Camat – Puskesmas Sindangratu Berkolaborasi Sukseskan ‘Sebarsalam Poskestren’

0
184 views
Hj. Eulis Dahniar Menyerahkan Komitmen yang Ditandatangani Bersama Kepada Plt. Camat Pakenjeng Disaksikan Kepala UPT Puskesmas, Nurjaman, Danramil, serta Para Santri, dan Pemuka Agama/Tokoh Masyarakat.

“Wujudkan Mushola Secara Berswadaya”

Garut News ( Senin, 29/04 – 2019 ).

Hj. Eulis Dahniar Menyerahkan Komitmen yang Ditandatangani Bersama Kepada Plt. Camat Pakenjeng, Disaksikan Kepala UPT Puskesmas Nurjaman, Danramil, Kapolsek serta Para Santri, dan Pemuka Agama/Tokoh Masyarakat.

Plt. Camat Pakenjeng, Suherman, S.Sos dan Kepala UPT Puskesmas Sindangratu Pakenjeng, Nurjaman beserta seluruh jajaran kedua institusinya masing – masing. Mereka berkolaborasi menyukseskan ‘Sebar Salam’ (Sehatkan Barisan Santri Dari Dalam) menuju “Pos Kesehatan Pesantren” (Poskestren) Mandiri.

Bahkan kesepakatan melalui penandatanganan ‘komitmen’ yang dimediasi Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat pada Dinkes Kabupaten Garut, Hj. Eulis Dahniar, M.Kes tersebut, ditandatangani pula Komandan Koramil, Kapolsek, para Pimpinan Ponpes, Pemuka Masyarakat juga tokoh agama kecamatan setempat.

Plt. Camat Suherman Antara lain Disaksikan Kepala UPT Puskesmas Nurjaman Menandatangani Komitmen Bersama.

Plt. Camat Suherman katakan, kalangan santri di setiap pesantren sangat berpotensi menyukseskan terwujudnya kualitas ‘Perilaku Hidup Bersih dan Sehat’ (PHBS), lantaran pada setiap sosok santri sebagai ‘panutan’, serta ‘keteladanan’.

Figur panutan dan keteladanan para santri itu, tak hanya berlangsung pada lingkungannya, melainkan pada masyarakat sekitarnya. Baik saat ini maupun hingga masa mendatang.

Kepala UPT Puskesmas Nurjaman Saat Menandatangani Komitmen Bersama.

Suherman pun antara lain mengharapkan pula, kiprah Poskestren bisa berpotensi mencegah terjadinya ragam penyimpangan perilaku remaja termasuk kalangan pelajar yang tidak sehat, seperti selama ini kerap terjadi di kawasan perkotaan.

Pemerintahan kecamatan beserta jajaran, dan setiap seluruh institusi di lingkungannya, senantiasa meningkatkan koordinasi dalam pembinaan genarasi muda termasuk masif memotivasi sekaligus mengadvokasi pembentukan Poskestren.

Hj. Eulis Dahniar Detail Presentasikan Lima tahapan kegiatan ‘Sebar Salam’ Poskestren Mandiri.

“Dengan mengikut sertakan kalangan ulama, serta Kepengurusan MUI Kecamatan Pakenjeng,” ungkap mantan Kepala UPT KB Bungbulang/Mekarmukti tersebut, antara lain menambahkan.

Ungkapan dan harapan senada dikemukakan pula Kepala UPT Puskesmas Sindang Ratu Pakenjeng Nurjaman, yang juga menyatakan selain institusinya memiliki ragam sarana penunjang fasilitas kesehatan yang tersedia.

Penyajian Materi Kebersihan dari Perspektif Islami.

Secara berswadaya mewujudkan pula Mushola, sebagai sarana peribadatan yang juga bisa dimanfaatkan oleh siapa pun, sedangkan fasilitas kesehatan tersedia di antaranya 25 tempat tidur. Malahan kini pun dibangun ruang rapat staf di belakang Puskesmas.

Terdiri empat tidur pada gedung Poned, enam tempat tidur di ruang UGD, 14 tempat tidur di ruang rawat inap, serta satu tempat tidur khusus di ruang isolasi.

Berlangsung Dialog/Tanya Jawab Maupun Diskusi.

Ditunjang 63 sumber daya manusia dengan empat dokter umum, perawat gigi beserta fasilitas penunjangnya, dan tenaga lainnya termasuk personil non kesehatan, ujar Nurjaman.

