Bupati Sangat Sesalkan Buruknya Pelayanan RSU Garut

0
32 views
Bupati Sangat Sesalkan Buruknya Pelayanan RSU dr Slamet Garut.
“Program Baznas Garut Taqwa Bantu Renovasi Masjid Rp150 Juta”

“Program Baznas Garut Taqwa Bantu Renovasi Masjid Rp150 Juta”

Garut News ( Kamis, 27/06 – 2019 ).

Bupati Rudy Gunawan menyatakan sangat menyesalkan buruknya pelayanan RSU dr Slamet Garut, terkait terhambatnya proses rujukan bagi pasien, serta tak tersedianya obat yang diperlukan juga diperparah dokter yang judes.

“Saya merasa ‘ngenes’ di rumah sakit tak ada obat, pasien sempat tergeletak selama 1,5 jam di Puskesmas Cikajang karena belum tersedia tempat di UGD RSU, kemudian setelah dibawa ke RSU keesokan harinya pasien tersebut meninggal dunia ” ungkap Bupati dengan nada ‘ketus’.

Bupati Tandatangani Prasasti Masjid di Lingkungan Dinkes Garut.

Peristiwa sangat memilukan yang dialami seorang ibu pada dua hari menjelang Lebaran Idul Fitri 1440 H/2019 itu, termasuk pasien terpaksa membeli obat di apotek sebab di rumah sakit tak sersedia, detail dikemukakan Rudy Gunawan, Kamis ( 27/06 – 2019 ).

Ketika Bupati menghadiri Halal bi Halal Keluarga Besar Dinas Kesehatan kabupaten setempat, dan RSUD dr Slamet Garut. Dengan mengusung thema “Melalui Halal bi Halal Kita Perkuat System Rujukan di Kabupaten Garut”.

Simulasi Penanganan Proses Detail Rujukan yang Sama Sekali Tidak Menarik Perhatian Bupati Garut.

Pada bagian lain sambutannya, Bupati Rudy Gunawan mengingatkan pula agar dokter di rumah sakit tidak mengganggu masyarakat yang hendak membawa pulang pasien pada pagi hari, akibat harus menunggu pemeriksaan dokter yang sering datang siang hari.

“Jika dokter lebih mengutamakan kegiatan pribadi berpraktek diluar, maka silahkan mengundurkan diri dari rumah sakit,” tandas Rudy Gunawan.

Keluarga Besar Insan Kesehatan.

Dia pun menyesalkan jeleknya kualitas pekerjaan pemborong yang mengerjakan pembangunan Puskesmas, dinilainya nyaris tak ada yang bagus, selain itu menyesalkan pula sangtat kurangnya penyerapan alokasi dana APBD bernilai Rp30 miliar bagi pasien tak mampu yang belum memiliki asuransi kesehatan.

Bahkan juga disesalkan mutu pembangunan gedung gizi, yang belum bisa maksimal dimanfaatkan, lantaran keluar air dari bawah.

Antara Lain Dihadiri Mantan Kepala Dinkes Garut, dr H. Hendi Budiman, M. Kes.

Meski demikian disampaikan apresiasi atas kebersamaan insan kesehatan atas terselenggaranya Halal bi Halal Keluarga Besar Dinkes dan RSU, yang dinilainya jiwa korsa ini masih belum sebaik pada lingkungan Setda/Pemkab Garut Lainnya.

“Sering pada apel pagi senantiasa memotivasi pegawai agar memilikii jiwa korsa dan soliditas yang tinggi,” antara lain imbuh Bupati ketika didesak pertanyaan Garut News.

Pada rangkaian Halal bi Halal tersebut, Bupati mengaku pula percuma melihat proses rujukan yang disimulasikan, jika kenyataannya peristiwa pasien di Puskesmas Cikajang terpaksa lama tergeletak akibat hambatan rujukan.

Siapkan Penguatan Proses Promosi Kesehatan.

Kendati pasien yang wafat merupakan takdir dari Allah SWT, namun kita berkewajiban secara maksimal menyelenggarakan upaya pertolongan serta proses penyembuhannya, imbuh Bupati pula.

Sedangkan ungkapan terimakasih dan apresiasinya disampaikan kepada para pegawai Puskesmas yang berintegritas, serta kepada Baznas yang memiliki tata kelola keuangan sesuai arahan Baznas Provinsi Jawa Barat.

Bahkan melalui Program Baznas Garut Taqwa Bantu Renovasi Masjid di lingkungan Dinas Kesehatan bernilai Rp150 Juta.

“System Rujukan Masih Banyak Masalah”

Hikmah Halal bi Halal.

Plt. Kepala Dinkes Garut dr H. Maskut Farid, MM katakan komunikasi Puskesmas dengan UGD masih banyak masalah, sehingga system rujukan pun juga masih banyak masalah, maka mendesak diperlukan perbaikan system rujukan.

Dikemukakan ada delapan pekerjaan rumah, terdiri menjelaskan program stunting yang 30 persen tergantung penanganan Dinas Kesehatan, dan 70 persen secara lintas sektor, kemudian pencegahan yang fokus pada pokok masalah perkuatan Posyandu.

Sesepuh Insan Kesehatan.

Disusul upaya menurunkan angka kematian ibu, dan penurunan angka kematian neonatus, system rujukan, selanjutnya cakupan kesehatan semesta, juga preventif, promotif yang tak terjebak penyuluhan melainkan mencari program yang efektif.

Disusul penanganan limbah, jamban, dan sampah yang mewajibkan membeli sampah plastik, meningkatkan mutu layanan rumah sakit, dan Dinas Kesehatan yang terakreditasi, serta pengelolaan rumah sakit jiwa.

Rumah Sakit Garut diupayakan pula bisa menjadi rumah sakit rujukan yang paripurna, serta menjadikan rumah sakit yang mengembangkan layanan spesialis, ujar Maskut Farid.

********

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here