Bupati Tak Jelaskan Penyebab Penenggak Miras Oplosan Konyol

0
114 views

Garut News ( Ahad, 07/12 – 2014 ).

Rudy Gunawan. (Foto : John Doddy Hidayat).
Rudy Gunawan. (Foto : John Doddy Hidayat).

Bupati Garut Rudy Gunawan menyatakan, Meski bukan “kejadian Luar Biasa” (KLB), biaya perawatan ke rumah sakit gratis.

“Sekali lagi, ini bukan KLB. Karena kasus ini terjadi dilakukan oleh masyarakat yang konyol. Dia itu coba-coba campuran ini dengan ini tanpa mengetahui campurannya itu sendiri,” katanya.

Namun tak dijelaskan penyebab mereka menjadi konyol tersebut?, sama halnya dengan pernyataan Gubernur Jabar penenggak miras oplosan akibat kebodohan mereka, tetapi gubernur juga tak menjelaskan penyebab kebodohan itu ?.

Dikemukakan Rudy Gunawan, kasus miras oplosan merenggut belasan korban nyawa di kabupatennya, bukan KLB.

Kendati demikian, biaya pengobatan bagi para korban dirawat di RSU dr Slamet Garut tetap digratiskan.

Kata dia, kasus miras oplosan terjadi akibat kekonyolan masyarakat mengonsumsi miras oplosan tanpa mengetahui apa terkandung dalam miras tersebut.

“Ini bukan KLB. KLB itu kan untuk penyakit. Tetapi ini kejadian karena perbuatan direncanakan. Mereka berencana minum oplosan tertentu,” kata Rudy kepada wartawan di Pendopo Garut, Ahad (07/12-2014).

Menurutnya, kasus miras oplosan saat ini tengah dalam penelitian. Dia berkoordinasi dengan pihak terkait meneliti penyebab terjadinya kasus tersebut.

Penyisiran pun bakal dilakukan ke daerah-daerah dicurigai menjadi tempat peredaran miras oplosan.

“Meski bukan KLB, biaya perawatan rumah sakit gratis. Sekali lagi, ini bukan KLB. Karena kasus ini terjadi dilakukan masyarakat yang konyol. Dia itu coba-coba campuran ini dengan ini tanpa mengetahui campurannya itu sendiri,” katanya.

Pelaksana Teknis Kepala Dinkes kabupaten setempat Teni Sewara Rifai menyatakan, tak terlalu memermasalahkan apakah kasus miras oplosan ini disebut KLB atau tidak.

“Hanya memang kalau melihat sifat maupun jumlah kasusnya, kasus sekarang ini ya luar biasa juga,” katanya pula.

Pantauan di lapangan menunjukkan, jumlah korban akibat miras oplosan hingga Ahad (7/12-2014) semakin bertambah, menjadi 26 korban.

Sebanyak lima korban terakhir berdatangan ke RSU dr Slamet Garut, Sabtu (06/12-2014). Tiga korban di antaranya pria, terdiri Rif (21), Ren (18), dan Ihs (21).

Serta dua korban lainnya perempuan, Ast (20), dan Mel (19).

Tetapi pada hari sama, empat korban sebelumnya dirawat intensif diperbolehkan pulang lantaran berkondisi dinyatakan tak mengkhawatirkan lagi.

Bagian Humas RSU Ade Sunarya katakan, kelima korban berdatangan, Sabtu tersebut relatif tak terlalu mengkhawatirkan.

Kondisi mereka bahkan kian membaik.

“Semua korban kondisinya baik dan diperbolehkan pulang,” ungkap Ade.

*********

Noel, Jdh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here