Cihuni – Kadungora – Leles – Tarogong Kerap Terjebak Kemacetan

0
270 views

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Kamis, 05/05 – 2016 ).

Titik Lokasi rawan Kemacetan Lintasan Bundaran Tarogong Kaler.
Titik Lokasi rawan Kemacetan Lintasan Bundaran Tarogong Kaler.

Selama ini terdapat sedikitnya empat titik lokasi sumber kemacetan arus lalulintas pada lintasan jalan provinsi memasuki Kota Garut.

Masalah laten yang berlangsung bertahun-tahun tersebut.

Terdiri titik lokasi Kampung Cihuni, lintasan “Kereta Api” (KA) dan Pasar Kadungora.

Kemudian seputar Bundaran Tarogong Kaler.

Lintasan KA Kadungora.
Lintasan KA Kadungora.

Pantauan lapangan tim liputan Garut News pada puncak arus mudik libur panjang, Kamis (05/05-2016).

Menunjukan akibat semakin padat tersendatnya laju kendaraan, maka terpaksa sempat dilakukan buka – tutup atawa “one way” pada lintasan menghubungkan Kadungora – Leles.

Meski laju kendaraan pun sempat kembali tersendat pada titik Lokasi Warung Peuteuy.

Bahkan sepanjang tahun pada setiap akhir pekan, juga terjadi kemacetan pada titik lokasi maupun lintasan depan pabrik sepatu di wilayah Kecamatan Leles.

Kota Garut Diserbu Bis Pariwisata.
Kota Garut Diserbu Bis Pariwisata.

Kondisi itu, kian diperparah sempit dan banyaknya kerusakan badan jalan kabupaten, antara Kadungora hingga obyek wisata konservasi “Taman Satwa Cikembulan”.

Sehingga banyak kalangan wisatawan mengemukakan kekecewaan mereka.

Antara lain dikatakan Yudi(45) asal Cimindi Bandung.

Dia berpendapat, semestinya Pemkab setempat memiliki kepedulian.

Sekaligus sensitivitas segera melakukan pembenahan setiap lintasan ruas jalan menuju potensi destinasi wisata.

Para Penumpang Delman Juga Resah Terjebak Kemacetran Arus Lalulintas.
Para Penumpang Delman Juga Resah Terjebak Kemacetran Arus Lalulintas.

Seperti halnya pada lintasan menuju taman satwa ini, lantaran jika kondisi lintasan jalan wisatanya terus-menerus dibiarkan tak memadai, dipastikan nama baik pemerintah daerah menjadi “dipertaruhkan”, tandas Yudi dengan nada “ketus”.

Ungkapan senada disampaikan pula Widya(36), wisatawan lokal asal Bungbulang. Mengaku menyempatkan berwisata pada libur panjang, namun menjadi kecewa dengan kondisi jalan yang sempit dan banyak berlubang.

 

********

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here