Bukti-Bukti Alquran Islam adalah Agama Sejak Manusia Ada

0
7 views

Jumat 21 Aug 2020 14:16 WIB
Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Nashih Nashrullah

Ilustrasi. Masjid Yadul ‘Ulya Garut.

“Alquran menyatakan Islam adalah agama yang ada sejak umat manusia ada”

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Islam yang menekankan pada tauhid adalah agama yang paling awal lahir. Hal ini merujuk sejumlah ayat-ayat Alquran.

Syariat Islam pertama kali Allah SWT perkenalkan kepada Nabi Adam dengan memerintahkan dua putranya Habil dan Qabil berqurban.

Perintah berkurban kepada putra Nabi Adam diabadikan dalam surat Al-Maidah ayat 27 yang artinya:

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْآخَرِ

“Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil)…..”

Agro Park Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya Garut.

Islam berlanjut diperkenalkan Ibrahim, Ismail, Ishaq, Yakub, dan anak cucunya. Ahmad Mansur Suryanegara dalam bukunya “Api Sejarah” menegaskan, bahwa 25 nabi dan rasul tidaklah berbeda agamanya, karena ia “nufarriqu baina ahadin min hum.”

“Sejak nabi pertama, Nabi Adam hingga nabi terakhir Rasulullah seluruhnya menyatakan dirinya sebagai Muslim. “Wa nahnu lahu muslimuun”, ayat itu sesuai surat Al-Baqarah ayat 136 dan juga surat Al-Imran ayat 84,” katanya.

Surat Al-Baqarah ayat 136 yang artinya:

قُولُوا آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَىٰ وَعِيسَىٰ وَمَا أُوتِيَ النَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ

“Katakanlah (hai orang-orang mukmin): “Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.”

Kampus Peradaban Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya.

Berarti dari ayat tersebut bisa dipahami bahwa, seluruh Nabi dan Rasul hanya membawa satu ajaran Allah yakni agama Islam yaitu, innaddina indallahil Islam (QS Ali Imran: 19).

Menurutnya, guna memahamkan pengertian Islam seperti di atas, Alquran menyerahkan kembali sejarah kerasulan. Bagi umat Islam yang benar-benar Islam, dan bukan pengikut Ahmadiyah, tentu dapat memahami mengapa Alquran menyatakan bahwa Rasulullah SAW sebagai nabi terakhir.

Istilah terakhir ini, kata dia, selain mengimani tidak ada lagi nabi sesudah Muhammad Rasulullah SAW juga mengandung pengertian adanya kesinambungan sejarah antara keseluruhan nabi dan rasul. “Dari awal Nabi Adam hingga terakhir Muhammad Rasulullah SAW adalah pembawa satu-satunya agama, yakni Islam,” katanya.

Lembah Kampus Yadul ‘Ulya Garut.

Ahmad mengatakan, pada umumnya, umat Islam Indonesia tidak membenarkan ada ajaran yang menyatakan Nabi Ibrahim as dan Nabi Musa as sebagai pembawa agama Yahudi atau Nasrani. Dan juga tidak membenarkan Nabi Isa membawa ajaran Kristen. Diyakininya Rasulullah SAW sebagai penyambung sejarah kerasulan dan sebagai penyempurna ajaran Islam dan hal itu ditegaskan Allah dalam surat Al-Maidah ayat 3:

ٱلْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِى وَرَضِيتُ لَكُمُ ٱلْإِسْلَٰمَ دِينًا ۚ

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.”

Menurutnya, guna menyederhanakan dan mempermudah pemahaman terhadap sejarah 25 kerasulan, maka Allah mewahyukan kembali sejarah lima nabi dan rasul yang disebut ulul azmi.

Ahmad Mansur Suryanegara. (Dokumentasi Jum’at, 28/11 – 2014).

