Bupati Garut ‘Keukeuh’, PKL Enggan Tempat Gedung

0
11 views
Gedung PKL.1

Garut News ( Kamis, 11/07 – 2019 ).

Gedung PJKL.2

Jajaran Satpol PP Kabupaten Garut menertibkan pedagang kaki lima (PKL) biasa menggelar lapak di kawasan pusat kota atau Pengkolan. Bahkan disertai instruksi Bupati Rudy Gunawan agar para PKL segera menempati dua Gedung PKL disediakan di Jalan Guntur.

Tetapi instruksi Rudy tak mendadak sontak dipatuhi. Mereka bersikukuh enggan menempati Gedung PKL 1 maupun Gedung PKL 2 lantaran dinilai tak representatif, dan sepi.

Sehingga bersamaan kelimpungannya mencari tempat mangkal, para PKL tergabung Lembaga PKL Garut (LPKLG) menyambangi rumah dinas Bupati di Pamengkang Pendopo Jalan Kabupaten, Rabu (10/07-2019).

Ketua LPKLG, Tatang katakan pemaksaan berpindah ke Gedung PKL 1 dan Gedung PKL 2 bukanlah solusi, melainkan memerburuk ekonomi pedagang. Sebab, sebelumnya mereka pernah menempati kedua gedung PKL itu selama delapan bulan, ternyata malah menderita kerugian.

“Bukan untung, malah rugi besar. Sepi pembeli. Tak sedikit di antara kami akhirnya gulung tikar,” katanya.

Kedua gedung PKL yang dibangun menggunakan APBD sekitar Rp5 miliar ini pun seolah mubazir.

“Gedung PKL 1 dan 2 jauh dari layak. Kita bisa lihat tempatnya kurang representatif. Tak ada listrik dan air. Maka kami coba menghadap Bupati agar mencarikan solusi dari penertiban PKL di Pengkolan,” tandas Tatang.

Dia berharap Bupati memerbolehkan para PKL berdagang kembali di kawasan Pengkolan. Selanjutnya meninjau lagi kelaikan Gedung PKL 1 dan Gedung PKL 2.

Sedangkan Bupati Rudy Gunawan justru bersikeras menolak keinginan LPKLG berdagang kembali di kawasan Pengkolan. Mereka mesti pindah ke gedung PKL.

”Tidak bisa. Dulu, saya sudah memberikan kebijakan. Silahkan ditata dengan baik. Jangan semrawut sehingga tidak terkesan kumuh. Bahkan efek semrawutnya pedagang, masyarakat Garut marah terhadap saya. Mencaci maki saya,” tegas Rudy.

Meski demikian, dia menyarankan sementara Gedung PKL ditinjau dan diperbaiki. Para PKL berada di Pengkolan khususnya ruas Jalan Ahmad Yani bisa berjualan sekitar ruas Jalan Ciledug, atau dari Sumbersari-Ciwalen sampai arah timur Jalan Ahmad Yani.

Lantaran, daerah tersebut tak termasuk Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL), kata Bupati.

********

(NZ/Fotografer : John Doddy Hidayat).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here