Cikembulan Terapkan Prokes, Corona Tewaskan Ratusan Warga

0
5 views
Penerapan Prokes di seluruh empat herktare lebih kawasan wajib Taman Satwa Cikembulan. (Repro Foto : John).
Penerapan Prokes di seluruh empat hektare lebih kawasan wajib Taman Satwa Cikembulan. (Foto : John).

“Diberlakukan Kawasan Wajib” 

Garutnews ( Ahad, 31/01 – 2021 ).

Taman Satwa Cikembulan Kadungora Garut, selama ini senantiasa sangat ketat menerapkan protokol kesehatan bagi para pengunjung juga pada seluruh pengelola lembaga konservasi berbasis edukasi, dan lingkungan tersebut.

Manager Taman Satwa satu-satunya di Provinsi Jawa Barat ini, Rudy Arifin, SE katakan, upaya maksimal guna mencegah penularan pandemi itu, berupa penerapan protokol kesehatan di seluruh empat herktare lebih kawasan wajib.

“Wajib mengecek suhu tubuh, sering mencuci tangan, memakai masker, serta diwajibkan menjaga jarak minimal sejauh satu meter,” imbuh Rudy Arifin kepada Garutnews, Ahad (31/01-2021).

Wisata Edukasi Berbasis Lingkungan.

“Kewajiban sering mencuci tangan pun, lantaran disediakannya banyak fasilitas prokes,” imbuhnya pula.

Sedangkan geliat Taman Satwa ini senantiasa berlangsung dengan antara lain memanfaatkan bahan baku lokal setempat penuhi pakan ternak, namun konsisten memenuhi syarat kualitasnya.

“Tewaskan Ratusan Warga”

Garutnews melaporkan pula, kematian warga di kabupaten ini terpapar predator corona masih terjadi setiap hari sejak beberapa waktu terakhir, bahkan kini jumlahnya nyaris menembus angka 200 kasus.

Ilustrasi. Mobil di Garasi pun Mengenakan APD (Alat Pelindung Diri).

Menyusul adanya dua lansia pasien positif meninggal dunia asal Kecamatan Karangpawitan, dan Banyuresmi, Sabtu (30/01-2021).

Koordinator Komunikasi Publik/Humas Satgas Penanganan Covid-19 kabupaten setempat Muksin pun katakan, kedua pasien meninggal dunia laki-laki (KC-4547) 60 tahun dari Karangpawitan, dan laki-laki (KC-5757) 69 tahun dari Banyuresmi.

KC-4547 diketahui terkonfirmasi positif pada 10 Januari 2021, sempat diisolasi perawatan rumah sakit sebelumnya akhirnya meninggal dunia. Dia pun tercatat pasien ke-14 meninggal dunia terpapar Covid-19 asal Karangpawitan.

Ilustrasi. Mobil di Garasi pun Mengenakan APD (Alat Pelindung Diri).

Sedangkan KC-5757 terkonfirmasi positif pada 25 Januari 2021, meninggal saat masih isolasi perawatan. Dia pasien ke-13 meninggal dunia terpapar Covid-19 asal Banyuresmi.

Dengan meninggalnya kedua pasien tersebut maka keseluruhan pasien positif meninggal dunia di Kabupaten Garut bertambah menjadi 199 orang dari sebelumnya 197 orang. Mereka tersebar pada 30 dari 42 kecamatan di Kabupaten Garut.

Berdasar data Sub Divisi Pencegahan, KC-4547 dan KC-5757 juga merupakan pasien ke-83 dan ke-84 meninggal dunia terpapar Covid-19 di Garut dari kalangan lansia 60 tahun ke atas.

Persentase kematian positif di Kabupaten Garut kini mencapai 3,2 persen dari total jumlah positif 6.230 kasus.

Bersamaan meninggalnya dua pasien positif, terdapat laporan ditemukan 67 kasus baru positif. Ada 64 kasus di antaranya ditemukan berdasar pemeriksaan RT PCR laboratorium RSU dr Slamet pada 112 sampel swab. Tiga kasus lain dikonfirmasi hasil pemeriksaan RT PCR di fasilitas pelayanan kesehatan lain.

Muksin menuturkan, 67 kasus baru positif Covid-19 itu terdiri 37 perempuan dan 30 laki-laki, berusia antara dua hingga 75 tahun. Termasuk dua balita dan 12 lansia 60 tahun ke atas.

Mereka berasal dari Tarogong Kidul (13 kasus), Tarogong Kaler (9 kasus), Cibatu (8 kasus), Leles (7 kasus), Kadungora (5 kasus), Karangpawitan (5 kasus), Garut Kota (3 kasus), dan Wanaraja (3 kasus).

Kemudian dari Banyuresmi (2 kasus), Cilawu (2 kasus), Cisompet (2 kasus), Bayongbong (1 kasus), Cikelet (1 kasus), Karangtengah (1 kasus), Pamulihan (1 kasus), Selaawi (1 kasus), Singajaya (1 kasus), Sukawening (1 kasus), dan Talegong (1 kasus).

Kendati positif dan kematian akibat virus corona itu masih bertambah, terdapat perkembangan cukup menggembirakan dengan bertambahnya pasien dinyatakan sembuh 71 orang. Sehingga total jumlah pasien dinyatakan sembuh kini menjadi 4.377 orang (70 persen).

“Ada 1.107 pasien positif masih isolasi mandiri, dan 547 pasien positif dalam isolasi perawatan rumah sakit,” katanya.

Sedangkan angka kematian terkait kasus Covid-19 di Kabupaten Garut lebih banyak lagi jika ditambahkan dengan kasus suspek, dan probable, mencapai 241 kasus. Terdiri 199 kematian berstatus positif, 38 kematian suspek, dan empat kasus kematian probable.

*******

Abisyamil, JDH/Fotongrafer : Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here