Cegah Penyakit Menurut Ilmuwan Islam: Shalat dan Tak Marah

0
19 views
Mendalami Ilmu, dan Keterampilan Memanah di Masjid Kampus Peradaban Ponpes Yadul 'Ulya. Sebagai Upaya Meningkatkan Imunitas Tubuh Penangkal Penularan Wabah Penyakit.

Ahad 20 Sep 2020 06:00 WIB
Rep: Yusuf A/ Red: Nashih Nashrullah

Mendalami Ilmu juga Keterampilan Praktek Olahraga Memanah.

“Ilmuwan Muslim mengutarakan langkah cegah penyakit antara lain sholat dan tak marah. Ilustrasi shalat”

REPUBLIKA.CO.ID, Islam menekankan tidak hanya pentingnya mengobati penyakit, tetapi juga mencegah munculnya penyakit.

Abul Walid Muhammad ibnu Rusyd (wafat 1198) menempatkan metode menjaga kesehatan sebagai salah satu objek penelitiannya. Ibnu Rusyd adalah dokter, filosof, dan hakim kenamaan. Dia pula orang pertama yang menemukan dan menerapkan peranan latihan fisik dalam menjaga kesehatan.

Menimba Ilmu di Pusat Peradaban Masjid Ponpes Yadul ‘Ulya Garut.

Uraian mengenai pemeliharaan kesehatan termaktub pula dalam kitab Taqwim as Sihha (Menjaga Kesehatan) karya Ibnu Butlan, ilmuwan asal Irak. Dia mengemukakan enam hal yang dapat memengaruhi kesehatan.

Pertama, kebersihan udara. Menurut dia, udara bersih bermanfaat memelihara fungsi paru-paru.

Kedua, memperhatikan kualitas gizi makanan dan minuman. Ketiga, berolahraga atau gerak badan. Keempat, cukup tidur dan beristirahat.

Kelima, menenangkan pikiran dengan memperbanyak humor. Terakhir, tidak mudah marah, kecewa, atau sedih yang berlarut-larut.

Pojok Minimalis Perpustakaan Masjid Kampus Peradaban Ponpes Yadul ‘Ulya Garut.

Kitab ini diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dengan judul Tacuinum Sanitatis. Lewat tulisan The Arabs and Mediaeval Europe, N Daniel menyatakan, Ibnu al-Wafid menambahkan aspek spiritual sebagai bagian penting memelihara kesehatan. Misalnya, shalat.

Melalui shalat dan gerakan-gerakannya, seorang Muslim memeroleh dua keutamaan aspek medis sekaligus baik secara fisik maupun psikis. Beberapa pemikir sufi pada masa itu punya pandangan spiritual senada. Sufisme, dalam berbagai bentuk, memberikan masukan atas kesehatan diri, selain melindungi lingkungan.

Salah satu pemikiran Ibnu al-Wafid, seperti dikutip dari buku Ilmuwan Muslim Pelopor Hebat di Bidang Sains Modern, adalah praktik zuhud atau menahan hawa nafsu dunia serta menjauh dari kekayaan dan hidup sesederhana mungkin. Para sufi berkeyakinan, zuhud sebagai jalan mencapai kesehatan jiwa dan raga.

Peningkatan Kualitas Keimanan dan Ketaqwaan.

Kitab al-Adwiya al-Mufada atau Powers of Medicine and Food karya lain Ibnu al-Wafid menguraikan pengobatan serta makanan. Dia menjelaskan bahwa fungsi pengobatan adalah mengembalikan kesehatan tubuh. Ini mencakup dua hal. Pertama, memahami keseluruhan bagian-bagian tubuh dan fungsinya.

Kedua, pengetahuan tentang obat-obatan dan makanan. Ilmuwan asal Toledo ini percaya, apabila kedua aspek itu dapat terpenuhi, masing-masing orang akan sanggup menjaga kesehatan diri dan lingkungannya sehingga memperkuat langkah preventif. Langkah preventif menjadi gerakan pada masa sekarang ini.

*******

Republika.co.id/sumber : Harian Republika.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here