Bupati Garut Belum Bersikap Terkait Pasar Limbangan

Garut News ( Rabu, 26/02 – 2014 ).

Pengunjukrasa Tergabung P3L. (Foto: John Doddy Hidayat).
Pengunjukrasa Tergabung P3L. (Foto: John Doddy Hidayat).
Bupati Garut Rudy Gunawan katakan, pihaknya belum bisa memutuskan sikap terhadap tuntutan para pedagang Pasar Limbangan tergabung “Paguyuban Pedagang Pasar Limbangan” (P3L) mendesak mengeluarkan PT. Elva Primandiri pelaksana pembangunan Pasar Limbangan.

Kata bupati, lantaran pihaknya kudu memelajari posisi kasusnya secermat mungkin disertai hasil peninjauan lapangan.

“Kita melakukan peninjauan lapangan dulu bersama dinas terkait. Terdapat Tim Koordinasinya. Ini ada perubahan dari semula oleh IWAPPA (Ikatan Warga Pedagang Pasar), sekarang P3L. Sehingga kudu melihat pelbagai aspek sebelum diputuskan. Apakah juga terbukti ada wan prestasi, atau tidak,” katanya usai menerima sejumlah perwakilan P3L, Selasa (25/02-2014) petang.

Bupati Didampingi Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pengelolaan Pasar, Terima P3L, Selasa (25/02-2014). Foto: John Doddy Hidayat.
Bupati Didampingi Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pengelolaan Pasar, Terima P3L, Selasa (25/02-2014). Foto: John Doddy Hidayat.
Rudy tiba di lokasi para pedagang Pasar Limbangan berunjuk rasa, sekitar pukul 17.00 WIB.

Pertemuan Rudy dengan para pedagang Pasar Limbangan pun berlangsung singkat, hanya sekitar setengah jam.

Pihak PT Elva Primandiri tetap menegaskan pihaknya menempuh proses pembangunan Pasar Limbangan sesuai mekanisme, prosedur, peraturan dan perundang-undangan berlaku, katanya.

“Kami siap menyelesaikan permasalahan dengan pihak manapun memermasalahkan keabsahan kami selaku pengembang Pasar Limbangan ditetapkan sah. Kami sarankan jalur hukum solusi terbaik menyelesaikan permasalahan sebelum menjadi bias, bisa merugikan kami selaku pengusaha nasional dan merugikan para pedagang sendiri, berharap segera pindah ke pasar baru sedang kami bangun,” tandas Direktris PT Elva Primandiri, Elva Waniza.

Informasi dihimpun menunjukkan, usulan pembangunan Pasar Limbangan sebelumnya diajukan IWAPPA berdasar persetujuan seluruh pedagang.

Usulan tersebut direspon, dan disetujui Pemkab Garut, atawa Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Garut.

Setelah tender pelaksana pembangunan Pasar Limbangan dimenangkan PT Elva Primandiri, sejumlah pedagang melakukan protes dengan beragam alasan.

Mereka kemudian berhimpun dalam P3L.

P3L tersebut sempat menyatakan setuju direlokasi ke tempat penampungan pedagang pasar sementara, menyusul dimulainya pembangunan Pasar Limbangan.

Belakangan, mereka kembali memprotes pihak pengembang.

Antara lain lantaran dinilai terlalu mahal menetapkan harga jual kios dan los.

Direncanakan, jumlah kios dan los akan dibangun di Pasar Limbangan sebanyak 1.181 unit semi basemen lantai satu, dan lantai dua bertotal nilai sekitar Rp65 miliar.
*****
Noel, JDH.

Related posts

Leave a Comment