Canda Garut News Pekan Ini

Garut News ( Ahad, 02/03 – 2014 ).

Foto : John Doddy Hidayat.
Foto : John Doddy Hidayat.
Terdapat tiga Preman Mabok Berat..

Kemudian mereka menyetop Taxi mau Pulang..

Lantaran Si Sopir taxi Tau Kalau Mereka Mabuk Berat sehingga supir Membohongi Mereka,

Dia Hanya Menyalakan Mesin Saja Terus Mematiakannya lagi

Supir Taxi nya Bilang : “SUDAH SAMPAI !!”

Kemudian preman pertama Membayar Taxi, Dan Preman kedua pun ikut turun Dan Mengucapkan “terimakasih pak”

Nah giliran Preman ketiga neh Begitu Turun Langsung Menggampar tu Sopir .. “Plaaaaakkkkk!!!!!

Si Supir Langsung gemeter dia sangat ketakutan sebab menipu Para Preman itu !!

Dengan Gemeter Supir nya bertanya : “Kenapa Saya digampar bang??

Perman ketiga jawab dengan Nada Mabuk ” Gila Lo ! Cepet Banget nyupir nya, Hampir Mati gua tadi … Laen Kali pelan2 lo!!”

wkwkwkwkwkwwkkk

Kisah uang Rp1.000, dan Rp100.000

Uang Rp1000, dan Rp 100.000 sama-sama terbuat dari kertas, sama-sama dicetak dan diedarkan Bank Indonesia.

Pada saat bersamaan mereka keluar dan berpisah dari Bank dan beredar di masyarakat.

Empat bulan kemudian mereka bertemu lagi secara tak sengaja di dalam dompet seorang pemuda.

Di antara kedua uang tersebut terjadilah percakapan.

Kemudian Uang Rp100.000 bertanya pada Rp1.000, “Kenapa badan kamu begitu lusuh, kotor dan bau amis…? “

Dijawablah oleh Rp1000, “Lantaran aku begitu keluar dari Bank langsung berada di tangan orang-orang bawahan, dari tukang becak, tukang sayur, penjual ikan dan di tangan pengemis.”

Kemudian Rp1.000 bertanya balik pada Rp100.000, “Kenapa kamu kelihatan masih baru, rapi dan tak banyak berubah sejak keluar dari bank? “

Dijawab oleh Rp100.000, “Karena begitu aku keluar dari Bank, langsung disambut perempuan cantik dan beredarnya pun di restoran mahal, di mall dan juga hotel-hotel berbintang serta keberadaanku selalu dijaga dan jarang keluar dari dompet.”

Kemudian Rp1.000 bertanya lagi, “Pernahkah engkau mampir di tempat ibadah?“

Dijawablah, “Belum pernah.”

Rp1.000. pun berkata lagi, “Ketahuilah bahwa walaupun keadaanku seperti ini adanya, setiap Jum’at aku selalu mampir di Masjid-masjid, dan di tangan anak-anak yatim, bahkan aku selalu bersyukur kpd Allah, Aku tidak dipandang manusia bukan karena sebuah nilai tapi karena manfaat…”

Setelah mendengar perkataan dari uang seribu itu, uang seratus ribu akhirnya menangis lantaran merasa besar, hebat, tinggi akan tetapi tak begitu bermanfaat selama ini.

Subhanallah….

Semoga Allah selalu melimpahkan rezeki yang berlimpah dan halal, sehingga kita berkesempatan untuk bersedekah. Aamiin.

(Cantumkan jika ada doa khusus, agar kami para jamaah bisa mengaminkannya)

Bagikan agar banyak orang senantiasa istiqomah dan bisa meningkatkan ketakwaannya
kepada ALLAH SWT. ***

*******
Pelbagai Sumber.

Related posts