Bupati “Turun Gunung” Sosialisasikan Kegiatan Banyuresmi Artha

0
45 views

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Jum’at, 29/04 – 2016 ).

Mobilisasi Alat Berat.
Mobilisasi Alat Berat.

Kehadiran PT Banyuresmi Artha di Situ Bagendit semakin mengundang pertanyaan banyak kalangan.

Lantaran bukan memerintahkan aparatnya mencabut plang kegiatan dinilai ilegal, serta mensterilkan keberadaan alat berat dan kapal penyedot air dipertanyakan penduduk, Bupati Rudy Gunawan malahan langsung “turun gunung”.

Dia melakukan sosialisasi kegiatan bakal dilakukan PT Banyuresmi Artha, di Aula PGRI Kecamatan Banyuresmi, Kamis (28/04-2016).

Sebelumnya, melalui surat bernomor 030/1259/UM/2016 tertanggal 25 April 2016, Bupati menginstruksikan camat setempat mengundang sejumlah perwakilan tokoh dari setiap desa di Kecamatan Banyuresmi agar menghadiri sosialisasi tersebut.

Pada kegiatan berundangan terbatas hanya beberapa puluh orang itu, Bupati menjadi pembicara tunggal. Kendati di sana hadir pula dari pimpinan PT Banyuresmi Artha.

Tak terlihat satu pun pejabat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) teknis terkait. Hanya tampak Camat Banyuresmi Ganda Permana, dan Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Garut Undang Saripudin.

“Baru kali ini ada kegiatan pihak ketiga, sosialisasinya dilakukan Bupati. Ini terlalu berlebihan, dan justeru menimbulkan kecurigaan. Sedangan pihak dinas teknis sendiri tak diikutkan. Sosialisasi ini kan mestinya kewajiban pihak ketiga ? Bupati itu hanya soal kebijakan,” kata Cecep petani

Di hadapan undangan, Bupati katakan dirinya melakulan sosialisasi langsung dengan alasan dirinya akan datang pada setiap kebijakan pemerintah daerah agar pelaksanaan kegiatannya berlangsung baik. Dia kembali menegaskan kegiatan dilakukan PT Banyuresmi Artha itu kegiatan eksplorasi untuk menaksir bahan material terkandung di Situ Bagendit.

Rudy juga memuji Direktur PT Banyuresmi Artha Deden Wahyudin sebagai pengusaha bisa menanggung resiko.

Anehnya, dalam sosialisasi tersebut, Rudy sama sekali tak menyinggung soal perijinan termasuk legalitas keberadaan PT Banyuresmi Artha di Situ Bagendit saat ini. Dia hanya menyatakan setelah sosialisasi hari itu, pihaknya akan membuatkan TOR untuk kegiatan penelitian akan dilakukan PT Banyuresmi Artha.

Kepada wartawan, Direktur PT Banyuresmi Artha Deden Wahyudin mengatakan sejak awal pihaknya diminta Bupati Rudy melakukan eksplorasi, penelitian awal terhadap proyek normalisasi dan pengerukan Situ Bagendit, kendati proyeknya sendiri masih dalam proses lelang.

Dia mengklaim penelitian awal ini disepakati dalam bentuk perjanjian tertulis, dan sepenuhnya dibiayai sendiri tanpa menggunakan dana pemerintah. Namun dia tak bisa memerlihatkan bukti surat perjanjian tersebut dengan alasan surat tersebut ada di kantornya.

Deden menyatakan pihaknya takkan melakukan gugatan ganti rugi terhadap Pemkab Garut meski ternyata lelang normalisasi dan pengerukan Situ Bagendit itu dimenangkan pihak lain. Dia beralasan apa dilakukannya itu semata demi kemajuan Garut, khususnya Situ Bagendit, katanya.

“Saya tidak akan menuntut ganti rugi berapapun nilainya. Karena dengan penelitian ini bisa bermanfaat bagi kemajuan Garut. Dan, sebuah resiko bagi dunia usaha, ada untung rugi. Makanya, jika perusahaan kami kalah lelang, kami tetap mendukung, dan membantu perusahaan pemenang lelang,” katanya pula.

Dia juga menyatakan pihaknya menghargai adanya larangan dari Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan Banyuresmi menghentikan beroperasinya penelitian awal, kendati didatangkan kapal penyedot pasir berikut sarana kelengkapannya ke Situ Bagendit.

********

( nz, jdh ).