Cinta Pengorbanan Ibrahim Merebak Ke Penjuru Dunia

by
Ketua DKM An-Nuur, Ganjar Jojon Johari Memandu Pemotongan Hewan Kurban Sekaligus Mendokumentasikannya.

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Jum’at, 01/09 – 2017 ).

Ketua DKM An-Nuur, Ganjar Jojon Johari Memandu Pemotongan Hewan Kurban Sekaligus Mendokumentasikannya.

Terilhami ungkapan pegiat sosial politikSyukri Wahid’ di antaranya bertutur, mengenai profil inspiratif Ibrahim AS.

Dahulu kala dengan tangan kecilnya berani menghancurkan patung-patung berhala. Kemudian dengan tangan rentanya di kala senja, ia letakkan pisau tajam pada leher sang anak.

Sehingga konsistensinya tetap abadi, senantiasa menjelma menembus dimensi ruang dan waktu lantaran sejak usia remaja hingga di ujung senja bahkan sampai wafat pun, pecinta sejati hanya pada Allah SWT.

Perekat Kualitas Silaturahmi Seusai Shalat Idul Adha 1438 H.

Karena itu, beliau menjadi kekasih Allah SWT, setiap seluruh satuan umurnya sarat dengan cinta dan pengorbanan. Maka inti dari pekerjaan tersebut, mencintai adalah pengorbanan itu sendiri.

Riwayat Ibrahim AS, serpihan menyeluruh cerita tentang bertemunya cinta dan pengorbanan, bertemunya rindu dan pembuktian, juga bertemunya iman dan keteguhan.

Lantas bagaimana dengan kita?………    Walauhualam bi sawab.

Mewujudkan Kebersamaan.

Meski hingga kini, cinta beserta semangat berkorban itu, syiar beserta implementasinya kian merebak-marak ke seluruh penjuru dunia.

Termasuk melembaga pada lingkungan masyarakat Muslimin/Muslimat Masjid An-Nuur Citra Jaya Sentosa Tarogong Kidul Garut, Jawa Barat.

Mereka tulus ikhlas mengorbankan sebagian hartanya untuk berkurban, memenuhi seruan illahi yang diteladani Ibrahim AS, sehingga kaum dhuafa pun bisa menikmati  keteguhan beriman, bisa bersama memaknai Idul Adha.

Wujud Cinta dan Pengorbanan yang Hakiki.

Menikmati hari dipenuhi kelezatan, selezat daging kurban, diberikan keteguhan iman, seteguh Ismail. Serta dipenuhi bimbingan layaknya Ibrahim kekasih Allah SWT.

Semoga kesehatan, kemagfiratan, dan kebahagiaan senantiasa menyertai keikhlasan berkurban, Semoga rahmat Allah SWT juga senantiasa menyertai kita bersama keluarga di negeri Bernama Indonesia.

Mulianya cinta dan pengorbanan ini, berkumandang pula membahana dari setiap masjid maupun lapangan terbuka.

Disertai Kekhu’suan Do’a yang Tulkus-ikhlas.
Soliditas Kaum Muslimin.
Bertgakbir dan Menabuh Dulag.
Semarak.
Bahagia Bersama.
Sarat Kegembiraan.
Indahnya Kebersamaan.
Haiii.
Rame-rame.

Mengemuka dari para khatib shalat Idul Adha, dilanjutnya pemotongan hewan kurban antara lain berlangsung pada lingkungan Masjid An-Nuur.

Sedikitnya lima ekor sapi serta empat domba, mewarnai pelaksanaan ibadah kurban 1438 H ini.

 

********