Bupati Garut Ingatkan Posyandu Terdepan Gerakan Preventif

0
130 views
Bupati Garut.

Garut News ( Selasa, 31/07 – 2018 ).

Bupati Garut.

Bupati Garut H. Rudy Gunawan, SH, MH, MP mengingatkan, Posyandu bagian terpenting mewujudkan kualitas derajat kesehatan masyarakat. Karena merupakan terdepan gerakan preventif kesehatan.

Berupa beragam tindakan guna menghindari terjadinya pelbagai masalah kesehatan, yang bisa mengancam diri maupun orang lain di masa yang akan datang, termasuk merealisasikan komitmen penanganan masalah kesehatan 2018 ini.

Semangat Tingkatkan Kualitas Derajat Kesehatan Masyarakat.

Di antaranya Stunting, masalah kurang gizi kronis disebabkan asupan gizi kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan tak sesuai kebutuhan gizi.

Demikian diungkapkan Rudy Gunawan saat membuka pertemuan pemberdayaan masyarakat tingkat kabupaten bertemakan “Penguatan Posyandu dalam Penanganan Masalah Kesehatan Prioritas 2018” di Gedung Islamic Center kabupaten setempat, Selasa ( 31/07 – 2018 ).

Pemaparan Nara Sumber dari Kemenkes RI.

Sedangkan Puskesmas, juga diharapkan bisa menjadi rumah kesehatan dengan pelayanan yang harus dinamis maupun jangan statis, sehingga dokter pun harus keliling karena dilengkapi sarana – prasarana kesehatan memadai.

Diakui Bupati, kualitas SDM kesehatan sudah mumpuni. Sehingga saatnya maksimal mengerahkan semua sumber daya mewujudkan kualitas derajat kesehatan masyarakat, meksi masih diharapkan ada penambahan tenaga dokter di kabupatennya.

Nara Sumber dari Dinkes Provinsi Jawa Barat.

Rudy Gunawan pun menyatakan kekecewaannya, tak puas terhadap pemborong tak profesional mengerjakan pembangunan rehabilitasi Puskesmas, padahal harga satuannya lebih tinggi, ungkapnya juga dihadapan Kepala Dinkes dr H. Tenni Sewara Rifai, M.Kes.

Ir Dina. S, M.Kes dari Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenkes RI, detail mempresentasikan Kebijakan Kemenkes dalam Pembinaan dan Pengembangan Posyandu.

Drs H. Didit Fajar Putradi, M.Si Menyampaikan Presentasinya.

Di antaranya dikemukakan tujuan pembangunan kesehatan, paradigma sehat, penguatan pelayanan kesehatan, jaminan kesehatan nasional, kemudian Undang – Undang RI Nomor 36 Tentang Kesehatan.

Renstra Kemenkes, serta Penguatan Posyandu sebagai wadah pemberdayaan masyarakat berbentuk kemasyarakatan desa/keluarahan (LKD), yang diprakarsai masyarakat, dan dikelola masyarakat.

Para Kepala UPT Puskesmas.

Bersama pemerintahan desa/kelurahan guna memberikan kemudahan memeroleh pelayanan kesehatan masyarakat, imbuhnya.

Sedangkan Dedeh. H, M.Kes dari Seksi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat pada Dinkes Provinsi Jawa Barat, rinci memaparkan Peran UKBM Posyandu Dalam Upaya Penanganan Tiga Prioritas Masalah Kesehatan.

Sekretaris Dinkes Kabupaten Garut.

Antara lain dikemukakan kerangka kebijakan pemberdayaan masyarakat, program pemberdayaan masyarakat bidang sosial budaya, juga pengintegrasian layanan sosial dasar di Posyandu (Permendagri Nomor. 19/2011).

Sebelumnya Asisten Sekda Bidang Pemerintahan selaku Ketua Pokjanal Posyandu Tingkat Kabupaten, Drs H. Didit Fajar Putradi, M.Si menjelaskan perkembangan Posyandu Multi Fungsi di Kabupaten Garut.

Penutupan Rangkaian Pertemuan.

Selain detail mengemukakan pengembangan Posyandu, juga konsep dasar Posyandu, capaian lima program pokok di Posyandu, cakupan program KIA, program imunisasi, cakupan program tambahan di Posyandi.

Serta antara lain mengemukakan permasalahan pengembangan Posyandu di lapangan.

Sekretaris Dinkes setempat selaku Ketua Penyelenggara pertemuan katakan, helatan ini sebagai upaya mewujudkan ‘health coverage’ dalam percepatan eliminasi TBC, penanggulangan ‘stunting’, dan peningkatan imunisasi.

Bersama Para Nara Sumber.

Kondisi Kabupaten Garut dalam tiga permasalahan tersebut, perlu upaya segera dilakukan secara sinergis, baik lintas program, lintas sektor, dengan pelibatan masyarakat secara aktif.

Potensi upaya pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Garut melalui UKBM Posyandu sangat besar untuk mendorong keberhasilan penanggulangan tiga prioritas masalah kesehatan tahun 2018 di kabupaten setempat.

Diskusi/Tanyajawab.

Diikuti 250 peserta terdiri perwakilan lintas sektor SKPD terkait, yang tercantum dalam Pengurus Pokjanal Posyandu tingkat kabupaten, lintas program, Ketua Pokjanal Posyandu tingkat kecamatan se kabupaten.

Selain itu, para Kepala UPT Puskesmas, perwakilan akademisi, organisasi profesi, dan organisasi masyarakat.

*******

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.