Bupati Garut ‘Sosialisasikan’ Gerakan Besar Sadar Sehat

0
18 views
Bupati Membuka Kegiatan Sosialisasi.

Garut News ( Selasa, 21/05 – 2019 ).

Dihadiri 200 Peserta.

Bupati Garut H. Rudy Gunawan, SH,MH,MP membuka dimulainya rangkaian Sosialisasi Gerakan Besar Sadar Sehat “Sebar Salam” (Sehatkan Barisan Santri Dari Dalam) Melalui Penguatan UKBM Poskestren Tingkat kabupaten setempat.

Pada helatan yang berlangsung di Gedung Islamic Center, Selasa (21/05-2019), tersebut diikuti 200 peserta perwakilan lintas sektor, lintas program, para camat, para Kepala UPT Puskesmas, Pengelola Pesantren, Ormas, Organisasi Profesi, dan Perwakilan Media Massa.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Yeti Heryati, SKM, MKM.

Bupati katakan, sosialisasi ini juga salah-satu implementasi kita berkomitmen menebar  pentingnya hidup sehat, meski rendahnya pendapatan per kapita penduduknya berdampak pada aspek mewujudkan kehidupan yang sehat.

“Lantaran asupan konsumsi ’empat sehat dan lima sempurna, masih menjadi kendala masyarakatnya,” ungkap bupati.

Kepala Seksi ‘Promosi Kesehatan’ (Promkes) dan Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Kabupaten Garut, Hj. Eulis Dahniar, M.Kes.

Menyusul kemampuan daya beli penduduk masih pada posisi peringkat ke 24 se Provinsi Jawa Barat, dengan rata-rata pengeluaran per kapita haya Rp18 ribu/hari.

Masih terpaut jauh atau hanya 50 persen dari rata – rata di Jawa Barat, sehingga sangat memprihatinkan, sebab bisa berdampak kepada semua aspek kehidupan di antaranya pada lingkungan pesantren.

Karena itu, melalui kegiatan gerakan besar sadar sehat dapat menjadikan kabupatennya berkemampuan semakin banyaknya santri/santriwati, juga kalangan ulama yang menunjang Kabupaten Garut semakin maju dan Bertaqwa, imbuh Bupati Rudy Gunawan.

Plt. Kepala Dinkes Garut dr H. Maskut Farid, MM.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan  Kabupaten Garut, Yeti Heryati, SKM, MKM antara lain mengemukakan, ditetapkannya ‘Tujuh Gerakan Besar’  dari Dinkes dalam upaya memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, di antaranya ‘Gerakan Sadar Sehat’.

Sehingga melatar belakangi sosialisasi ini, kemudian jumlah Ponpes cukup banyak di Kabupaten Garut sedikitnya mencapai 1.204 (Data Kemenag 2018), namun umumnya kondisi kesehatan lingkungannya masih memerlukan perhatian dari berbagai pihak terkait.

Ketua Umum MUI Kabupaten Garut.

Baik dalam aspek akses pelayanan kesehatan, berperilaku sehat maupun aspek kesehatan lingkungannya itu.

Sedangkan tujuan pertemuan ini, adanya komitment dan dukungan semua pihak guna mewujudkan upaya peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat, serta pencegahan penyakit di pesantren bisa diwujudkan dengan adanya rencana aksi nyata dari semua pihak pula.

Nara Sumber Dinkes Jabar.

Dengan menghadirkan nara sumber Dinkes Provinsi Jabar, Dinkes Garut, serta Ketua MUI kabupaten setempat.

Dengan output kegiatan yang diharapkan, adanya pembagian peran untuk melakukan pembinaan, fasilitasi dalam peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat, serta pencegahan penyakit di Pesantren.

Para Peserta Sosialisasi.

Kemudian adanya rencana aksi yang akan dilakukan dan target hasil yang diharapkan disertai target waktu pemantauan yang akan dilakukan, serta adanya sinergitas kegiatan dari lintas sektor, dan lintas program dalam upaya pembinaan juga penguatan Poskestren.

Kepala Seksi ‘Promosi Kesehatan’ (Promkes) dan Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Kabupaten Garut, Hj. Eulis Dahniar, M.Kes kembali detail memaparkan ‘Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat’ (UKBM) Sebar Salam menuju ‘Pos Kesehatan Pesantren’ (Poskestren) Mandiri.

Eulis Dahniar pun detail pula megemukakan kebijakan pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan.

Berlangsung Sukses.

Di antaranya lima tahapan kegiatan ‘Sebar Salam’ Poskestren Mandiri, yang dipastikan bisa menjadikan setiap santri/santriwati sebagai agen perubahan dalam mewujudkan PHBS.

Sedangkan Plt. Kepala Dinkes Garut dr H. Maskut Farid, MM antara lain menjelaskan Gerakan Besar Pembangunan Kesehatan.

Terdiri Gagah Ti Garut (Gerakan Cegah Stunting), Asih ( Anak Sehat, Ibu Sehat), Si Jeruk (Sistem Jejaring  Rujukan), Sadar Sehat (Gerakan Hidup Sehat dan Pengendalian Penyakit).

Dukung Keberhasilan Sosialisasi.

Disusul Pesan Yakin (Cakupan Kesehatan Semesta Rakyat Miskin), Pembangunan RSUD Kelas D Baru, serta aktreditasi Puskesmas. Dengan pesan moral ‘Orang Sehat Dijaga Kesehatan, Orang Sakit Obati,’ imbuhnya.

Ketua Umum “Majelis Ulama Indonesia” (MUI) Kabupaten Garut, KH. Sirojul Munir akrab disapa Ceng Munir di antaranya mempresentasikan upaya mewujudkan kesehatan mental, sehat akal, sehat pikiran, dipaparkan pula paradigma hidup sehat oleh nara sumber Dinkes Jabar.

Antara lain terdapat pula usulan peserta, yang menilai mendesak segera dibangun pilot proyek pengolahan air bersih melalui penerapan teknologi tepat guna di Pondok Pesantren, berbiaya terjangkau namun efektif yang bisa memanfaatkan sumber air sumur, air hujan, serta air dari kolam maupun sungai.

*******

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here