wabah pandemi maut itu, yang diharapkan kembali banyak terbukanya lapangan pekerjaan,” imbuh Agus Firmanyah.

Sebelumnya kasus baru positif Covid-19 menerjang petugas Puskesmas Cempaka Karangpawitan dijemput ke RSU dr Slamet, Ahad (12/07-2020). Sehingga pelayanan di Puskesmas Cempaka Karangpawitan, dan Banyuresmi dihentikan sementara.

Wakil Bupati Helmi Budiman pun beralibi, menyayangkan lamanya hasil swab tes Covid-19 di Laboratorium Kesehatan di luar Garut.

“Hasilnya hari ini. Padahal diperiksanya 15 Juni 2020, sekarang 13 Juli 2020. Hampir satu bulan. Ini mencemaskan semuanya, menunggu hasil lama,” katanya.

Dia mengakui, meski Garut memiliki alat swab tes Covid-19 metode PCR namun hanya bisa melayani pasien masuk RSU dr Slamet. Alat ini mencukupi kebutuhan tracking dan tracing.

Temuan kasus positif Covid-19 di Kecamatan Banyuresmi menjadikan tenaga medis Garut positif Covid-19 bertambah menjadi lima. Dua di antaranya masih dirawat di RSU dr Slamet, masing-masing KC-27 serta KC-28.

Sedangkan tiga positif Covid-19 lainnya dinyatakan sembuh, terdiri perempuan 35 tahun asal Garut Kota (KC-02), perempuan 47 tahun juga asal Garut Kota (KC-07), dan lelaki 26 tahun asal Cisurupan (KC-11).

Update data hingga, Selasa (14/07-2020) Pukul 18:01:56 WIB, totalitasnya menembus angka 4.972 kasus, meliputi 28 Positif, 84 PDP, 2.751 ODP, dan 2.109 OTG.

********

Abisyamil, JDH/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here