‘Close Loop’ Hortikultura Optimis 2021 Raih Keberhasilan Maksimal

0
18 views
Rahmat Jatnika, SP, MP.

Garutnews, Selasa (29/12 – 2020 ).

Siap Mengangkut Ragam Produk Hortikultura Garut.

“Sinergikan Rantai Nilai Pertanian”

Kepala Bidang Hortikultura pada Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Rahmat Jatnika, SP,MP optimis pada 2021 Program ‘Close Loop’ hortikultura kabupaten ini bisa maksimal meraih keberhasilan.

Lantaran bersistem mensinergikan rantai nilai pertanian, sejak hulu hingga hilir guna mewujudkan efisiensi berdaya saing, dan berkeadilan.

Sehingga dalam pola kemitraan closed loop, petani tak  hanya terhubung dengan perusahaan, bank, dan koperasi, melainkan juga dengan industri serta retail.

Hamparan Subur Garut.

Sementara diimplementasikan pada komoditas cabe merah, rawit, tomat, dan sawi. Bahkan Kemenko Bidang Perekonomian pun, Rabu (07/10-2020), menandatangani nota kesepahaman pengembangan pilot project kemitraan closed loop cabai di kabupatennya.

Dengan diinisiasi Kemenko Perekonomian, KADIN, dan IPB melibatkan pula Kementerian Pertanian, Pemkab setempat, UNPAD, PT. Pupuk Kujang, PT KAI, PT PASKOMNAS, PT 8Villages, PT Ewindo, PT. Indofood, serta PT Mercy Corp Indonesia.

Sedangkan demplot Closed Loop direalisasikan pada Kawasan Agrowisata Eptilu seluas tiga Hektare menyebar di wilayah Kecamatan Cigedug.

Bupati Rudy Gunawan menyampaikan dukungannya terhadap program closed loop pertanian cabai terintegrasi sebab bisa meningkatkan kesejahteraan petani di Indonesia, khususnya Kabupaten Garut.

“Saya siap menerima program-program di Kabupaten Garut demi kepentingan kesejahteraan masyarakat, terutama para petani penopang laju perekonomian” imbuhnya.

Skema pertanian bersistem Closed Loop membuat bibit cabai unggul disediakan langsung PT Ewindo, ketersediaan pupuk dipenuhi PT. Pupuk Kujang sesuai unsur hara diperlukan lahan.

Kemudian produk petani bakal langsung dihimpun offtaker berperjanjian kerja sama PT. Indofood Sukses Makmur Tbk, juga PT Pasar Komoditi Nasional.

Selanjutnya mobilitas hasil pertanian ke konsumen maupun pangsa pasar difasilitasi dengan moda transportasi Kereta Api (KAI). Menyusul Stasiun KA Garut akan kembali dioperasikan mengangkut penumpang beserta produk mata dagangan pertanian.

Pada helatan penandatanganan nota tersebut, relaksasi penerima “KUR SUPER MIKRO BRI” senilai Rp10 juta setiap petani disalurkan kepada tujuh petani usaha pertanian hortikultura di EPTILU.

Kemenko Perekonomian bersama Pemkab berharap implementasi model closed loop cabai di Kabupaten Garut bisa sukses, bahkan menjadi salah satu referensi pengembangan bisnis hortikultura cabai di Indonesia.

Kepala Bidang  Rahmat Jatnika, SP, MP Bersama Kadis Pertanian Kabupaten Garut, Ir Beni Yoga, MP Beserta Seluruh Jajaran Keluarga Besar Distan kabupaten setempat, dan Sekdis Pertanian Haeruman.

“Menyampaikan Selamat Menapaki 2021 Dengan Optimisme Maksimal                 Meraih Ragam Keberhasilan” 

*******

Pelbagai sumber, JDH.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here