Wilayah Kecamatan Pakenjeng, 65 kilometer arah selatan dari pusat Kota Garut, berpenduduk sekitar 73.150 yang tersebar pada 13 desa dengan luas wilayah mencapai 19 ribuan hektar memiliki sedikitnya 15 pondok pesantren.

“Lima tahapan kegiatan ‘Sebar Salam” 

Seluruh Peserta Mengemas Rencana Tindak Lanjut (RTL).

Lima tahapan kegiatan ‘Sebar Salam’ Poskestren Mandiri, dipastikan bisa menjadikan setiap santri/santriwati sebagai agen perubahan dalam mewujudkan PHBS.

“Lantaran mereka pun dapat menjadi penyuluh sebaya,” imbuh Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat pada Dinkes Kabupaten Garut, Hj. Eulis Dahniar, M.Kes dihadapan sedikitnya 50 santri dan para pengasuhnya di ruang pertemuan UPT Puskesmas Sindangratu, Senin ( 29/04 – 2019 )

UPT Puskesmas Sindangratu Pakenjeng.

Pada penyelenggaraan pembinaan “Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat”(UKBM) ‘Sebar Salam’ menuju Poskestren Mandiri, dikatakan Eulis, kelima tahapan kegiatan tersebut terdiri 1. ‘Pepesan’ (Penyampaian Pesan) Sehat, 2. ‘Bintang Bangkit’(Bimbingan dan Tantangan Bagi Kita).

Kemudian 3. ‘Gerus’ (Gerakan Perbaikan Terus Menerus), 4. ‘Sampul Biru’ (Santri Pulang Bisa Berubah), dan 5. ‘Berpesta Ria’ (Bersih Pesantrenku, Sehat Santriku).

UGD UPT Puskesmas Sindangratut.

Diingatkan Eulis Dahniar, kontribusi cakupan terwujudnya kesehatan masyarakat itu 35 persen ditunjang oleh perilaku, 40 persen lingkungan, lima persen faktor keturunan (genetika), sedangkan dari institusi teknis kesehatan (Dinkes) cakupannya 20 persen.

Bahkan kemampuan penganggaran dari pemerintah pun berkisar 30 persen, sehingga 70 persen di antaranya bersumber dari potensi masyarakat.

Sarana Memadai UPT Puskesmas Sindangratu.

Sehingga fenomena Poskestren Mandiri, sama sekali tidak identik dengan wujud gedung maupun sarana bangunan fasilitas kesehatan, melainkan dimulainya PHBS, yang bisa dilanjutkan dengan jalinan kerjasama Poskestren dengan Puskesmas.

Agar UKBM di lingkungan pesantren ini berbasiskan dari, oleh, dan untuk masyarakat dengan senantiasa mengedepankan upaya promotif dan preventif, rehabilitatif, tanpa mengabaikan upaya kuratif, tandasnya.

Kenyamanan Prima Pelayanan.

Jajaran Pengurus MUI Kabupaten Garut, detail pula mempresentasikan membangun perilaku hidup sehat yang Islami, dasar PHBS adalah ibadah lantaran kebersihan dan kesehatan sebagai kebutuhan yang azasi.

Adapun tiga kesepakatan yang menjadi komitmen bersama, terdiri Sosialisasikan Poskestren di Pondok Pesantren masing – masing, Pembentukan Santri Husada, serta Pembinaan dari pihak Puskesmas pada wilayah Kecamatan Pakenjeng.

Dilengkapi Mushola yang Dibangun Berswadaya.

Disajikan ragam model percontohan penyelenggaraan UKBM  ‘Sebar Salam’  Poskestren Mandiri Hidayatul Faizin Bayongbong sejak 2017, dipresentasikan Ust. Abdul Rozzaq, yang antara lain menjelaskan wujud santri peduli kesehatan, tanaman obat keluarga, dari santri, oleh santri, dan untuk santri.

Sedangkan 10 wilayah kecamatan prioritas pembinaan UKBM ‘Sebar Salam’ menuju Poskestren Mandiri, meliputi Kecamatan Pasirwangi, Kersamanah, Leles, Sukaresmi, Cikajang, Bayongbong, Cigedug, Cisurupan, Pakenjeng, dan wilayah Kecamatan Banjarwangi.

Terlindung Dari Sengatan Terik Matahari.

***********

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here