Bupati Garut Beramai-ramai Kunjungi Negeri Seribu Gajah

0
60 views
Nurdin Yana.

“Sebaiknya Jangan Mendadak-sontak”

Garut News ( Kamis, 20/09 – 2018 ).

Nurdin Yana.

Bupati Garut Rudy Gunawan bersama para pejabat eselon dua di lingkungan Pemkab setempat beramai-ramai berkunjung ke negeri seribu gajah, Laos.

Katanya untuk mengintip peluang kerjasama ekonomi, sehingga rombongan bertolak dari Bandara Husein Sastranegara Bandung, Kamis ( 20/09 – 2018), dan diagendakan  hingga Ahad ( 23/09 – 2018 ).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Nurdin Yana katakan, Bupati bersama para pejabat Pemkab Garut ke Laos itu kunjungan kerja memenuhi undangan melalui KBRI.

“Guna menjajaki kemungkinan dilakukannya kerjasama perekonomian dengan Laos,” katanya

“Kita ke sana atas undangan Pemerintah Laos melalui KBRI. Izin (ke luar negeri) sudah ada. Juga, kita mengikuti pameran digelar Pemerintah Laos di sana, besok ( Jum’at, 21/09 – 2018),” katanya pula melalui telepon selulernya.

Nurdin pun hanya mengatakan hampir 80 persen pejabat eselon dua di lingkungan Pemkab ikut serta berangkat.

Dikemukakan, selain Laos, ada sejumlah negara juga mengundang Pemkab Garut berkunjung dalam rangka penjajakan kerjasama ekonomi. Salah satunya Swiss berkaitan pemanfaatan pengelolaan komoditas kelapa, kata dia.

Sedangkan egiatan utama di Laos sektor pertanian (41% dari pendapatan negara), berupa padi, jagung, tembakau, kopi, kapas, pisang, kelapa, pepaya. Juga mengembangkan sektor perdagangan komoditas ekspor utama hasil pertanian (beras, tembakau, kopi), hasil hutan (kayu mentah, kayu olahan, dan berbagai jenis kerajinan.

Kepariwisataan di Laos dikenal merupakan sektor industri dengan pertumbuhan tercepat.

Ketua DPD Laskar Indonesia Kabupaten Garut Dudi Supriyadi berharap keberangkatan Bupati Rudy bersama para pejabat Pemkab Garut keluar negeri termasuk ke Laos itu tak sekadar pelesiran melainkan benar-benar berupaya membuka peluang kerjasama demi mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Garut.

Sehingga keberangkatan ke luar negeri tersebut sudah direncanakan sejak awal, termasuk penganggarannya.

“Perjalanan Bupati maupun pejabat ke luar negeri, sekalipun atas nama memenuhi undangan negara lain tak selaiknya mendadak – sontak. Tak bisa karena ada undangan maka serta merta dipenuhi. Mesti jelas dulu tujuan, kepentingan, manfaat, prioritas atau bukannya. Sumber biaya pun harus jelas, direncanakan dari awal, dan masuk DPA. Dari biaya tak terduga, atau dari mana ?” imbuh Dudi.

Selain itu, rencana maupun hasil diperoleh dari kunjungan ke luar negeri pun mesti tersosialisasikan, dan bisa dipertanggungjawabkan. Termasuk penggunaan sumber pembiayaannya. Hal itu mesti dilakukan agar tak menjadi sak wasangka publik.

“Semestinyalah, yang dibuatkan regulasi itu bukan hanya perjalanan dinas dalam negeri, tapi juga perjalanan dinas keluar negeri. Hal itu agar menjadi pedoman perjalanan dinas bagi kepala daerah, pejabat Pemkab Garut maupun anggota DPRD,” ingatnya.

*********

NZ/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here