Covid-19 Gagalkan Wisatawan Kunjungi Taman Satwa Cikembulan

0
14 views
Ilustrasi.

“Pengelola Tingkatkan Kualitas Pelihara Satwa”

Garut News ( Selasa, 26/05 – 2020 ).

Masih merebaknya ancaman serius bahaya wabah predator pandemi global coronavirus disease Covid-19, diprediksikan menggagalkan kunjungan lebih 40.000 wisatawan ke Taman Satwa Cikembulan Kadungora Garut.

Lantaran nyaris sejak tiga bulan terakhir pengelola lembaga konservasi tersebut tidak menerima pengunjung, melainkan kian konsisten secara masif meningkatkan kualitas pemeliharaan seluruh koleksi satwa.

“Sehingga kondisi sekitar 448 individu dari 119 spisies termasuk satwa endemik dilindungi Undang-Undan RI, hingga kini seluruhnya berkondisi sehat,” ungkap Manager Taman Satwa Cikembulan, Rudy Arifin, SE kepada Garut News, Selasa (26/05-2020).

Suasana Jelang Lebaran di Kota Garut.

Sedangkan prediksi gagalnya lebih 40.000 wisatawan mengunjungi Taman Satwa ini, sebab pada momentum liburan sebelum Saum Ramadlan hingga sepanjang Lebaran Idul Fitri 1440 H/2019 silam, Taman Satwa itu menargetkan bisa menjaring sedikitnya 40.000 pengunjung.

“Menebar di Seluruh Wilayah Kecamatan”

Sekarang, kasus Covid-19 di Kabupaten Garut cenderung bertambah dan menebar pada seluruh 42 wilayah kecamatan kabupaten setempat, mulai wilayah utara, tengah, hingga selatan.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat, dari 3.486 kasus Covid-19 hingga 26 Mei 2020, kasus ODP (orang dalam pemantauan) menyebar di seluruh kecamatan.

Berdesakan di Pengkolan Saat PSBB, Pertokoan pun Bebas Dibuka.

“ODP terbanyak di satu kecamatan mencapai 166 kasus dan paling sedikit satu kasus,” kata Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 H. Muksin, Selasa (26/5/2020).

Total ODP mencapai 2.589 kasus, terdiri 157 kasus masih pemantauan; lima kasus dalam perawatan; dan 2.427 selesai pemantauan dengan 13 orang di antaranya meninggal.

Kemudian sebaran pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai lebih setengah dari jumlah kecamatan yang ada, tepatnya mencapai 27 kecamatan. Kasus PDP Garut saat ini mencapai 64 kasus, terdiri enam kasus sedang dalam perawatan dan 58 kasus selesai pengawasan dengan 14 orang di antaranya meninggal.

Orang tanpa gejala (OTG) tersebar di 15 kecamatan, dan kasus positif tersebar pada sembilan kecamatan.

Sehari Jelang Lebaran 2020 Pusat Kota Garut Nyaris Menyerupai Pasar Tumpah.

Total OTG mencapai 820 kasus, terdiri 388 kasus masih dalam tahap observasi, dan 432 kasus selesai masa observasinya tanpa ada kasus kematian.

Konfirmasi positif Covid-19 mencapai 13 kasus tersebar pada sembilan dari 42 kecamatan. Dari 13 kasus positif itu, tiga orang di antaranya masih dalam perawatan, delapan orang sembuh, dan dua orang meninggal dunia.

Kesembilan kecamatan terdapat positif Covid-19 itu terdiri Kecamatan Selaawi, Cibatu, Banyuresmi, Wanaraja, Garut Kota, Cigedug, Cikajang, Cisurupan, dan Kecamatan Tarogong Kaler.

Toserba Asia Garut Disesaki Pengunjung Jelang Lebaran Idul Fitri.

“Penambahan laporan kasus hari ini, tiga ODP dari Kecamatan Pakenjeng dan Kecamatan Karangpawitan, serta dua PDP dari Kecamatan Karangpawitan dan Kecamatan Kersamanah. Pasien saat ini dilakukan proses perawatan di RSUD dr Slamet,” ungkap Muksin.

Muksin juga Kepala Diskominfo Garut juga kembali mengajak masyarakat senantiasa waspada dengan tetap menghindari kerumunan, melakukan physical distance, menggunakan masker, dan rajin cuci tangan.

“Kita berharap dengan upaya bersama kita lakukan secara konsisten, pandemi Covid 19, khususnya di Kabupaten Garut segera berakhir,” katanya.

********

Abisyamil, JDH/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here