Cimanuk Kembali Menggelegak Capai Ketinggian 5,5 Meter

0
20 views
Ayi Solihin Tunjukan Terjangan Muka Air Sempat Sangat Jauh Lampaui Limit Mistar Ukur pada Malam 20 September 2016 Lampau.

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Rabu, 01/03 – 2017 ).

Ayi Solihin Tunjukan Terjangan Muka Air Sempat Sangat Jauh Lampaui Limit Mistar Ukur pada Malam 20 September 2016 Lampau.
Ayi Solihin Tunjukan Terjangan Muka Air Sempat Sangat Jauh Lampaui Limit Mistar Ukur pada Malam 20 September 2016 Lampau.

Derasnya Sungai Cimanuk kembali menggelegak mencapai ketinggian 5,5 meter pada Selasa (28/02-2017) pukul 17.50 WIB.

Padahal ketinggian air pada kondisi relatif normalnya hanya 1,7 meter.

Namun pada hari yang sama pukul 17.00 berketinggian air 1,62 meter.

Sedangkan pada pukul 21.00 ketinggian air menurun dari 5,5 meter menjadi 3,3 meter.

Kemudian pada Rabu dini hari pukul 02.00 WIB berketinggian airnya tiga meter.

Demikian dikemukakan Ayi Solihin (53), Mandor Pos Duga Air Otomatik Leuwidaun Sungai Cimanuk di Paminggir Kecamatan Garut Kota kepada Garut News, Rabu (01/03-2017).

Ayi Solihin.
Ayi Solihin.

Dia mengaku sempat was-was dan melakukan pemantauan langsung hingga Rabu dini hari, lantaran khawatir terjadi kembali amuk Sungai Cimanuk di Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang sempat selama sekitar empat jam terjangan puncak ketinggian permukaan airnya mencapai delapan meter, berkecepatan lebih 50 kilometer per jam.

“Terjangan puncak amuk sungai tersebut, berlangsung sejak pukul 23.20 hingga menjelang pukul pukul 24.00 (Selasa, 20 September 2016), kemudian menurun pada ketinggian sekitar 4,5 meter pada pukul 04.15 (Rabu, 21 September 2016),” ungkapnya.

Dikatakan, waktu itu sebelumnya pada Selasa, 20/09-2016 pukul 19.00 ketinggian permukaan Sungai Cimanuk dibawah empat meter, dua jam kemudian maupun pukul 21.00 ketinggiannya menjadi diatas empat meter.

Disusul pada pukul 22.00 terus meningkat menjadi 4,3 meter hingga 4,5 meter, serta meningkat lagi pada pukul 23.20 menjadi berketinggian 7,7 meter hingga setinggi delapan meter menjelang tengah malam.

Kata dia, pemeriksaan muka air secara manual tersebut setiap hari tiga kali dilaksanakan Ayi Solihin. Masing-masing pada pukul 07.00, pukul 12.00, serta pukul 17.00 serta rekapitulasinya dilaporkannya setiap bulan.

Kendati seluruh hasil rekaman elektronik pada Pos Duga Air Otomatik Leuwidaun Sungai Cimanuk di Desa Paminggir Kecamatan Garut Kota ini, langsung bisa termonitor di Balai Pendayagunaan Sumber Daya Air di Cirebon.

Namun saat berketinggian puncak delapan meter, langsung melaporkan melalui telepon ke pejabat Balai Pendayagunaan Sumber Daya Air di Cirebon, pada Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat. Ternyata di sanapun sudah mengetahuinya.

Ayi Solihin pun langsung mengumumkan terjadinya peningkatan ketinggian muka air melalui pengeras suara di masjid.

Sedangkan sepanjang puncak kemarau panjang pada Agustus 2015, ketinggian muka air Sungai Cimanuk hanya lima centimeter dengan debit sekitar 2,4 m3 atawa sekitar 750 liter/detik.

Penurunan debit air mencapai 5.250 liter/detik ini, antara lain berakibat tak berfungsi atau keringnya tiga sungai pemasok “Daerah Irigasi” (DI) teknis, terdiri Cipacing, Cipeujeuh, serta Cimaragas, dengan cakupan areal persawahan sekurangnya seluas 700 hektare.

*********