Bupati Malu Perkemahan Difabel Tak Gunakan Dana Pemkab

0
58 views

Garut News ( Kamis, 30/10 – 2014 ).

Ilustrasi. Perkemahan Pramuka. (Foto : John Doddy Hidayat).
Ilustrasi. Perkemahan Pramuka. (Foto : John Doddy Hidayat).

Terharu juga Terenyuh, bahkan sekaligus kagum. Berkecamuk di dalam benak siapapun menyaksikan sekitar 400 anak-anak difabel anggota Pramuka dari 25 Sekolah Luar Biasa (SLB) di Garut mengikuti agenda perkemahan.

Berlangsung pada Lapang Pesantren Al Jauhari di Kampung Sangojar Desa Sindanggalih Kecamatan Karang Tengah, Kamis (30/10-2014).

Mereka mengikuti Pertemuan Pramuka Luar Biasa se-Kabupaten Garut sarat semangat. Keterbatasan dimilikinya tak membuat menjadikan berkeluh kesah.

Seakan memerlihatkan pada seluruh masyarakat, keterbatasannya bukanlah kekurangan. Mereka pun berhak hidup layak, seperti umumnya orang normal.

Ketika salah seorang anggota tampil menjadi Komandan Upacara dengan bahasa terbata-bata agak sulit dipahami orang biasa, mereka hadir tampak tertegun. Pun Bupati Rudy Gunawan, Ketua Kwarcab juga mantan anggota DPRD Ahmad Bajuri, dan Pimpinan Pesantren Al Jauhari Jujun Junaedi.

Malahan Ketua Yayasan SLB Nurhakam Ida pun terbata-bata menahan haru biru saat memberi sambutan lantaran sangat terenyuh.

Sebelumnya semuanya serentak kompak memberikan tepuk tangan sarat decak kekaguman.

“Syukur Alhamdulillah, keinginan saya mengumpulkan anak-anak terbelakang ternyata punya semangat luar biasa ini terkabul. Saya bertekad terus berjuang meningkatkan anak-anak terbelakang, dan kekurangan ini sering kali di masyarakat dihina dan dicaci. Maka saya pesan, orangtua janganlah menyembunyikan anaknya terbelakang. Mereka juga harus maju,” imbuh Ida.

Juga menarik, meski memulai acara, para peserta kudu menunggu kedatangan Rudy Gunawan hingga berjam-jam, tak terlihat ada rasa lelah, apalagi putus asa di wajah mereka.

Sejak sekitar pukul 08.00 WIB, mereka bersigap berbaris di sepanjang jalan menuju pintu gerbang pesantren.

“Saya sangat senang mengikuti kegiatan ini. Ramai dan banyak teman-teman,” kata Nurinsani alias Sansan, murid kelas 12 SLB BC Bina Mandiri Banyuresmi dengan bahasa terbata-bata bercampur isyarat tangan.

Sejumlah orangtua peserta pun mengaku senang anak-anak mereka bisa ikut kegiatan tersebut.

Seperti dikemukakan Eden Rahman(48) asal Kampung/Desa Babakan Loa Pangatikan.

“Kegiatan ini baru pertama kali diikuti anak saya, dan saya tentu sangat senang. Sebab kegiatan semacam ini diharapkan bisa membina keterampilan sekaligus menguatkan rasa pecaya diri anak saya dan teman-temannya. Mudah-mudahan ke depan bisa digelar acara seperti ini, dan semakin lebih baik,” kata ayah dari Tegar, mengalami keterbelakangan mental dan kini bersekolah di SLB itu.

Selain perkemahan, dalam kegiatan tersebut digelar Penampilan Kreasi Seni ABK, Karnaval, Dialog dengan Bupati, dan Drum Band Pesantren al Jauhari.

Salah seorang guru SLB At Turmuzi 2 Malangbong Nuy Ruhyani katakan, bimbingan bagi anak didik bukanlah membuat anak didik menjadi pintar melainkan agar mereka bisa menjaga dirinya sendiri.

Terutama ketika berada jauh dari orang tua, atau lingkungannya.

Karena itu, kegiatan kepramukaan ini menjadi sangat penting bagi perkembangan mental anak-anak didiknya maupun anak-anak lain mengalami kekurangan.

“Maka, kita juga selalu menyempatkan pembelajaran anak-anak didik bersosialisasi dengan masyarakat, seperti kunjungan ke Puskesmas, gedung kesenian, atau olahraga bersama warga,” ujar Nuy.

Ungkapan senada dikemukakan Pimpinan Pesantren al Jauhari Jujun Junaedi. Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan Pramuka Luar Biasa itu, selain menyediakan lokasi acara, pihaknya juga menerjunkan sekitar 700 santrinya melebur membantu para anggota Pramuka luar biasa itu.

“Pendidikan di kelas kita liburkan. Tetapi pendidikan lain tetap berjalan dengan membantu langsung anak-anak Pramuka luar biasa ini bersama pembinanya. Ini juga kan sebuah pendidikan agar kesalehan sosial tak hanya sebatas wacana. Internalisasi nilai itulah paling sulit dalam pendidikan,” kata Jujun.

Bupati Garut Rudy Gunawan menyatakan apresiasi atas kegiatan tersebut. Dia bahkan katakan merasa malu karena kegiatan  tak melibatkan bantuan dari Pemkab Garut.

“Kegiatan ini sangat baik. Percayalah anak-anakku, kalian semua sehat lahir batin. Jadi jangan merasa rendah diri,” ujarnya.

Rudy pun sempat berjanji sebagai bentuk kepeduliannya pada kalangan difabel, pihaknya bakal merekrut 5 PNS khusus dari kalangan difabel pada 2015 mendatang.

Pihaknya juga mengalokasikan sebagian dana pajak rokok dari total senilai Rp40 miliar diterima Pemkab Garut untuk kebutuhan anak-anak difabel, katanya.

******

Noel. Jdh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here