Cipaganti Garut Berpotensi Dijadikan Desa Eko Wisata

0
41 views
Desa Cipaganti Cisurupan Garut, yang Memesona.

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Senin, 16/10 – 2017 ).

Desa Cipaganti Cisurupan Garut, yang Memesona.

********* Cipaganti Cisurupan Garut, Jawa Barat, berpotensi dijadikan desa eko wisata dengan tetap konsisten berbasiskan ekologi, dan konservasi.

Lantaran desa yang dihuni sekitar 1.480 kepala keluarga (KK) atau 4.646 penduduk tersebar pada wilayah seluas 336,720 hektare tersebut, selain memiliki keanekaragaman hayati termasuk terdapatnya habitat KukangĀ (Nycticaebus sp.). Juga terbilang rawan bencana meteorologi dan klimatologi.

Helene, Kandidat Doktor.

********* Bahkan desa yang terbaring bisu di perbukitan pada ketinggian berkisar 1.500 hingga 1.800 mdpl itu, merupakan kawasan rawan bencana Gunungapi Papandayan.

Namun kesejukan udaranya antara lain dengan hamparan beragam jenis sayur-mayur dan panorama alamnya yang indah, kian menguatkan Kabupaten Garut berjuluk “Swiss van Java”.

Kepala Desa setempat, Cucu Sukartini katakan destinasi obyek wisata traveling, serta kemasan lembah Sungai Cibeureum beraliran lava dingin, dipastikan bisa dijadikan daya tarik tersendiri ditunjang terdapatnya kegiatan “Litle Fireface Project” menyelamatkan kukang melalui ekologi, pendidikan, pemberdayaan.

Akademisi dari Spanyol di Cipaganti Cisurupan Garut.

********** Helene dari Oxford University mengemukakan pula, dukungannya terdapat Cipaganti dijadikan Desa Wisata Ekologi.

Dirinya bersedia menjadi guru masyarakat yang antara lain memberikan pemahaman tentang pentingnya manfaat kukang secara ekologis.

Diingatkan, kukang bukan satwa peliharaan, malahan gigitan taring kukang berbisa.

Tetapi si pemalu ini sangat efektif menyemai penyerbukan vegetasi kaliandra sehingga berguna untuk konservasi.

Karena itu keberadaan kukang pada habitatnya harus senantiasa harus diproteksi.

Kepala Desa Cipaganti.

********* Sedangkan predator hewan nokturnal tersebut, selain kerap diburu manusia juga macan tutul, kucing hutan, dan elang, berdasar observasi selama ini radius jelajah kukang pada habitatnya bisa mencapai dua kilometer, ungkap Helene kepada Garut News di Cipaganti, Senin (16/10-2017).

“Penguatan Sumber Daya Manusia”

Kepala Desa Cucu Sukartini katakan pula obsesinya menjadikan desa wisata, di antaranya dengan dukungannya pada upaya penguatan sumber daya manusia setempat, sehingga bersama Camat Cisrupan juga sangat mendukung penyelenggaraan SMA Terbuka berinduk di SMAN 17 Garut.

Punduh RW.03/04 Aas Sutarman di Tebing Sungai Cibeureum.

********* Meski pada tahun pertama ini berejumnlah murid 25, namun tetap diupayakan bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajarnya di SDN Cipaganti 2, imbuhnya. Ungkapan senada dikemukakan Punduh RW. 01, 02, 05 dan 06, Ayi.

Pengawas SMA Terbuka A. Ruhiat, M.Pd jelaskan yang berinduk di SMAN 17 Garut terdiri di Desa Pakuwon Cisurupan, Kampung Pasir Cintakarya Samarang, Desa Cipaganti Cisurupan, Desa/Kecamatan Cigedug, serta di Kecamatan Cikajang dengan total 162 murid.

Penguatan sumber daya manusia di Desa Cipaganti, diharapkan bisa pula menjadi penunjang perkembangan wilayah ini.

A. Ruhiat, M.Pd.
Rawan Bencana Gunungapi.

 

********* Menyusul selama ini kerap didatangi kalangan ademisi dari luar, dan dari dalam negeri seperti dari “Universitas Gadjah Mada” (UGM) Yogyakarta, mereka antara lain menyelenggaraklan penelitian tentang kalelawar, serta burung di desa ini, katanya.

 

*********