Buruh Tani Garut Berpenghasilan Rp100 Ribu/Bulan

0
41 views

Esay/Foto : John Doddy Hidayat.

Garut News ( Ahad, 15/03 – 2015 ).

Ajat, Beristirahat Sejenak.
Ajat, Beristirahat Sejenak.

“Untung masih bisa hidup”, barangkali ungkapan tersebut bisa ditujukan bagi buruh tani yang setiap bulannya rata-rata berpenghasilan Rp100 ribu.

Seperti dialami Ajat, lelaki berusia 50 tahun dengan lima anak, selama ini menggarap sawah milik juragan atawa majikannya seluas 50 tumbak, atau 700 meter persegi.

Kepada Garut News, Ahad (15/03-2015), katakan dari sawah garapannya bisa memproduksi sekitar 400 kilogram “gabah kering basah” (GKB).

Piranti Pengusir Hama Burung.
Piranti Pengusir Hama Burung.

Setelah menjadi beras nilainya dibagi dua dengan pemilik tanah, sehingga penghasilan bersih yang bisa diperoleh Ajat sekitar Rp400 ribu setelah empat bulan menunggu panen.

Dikemukakan, sebenarnya bisa memeroleh penghasilan sekitar Rp750 ribu, namun nilai sebesar itu dipastikan terpotong biaya produksi.

Termasuk pembelian obat pemberantas hama tanaman, serta pupuk penyubur, kondisi ini juga diperparah masih banyaknya hama tikus, serta burung.

Nasib Buruh Tani.
Nasib Buruh Tani.

Ajat mengaku pula, selama ini dirinya tak pernah mendapat jenis bantuan apapun dari pemerintah, maupun Dinas Tanaman Pangan kabupaten setempat.

Meski kerap mengharapkan bisa diperolehnya bantuan bibit tanaman, maupun pupuk, serta obat pemberantas hama, imbuhnya, lirih.

Sehingga dengan penghasilan yang “cekak” tersebut, terpaksa mencari usaha yang bisa menambah penghasilan.

Antara lain guna memenuhi biaya sekolah salah seorang anaknya di SMK, yang setiap bulan berkewajiban membayar SPP sebesar Rp300 ribu.

Maka berupaya bisa menambah penghasilan, di antaranya beternak unggas, serta menggarap sawah milik juragan lainnya, demikian Ajat, menambahkan.

********

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here