Buku Catatan Bapak Ilmu Komputer Dunia Laku Dijual Rp 12 Miliar

0
4 views

Garut News ( Rabu, 15/04 – 2015 ).

Alan Turing. (Science Photo Library)
Alan Turing. (Science Photo Library)

Buku catatan bapak ilmu komputer dan kecerdasan buatan, Alan Turing, laku dijual di New York dengan harga 1,025 juta dollar AS atau sekitar Rp 12,3 miliar.

Buku setebal 56 halaman itu berisi catatan Turing tentang dasar-dasar notasi matematika dan ilmu komputer. Buku tersebut juga merupakan satu-satunya manuskrip Turing yang masih ada saat ini.

Rumah lelang Bonhams New York yang menjual buku itu tidak bersedia menyebutkan nama pembelinya. Hasil penjualan akan disumbangkan ke badan amal.

Alan Turing, seperti diceritakan dalam film yang meraih penghargaan Oscar, The Imitation Game, merupakan pemecah kode Enigma Jerman pada masa Perang Dunia II.

Kode enigma mulai dikembangkan militer Jerman pada tahun 1920-an untuk berkomunikasi lewat radio. Kode dibuat dengan mesin Enigma dan hanya bisa dibaca oleh pihak yang memiliki alat pembacanya.

Saat Perang Dunia II, Jerman atau Nazi menggunakan kode itu sebagai basis komunikasi militer, misalnya komunikasi antar-kapal untuk menentukan arah gerak dan sasaran serangan.

Inggris yang merupakan anggota Sekutu berkepentingan untuk memecahkan kode tersebut. Sekolah Kode dan Kriptologi Inggris di Bletchey Park, Buckinghamshire, adalah salah satu pusat riset yang dahulu sibuk berusaha memecahkan kode Enigma.

Turing pernah bekerja di Bletchey Park. Di sanalah, pada tahun 1942, Turing menyusun catatannya yang kini terdapat dalam buku yang dijual di Bonhams itu.

Turing meninggal pada usia 41 akibat bunuh diri setelah menjalani terapi hormon untuk “menyembuhkan” homoseksualitas yang kala itu masih dianggap penyakit.

Sejak Turing meninggal pada tahun 1954, buku catatan yang kini dijual itu disimpan oleh matematikawan Robin Gandy. Selain buku catatan, Gandy juga memegang makalah-makalah ilmiah milik Turing.

Sementara Gandy menyerahkan seluruh makalah Turing ke Pusat Arsip di Kings College, Cambridge, pada tahun 1977, ia tetap menyimpan buku catatan itu karena adanya pesan pribadi yang ingin dijaganya sebagai rahasia.

Cassandra Hatton, Direktur Departemen Sejarah Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, mengatakan bahwa Turing berjasa besar.

“Kita tak tahu berapa banyak nyawa yang bisa diselamatkan. Pemecahan kode Enigma itu diperkirakan mempersingkat perang hingga 2 tahun,” katanya seperti dikutip AFP, Senin (13/4/2015).

********

Editor : Yunanto Wiji Utomo/Kompas.com