Cimanuk “Tenggelamkan” Denyut Nadi Sosial Perekonomian Garut

0
3 views
Seorang Ibu Mengaku Kehilangan Rumah Tergerus Amuk Cimanuk, Sabtu (01/10-2016), Menghibur Diri Saksikan Alat Berat Benahi Aliran Cimanuk.

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Sabtu, 01/10 – 2016 ).

Seorang Ibu Mengaku Kehilangan Rumah Tergerus Amuk Cimanuk, Sabtu (01/10-2016), Menghibur Diri Saksikan Alat Berat Benahi Aliran Cimanuk.
Seorang Ibu Mengaku Kehilangan Rumah Tergerus Amuk Cimanuk, Sabtu (01/10-2016), Termenung Menghibur Diri Saksikan Alat Berat Benahi Aliran Cimanuk.

Foto berita Garut News pada akhir pekan ini, Sabtu (01/10-2016), khusus memotret duka bekepanjangan pasca amuk Sungai Cimanuk, lantaran selain memporakporandakan pemukiman penduduk, melibas areal pertanian dan perkebunan, serta fasilitas vital lainnya, juga menjadikan belasan penduduk masih raib, bahkan menewaskan puluhan warga.

Prahara akibat terdampak banjir bandang tersebut, berdasar  Pos Duga Air Otomatik Leuwidaun Sungai Cimanuk di Desa Paminggir Kecamatan Garut Kota, menunjukan terjadinya terjangan puncak ketinggian permukaan airnya sempat mencapai delapan meter, pada Selasa (20/09-2016).

Menghibur Diri Saksikan Alat Berat Benahi Aliran Sungai.
Menghibur Diri Saksikan Alat Berat Benahi Aliran Sungai.

Dengan membawa endapan lumpur sangat pekat, dan bebatuan air bah ini menyapu bersih apapun yang dilintasinya.

Sehingga, jika kondisi lingkungan kawasan hulu hingga sepanjang lintasan “Daerah Aliran Sungai” (DAS) tersebut tak segera dipulihkan.

Maka amuk sungai itu tak mustahil bukan hanya melibas kawasan yang dilintasinya.

Melainkan bakal bisa menenggelamkan seluruh denyut nadi sosial perekonomian di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Berdampak Sangat Dramatis.
Berdampak Sangat Dramatis.

Menyusul Undang-Undang Nomor 26/2007 tentang Ruang Terbuka Hijau mengamanatkan, untuk pelestarian lingkungan, dalam rencana tata ruang wilayah ditetapkan kawasan hutan paling sedikit 30 persen dari luas daerah aliran sungai. Setiap kota dan kabupaten pun harus memiliki ruang terbuka hijau mencapai 30 persen dari luas wilayahnya.

Namun berdasar temuan “Wahana Lingkungan Hidup Indonesia” (Walhi) Jawa Barat, rata-rata ruang terbuka hijau di 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat hanya tersisa 6-7 persen. Malahan sangat ironisnya  Kabupaten Garut hanya memiliki lima persen ruang terbuka hijau.

Cimanuk Tak Seramah Dahulu.
Cimanuk Tak Seramah Dahulu.

Sungai Cimanuk juga kini memiliki angka “Koefisien Regim Sungai” (KRS) maupun angka kritis tertinggi, dibanding sungai lain di Pulau Jawa. Makin tinggi angka KRS itu maka makin berpotensi menyebabkan banjir dan longsor.

Ambang batas kritis berada di angka KRS 80, namun kini DAS Cimanuk berangka 713 atau ada perbedaan debit yang tajam sampai 713 kali antara debit terendah dan debit tertinggi. 

Koefisien Regim Sungai/KRS, bilangan menunjukkan perbandingan antara nilai debit maksimum (Qmaks) dengan nilai debit minimum (Qmin) pada suatu DAS/sub DAS. Dari pelbagai hasil penelitian menunjukkan DAS Cimanuk memasuki kritis dan tidak sehat sejak 1980 an.

Menyisakan Luka Berkepanjangan.
Menyisakan Luka Berkepanjangan.

Angka tinggi KSR tinggi, menunjukkan hujan turun tidak mampu ditahan vegetasi di gunung dan bukit, akibatnya meluncur ke sungai-sungai menyebabkan debit air melimpah dalam waktu singkat.

Padahal pada kondisi kondisi normal berketinggian air berkisar 50 cm hingga 60 cm, bahkan lebih rendah atawa 40 cm berdebit air 6 m3/detik maupun 6.000 liter/detik.

Kemudian setelah dibangun Bendung Copong, ketinggian normalnya menjadi berkisar 80 cm hingga 90 cm, maupun terjadi peningkatan setinggi 30 cm.

Tatapan Tanpa Daya.
Tatapan Tanpa Daya.

Bencana banjir bandang Sungai Cimanuk ini, data sementara menelan 1.322 korban. Di antaranya menewaskan sekitar 34 korban, 19 korban dilaporkan hilang, serta sembilan korban dirawat di RS Guntur.

Kemudian juga memporak-porandakan 93 hektare areal pertanian, serta merusak delapan hektare areal perkebunan.

Total kerusakan rumah penduduk mencapai sekitar 2.511 unit.

Terdiri rusak berat 858 unit, rusak sedang 207 unit, serta rusak ringan 1.446 unit rumah. Terdapat pula sekitar 1.260 pengungsi.

Berdampak Tragis.
Berdampak Tragis.

Bahkan kini terdapat belasan penduduk mengalami trauma berat.

Akibat kehilangan ibu kandung, serta saudara terdekat termasuk kakak dan adik kandung yang tergerus terjangan amuk sungai itu, bersama rumah beserta nyaris seluruh isinya.

Kini, akibat banyak di antara kita tak bersahabat dengan alam melainkan habis-habisan mengekploitasinya.

Antara lain menjadi penyebab Sungai Cimanuk pun tak lagi seramah dahulu.

Semakin pekat dan berlumpur tebal.

Oyon (58), Selama Ini Setia Dengan Tugasnya Mengurus Jenazah.
Oyon. S (58), Selama Ini Setia Dengan Tugasnya Mengurus Jenazah.
Imat Ruchimat, Senantiasa Hadir Pada Lokasi Setiap Terjadi Bencana.
Imat Ruchimat, Senantiasa Hadir Pada Lokasi Setiap Terjadi Bencana.

Padahal selama ini sungai tersebut memberikan banyak nikmat kehidupan, mengairi areal persawahan, memiliki potensi perikanan, juga potensi tambang pasir, termasuk tempat anak-anak bercanda ria pada sungai yang melintasi beberapa kabupaten di Jabar.

 

********

Pelbagai Sumber.