Cegah Penularan Covid-19, Pemkab Gelontorkan Rp7,5 Miliar

0
19 views
Ilustrasi.
Ilustrasi.

“Pengadaan satu juta masker menuai pro dan kontra”

Garut News ( Selasa, 25/08 – 2020 ).

Mencegah penyebaran menularnya Covid-19 yang masih terus meningkat, Pemkab Garut kembali mengalokasikan dana Rp7,5 miliar diperuntukan pembelian masker.

Di antaranya 1,5 juta masker diperuntukkan kalangan anak-anak (Raudlatul Athfal, Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Madrasah Diniyah, dan Madrasah Tsanawiyah).

Demikian dikemukakan Bupati Rudy Gunawan saat Apel Kesiagaan Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan Covid-19 di Lapang Apel Setda Garut, Selasa (25/08-2020).

“Kalau SMA, nanti kita bertemu dengan Bapak Gubernur, karena Bapak Gubernur. Tugas utama pemerintah melindungi anak-anak dipersiapkan bisa sekolah tatap muka,” imbuhnya.

Selanjutnya, kata dia, pemerintah daerah akan membeli 500 ribu masker akan diestafetkan kepada TNI/Polri, Majelis Ulama Indonesia (MUI), ormas Islam, PKK, Dharma Wanita, Pramuka, dan KONI. Masker nantinya disebar ke seluruh masyarakat di masing-masing lingkungannya, katanya pula.

Rudy pun sempat menyebutkan, Pemkab Garut sebelumnya membagikan satu juta lebih masker di estafetkan masing-masing seribu masker ke 442 kelurahan, dan desa serta 2.000 masker masing-masing untuk 42 kecamatan, dan puskesmas.

Berdasar catatan, pengadaan satu juta masker pada April 2020 itu, Pemkab Garut menyiapkan anggaran dari biaya tak terduga (BTT) mencapai Rp5 miliar. Pengadaan masker tersebut diklaim melibatkan kalangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), dan berlangsung secara transparan.

Namun pelaksanaannya, pengadaan satu juta masker ini menuai pro dan kontra. Baik dalam sisi pengadaan maupun pendistribusiannya. Sejumlah UMKM protes lantaran ditengarai pengadaan masker tersebut hanya menguntungkan kalangan tertentu berdekatan lingkaran kekuasaan.

Menanggapi pro kontra pengadaan satu juta masker itu, Rudy sempat pula menjanjikan sejumlah awak media pihaknya akan buka-bukaan agar duduk persoalannya terang benderang. Namun hingga kini, hal tersebut tak terbukti.

“Jika populasi penduduk Garut sekitar 3 juta jiwa maka dengan pengadaan satu juta masker setidaknya ada satu juta penduduk Garut mendapatkan masker dari dana APBD. Tetapi di lapangan, dari sepuluh penduduk Garut ditanya, belum tentu ada seorang pun menjawab menerimanya. Kebanyakan warga punya masker beli sendiri, atau dari sumbangan non pemerintah. Lalu siapa saja yang dibagi, dan bagaimana pembagiannya ? Enggak jelas. Konon dibagikan melalui kecamatan dan desa,” ungkap Ketua DPD Laskar Indonesia kabupaten setempat, Dudi Surpiyadi.

Karena itu, dia berharap, pengadaan masker kali kedua mesti transparan dan akuntabel, terang dan terukur, serta pembagiannya berkeadilan agar tepat sasaran. Tujuan pembagian masker untuk pencegahan Covid-19 benar-benar tercapai.

******

Abisyamil, JDH/Fotografer : Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here