Cara Cerdas Cegah Penularan Insfeksi HIV/AIDS di Garut

0
86 views
Hj. Eulis Dahniar, SKM.

Garut News ( Senin, 04/12 – 2017 ).

Oleh : Hj. Eulis Dahniar, SKM 

Fotografer : John Doddy Hidayat.

Hj. Eulis Dahniar, SKM.

Kini semakin mendesak segera diselenggarakannya upaya masif, maupun secara terus-menerus, terencana, serta terukur mengenai sosialisasi pemahaman mengenai ragam informasi HIV/AIDS khususnya di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Agar beragam lapisan masyarakat kabupaten setempat, mulai anak-anak, remaja, kaula muda hingga para orangtua bisa memiliki pemahaman yang baik, dan benar pada upaya pencegahan yang paling efektif, bahkan termasuk menanggulangi bahaya penularan insfeksi jenis penyakit yang mematikan tersebut. 

Sedangkan cara cerdas lain pencegahannya, sejak dini dimilikinya imunitas maupun kualitas moral yang bisa menumbuhkan kesadaran mengimplementasikan pola gaul, serta pola asuh yang baik pada lingkungan kehidupan keseharian.

Sehingga para orangtua pun terutama kaum ibu, kini bukan lagi jamannya mendokrin anak-anak di rumah untuk menjadi penurut, melainkan senantiasa merangkul mereka dengan membangun komunikasi secara “intens”, dan humanis.

Ilustrasi.

Juga berbasiskan keteladanan para orangtua, yang memosisikan dirinya sebagai teman baik yang akrab dengan anak-anak, sehingga senantiasa dapat menghadirkan kenyamanan mereka sebagai teman ngobrol, termasuk menjadi wahana ‘curhat’ anak-anak.

Maka dengan adanya keterbukaan pada setiap seluruh anggota keluarga di rumah, dipastikan bisa mewujudkan kecerdasan dalam berperilaku keseharian.

“Jika ada anak di rumah curhat memiliki pacar, jangan langsung dilarang. Melainkan sampaikan pemahaman secara detail dengan kesabaran, dan bahasa yang bijak mengenai pola pergaulan yang baik, dan sehat”.

Karena itu, para orangtua pada “zaman now” ini, berkewajiban pula secara terus -menerus menambah wawasan maupun pengetahuan mengenai banyak hal, yang di antaranya bisa diakses melalui sarana internet.

Sekaligus memberikan ketauladanan kepada setiap seluruh anggota keluarga, tentang pemanfaatan dunia maya yang baik, dan sehat pula.

Kondisi lingkungan beserta pola asuh di setiap rumah, merupakan inkubator bahkan laboratorium yang bisa mewujudkan generasi bangsa yang cerdas, berilmu, beriman, serta sebagai awal menebar pengamalannya dalam kehidupan keseharian.

Dari 8.440 penduduk terdiri 2.290 laki-laki, dan 6.150 perempuan di kabupaten ini yang di tes HIV/AIDS selama rentang waktu Januari hingga Oktober 2017, ada temuan baru 59 individu di antaranya positif terinsfeksi HIV/AIDS meliputi 48 laki-laki, dan 11 perempuan.

Dari 59 terinsfeksi positif HIV/AIDS ini. Selain didominasi usia produktif berkisar 25 – 49 tahun, juga didominasi 27 terinfeksi HIV akibat LSL sebagai populasi terbanyak HIV Positif.

Juga dari 59 terinsfeksi penyakit tersebut, ada delapan di antaranya positif terinsfeksi AIDS terdiri tiga laki-laki, serta lima perempuan.

Dipastikan mulai terkena insfeksi pada usia berkisar 15 hingga 20 tahun, lantaran masa inkubasi virusnya selama rentang waktu antara tiga hingga 15 tahun.

Sebelumnya temuan baru di kabupaten ini, sejak Januari hingga September 2017 terdapat 43 kasus terinfeksi HIV/AIDS yang  didominasi pula degradasi moral penyimpangan perilaku “Laki Sex Laki” (LSL) mendera 26 individu.

Sehingga selama dua bulan terakhir ada penambahan 16 kasus, atau delapan kasus setiap bulan yakni dari 43 kasus (akhir September 2017) menjadi 59 kasus (Oktober 2017).

Malahan selama rentang waktu tersebut, LSL terisnfeksi HIV positif juga bertambah satu kasus dari 26 kasus menjadi 27 kasus.

Mereka seluruhnya berusia produktif berkisar 20 hingga 45 tahun, terdiri 36 terinfeksi HIV, tujuh AIDS, serta tiga meninggal dunia lantaran terinfeksi AIDS selama rentang waktu Januari hingga September 2017.

“Akibatkan 169 Tewas Mengenaskan”

Pada momentum Peringatan Hari AIDS Sedunia tahun 2017 ini, menunjukan semakin mencemaskannya penyebaran populasi yang terinsfeksi positif jenis penyakit itu, di Kabupaten Garut.

Dari sedikitnya 410 populasi terinsfeksi positip HIV/AIDS hingga akhir Maret 2015. Mereka tersebar pada 26 wilayah kecamatan di kabupaten ini. Bahkan terdapat 138 populasi di antaranya tewas mengenaskan.

Sedangkan sampai Oktober 2017 populasinya bertambah menjadi sedikitnya 610 penduduk terinsfeksi HIV/AIDS positif, tersebar pada 31 dari 42 kecamatan di kabupaten setempat.

Dengan kasus terbanyak di wilayah Kecamatan Garut Kota, disusul Tarogong Kidul, dan di Kecamatan Tarogong Kaler.

Sehingga sejak akhir Maret 2015 hingga Oktober 2017 di Kabupaten Garut terdapat penambahan populasi terinsfeksi HIV/AIDS positif mencapai 200 kasus, demikiian pula penyebarannya kian meluas dari 26 wilayah kecamatan menjadi 31 kecamatan.

Maupun bertambah meluas pada lima wilayah kecamatan lainnya, dengan korban tewas mencapai ratusan populasi, atau sedikitnya 169 tewas mengenaskan.

“601 Penduduk 31 Kecamatan Garut Terinsfeksi HIV/AIDS”

Dari sedikitnya 610 penduduk terinsfeksi HIV/AIDS di Kabupaten Garut, Jawa Barat, tersebar pada 31 dari 42 kecamatan di kabupaten tersebut. Kasus terbanyak Kecamatan Garut Kota, disusul Tarogong Kidul, dan Kecamatan Tarogong Kaler.

********

Penulis : Kepala Seksi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat pada Dinkes Kabupaten Garut.