Ulul Azmi adalah nabi dan rasul yang berhasil memperoleh kemenangan dalam menghadapi serangan lawan karena memiliki mukjizat. “Adapun Nabi dan rasul ulul azmi tersebut adalah Nuh AS, Ibrahim AS, Musa AS, Isa AS, dan Muhammad Rasulullah SAW,” katanya.

Nabi Nuh, menurut Ahmad Mansur Suryanegara, dituliskan hingga 43 kali dalam Alquran. Pengulangan ini kata dia guna meyakinkan kalangan non Islam, bahwa Nabi Nuh as diutus sebagai nabi Muslim yang menyerahkan kehendak dirinya kepada kehendak Allah. Berarti Nabi Nuh AS adalah pembawa ajaran Islam, seperti ditegaskan dalam surat Yunus 72:

وَأُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“Dan aku disuruh supaya aku termasuk golongan orang-orang yang berserah diri (kepada-Nya)”

Sementara itu, Nabi Ibrahim dituliskan kembali hingga 67 kali. Allah SWT membantah Nabi Ibrahim sebagai pembawa ajaran Yahudi Nasrani ataupun musyrik. Ketiga ajaran ini tidak bersumber dari Wahyu Allah. Dikuatkan kembali dengan Wahyu bahwa Nabi Ibrahim seorang nabi pembawa ajaran Islam dan muslim yang hanif. (QS Ali Imran: 67).
مَا كَانَ إِبْرَاهِيمُ يَهُودِيًّا وَلَا نَصْرَانِيًّا وَلَٰكِنْ كَانَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

“Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.”

Sedangkan Nabi Musa diulang-ulang namanya hingga 136 kali guna mengingatkan kembali kebenaran ajaran yang dibawa oleh Nabi Musa adalah Islam dan Nabi Musa mengajak kaumnya tawakal kepada Allah dan Muslim (QS 10: 84).

وَقَالَ مُوسَىٰ يَا قَوْمِ إِنْ كُنْتُمْ آمَنْتُمْ بِاللَّهِ فَعَلَيْهِ تَوَكَّلُوا إِنْ كُنْتُمْ مُسْلِمِينَ

“Berkata Musa: “Hai kaumku, jika kamu beriman kepada Allah, maka bertawakkallah kepada-Nya saja, jika kamu benar-benar orang yang berserah diri”.

Sementara itu, Nabi Isa diabadikan namanya dalam Alquran hingga 25 kali. Untuk mengingatkan kembali Nabi Isa tidak mengajarkan trinitas (QS 4:171 dan QS 5: 73). Dan tidak mengajarkan dirinya sebagai Kristus anak Allah melainkan sebagai hamba Allah dan utusan Allah.

Mengajarkan sholat dan membayar zakat (QS 19: 30-31). Juga Nabi Isa tidak pernah dibunuh dan disalib. Kecuali ada orang yang diserupakan dengan Nabi Isa sedangkan Nabi Isa diangkat Allah ke langit (QS 4:157 dan 158).

Bahkan, sahabat-sahabat Nabi Isa sendiri menyatakan. ‘Qolal hawaari yuuna nahnu anshorullah’ kami semuanya penolong-penolong agama Allah’. Selain itu, Alquran juga menolak kisah yang menjelaskan para sahabat atau murid-murid nabi Isa sebagai Nasrani.

Melainkan di hadapan Nabi Isa menyatakan, ‘wasyhad biannaa muslimun-Dan saksikanlah Ya Nabi Isa, kami semuanya adalah Muslim.’ (QS 3: ayat 52 dan QS 5:111).

Rasulullah SAW dalam Alquran hanya disebut lima kali namanya. Empat kali dengan nama Muhammad pada surat Ali Imran ayat 144, al-Ahzab ayat 40, Muhammad ayat 21, Al-Fath ayat 29 dan sekali dengan nama Ahmad pada surat As-Shaffat ayat 6.

*******

Republika.co.id/Fotografer : Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here