Camat Berprestasi Garut Malahan Keluyuran di Singapura

Garut News ( Senin, 20/01 – 2014 ).

Ilustrasi. (Foto: John Doddy Hidayat).
Ilustrasi. (Foto: John Doddy Hidayat).

Beralibi belajar Kebijakan “Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan” (PATEN), sejumlah camat di Kabupaten Garut, Jawa Barat, lakukan studi banding ke Bekasi dan Batam baru-baru ini.

Namun studi banding itu, menuai protes dan banyak kecaman dari sebagian camat lain.

Lantaran, para camat berstudi banding tersebut dikabarkan malahan keluyuran hingga ke Singapura.

Padahal seluruh kegiatan studi banding mereka didanai APBD Garut.
Diikuti 27 camat dinilai berprestasi dari 42 camat se-kabupaten setempat, berlangsung selama tiga hari.

Informasi diterima menyebutkan, semula hanya 13 camat akan studi banding.

Namun belakangan bertambah menjadi 27 camat.

Kabag Pemerintahan Setda Garut, Jajat Drajat membantah kegiatan itu hanya menghamburkan anggaran.

Kata dia, program itu langkah persiapan, sebab sesuai peraturan pemerintah, pada 2015 seluruh kecamatan kudu melaksanakan pelayanan prima pada masyarakat, katanya.

Karena itu, pihaknya hanya memprioritaskan 13 kecamatan.

Dikemukakan, camat ikut studi banding pilot project akan dideklarasikan pada Hari Jadi Kabupaten Garut, 16 Februari 2014.

“Tak ada unsur kedekatan atau tudingan lainnya. Ini jelas ada programnya, program PATEN, sesuai peraturan pemerintah,” katanya pula.

Namun juga diakui, terdapat beberapa camat keluyuran atau singgah ke Singapura.

Meski digaskan, hal itu kegiatan pribadi.

“Kami berangkat Rabu malam, dan tiba di Bekasi Kamis. Setelah itu langsung menuju Batam menggunakan pesawat. Jumat langsung ke Pemkot Batam. Karena Sabtu dan Ahad libur, ada sebagian camat jalan-jalan ke Singapura. Jadi tak benar para camat studi banding ke Singapura. Yang ke Singapuran itu urusan pribadi,” ujarnya.

Diharapkan, kebijakan PATEN mendorong pemerintah kecamatan memberikan layanan pada masyarakat secara prima, sesuai tugas dan fungsinya.

“Hasil studi banding ini bisa diadopsi kecamatan lain. Kita ingin 42 camat ikut. Namun keterbatasan anggaran, jadi hanya 13 camat dibiayai oleh APBD. Sedangkan sekitar 14 camat ikut lainnya atas biaya sendiri,” katanya.

*****

Zainul, JDH.

Related posts