Bukan Cleopatra, Bukan Nefertiti, Bukan Hatshepsut

0
257 views
Cleopatra (Ilustrasi). Newyorker.

Senin , 04 December 2017, 01:07 WIB
Red: Karta Raharja Ucu

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Ali Akbar*

Cleopatra (Ilustrasi).
Newyorker.

Saat ini penulis sedang mengembangkan kajian Arkeologi Alquran (Quranic Archaeology). Kajian ini tergolong tertinggal jauh dibandingkan Biblical Archaeology yang sudah ada perkumpulan pengkajinya sejak tahun 1850. Arkeologi itu sendiri merupakan ilmu yang berusaha merekonstruksi kehidupan masa lalu berdasarkan bukti fisik (material culture) seperti artefak/benda, fitur/bangunan, ekofak/bukti alam yang terkait kebudayaan, situs dan kawasan sebagai lokasi kehidupan masa lalu.

Alquran dapat dikaji sebagai artefak tertulis baik media maupun isinya yang berupa kata dan kalimat dalam bentuk ayat dan surat. Berikutnya, kata dan kalimat dalam Alquran yang menyebut benda, bangunan, kondisi alam, dan lokasi dapat dikaji lebih lanjut. Sedikit demi sedikit, bukti arkeologi terkait suatu ayat atau surat menjadi semakin terungkap.

Selain itu, interaksi manusia dengan Alquran dalam rangka memahami dan merealisasikan dalam kehidupan keseharian juga menjadi lingkup kajian ini. Serial tulisan ini telah dikembangkan dan ditampilkan dalam bentuk ceramah sehingga lebih menyasar kepada umat Islam.

Mesir dikenal dengan peradaban kerajaan yang berlangsung sekitar 3.000 tahun lamanya. Berdasarkan penelitian arkeologi, banyak tokoh hidup di istana Kerajaan Mesir yang seluruhnya terjadi pada masa Sebelum Masehi (SM).

Jika berbicara mengenai tokoh perempuan, maka ada beberapa nama yang sering disebut orang. Tiga yang utama adalah Cleopatra, Nefertiti, dan Hatshepsut.

1. Cleopatra VII (tahun 69-30 SM) adalah fir’aun perempuan yang cerdik berpolitik dan lebih dikenal lagi karena kisah asmaranya. Ia menjalin hubungan dengan penguasa Kerajaan Rowawi yakni Julius Caesar dan bunuh diri bersama Mark Anthony.

2. Nefertiti adalah istri Fir’aun Akhenaten (Amenhotep IV) yang naik tahta sekitar tahun 1353 SM. Patung Nefertiti kini menjadi koleksi masterpiece museum di Jerman dan menjadi daya tarik pengunjung. Kecantikannya memberi inspirasi buat banyak orang.

3. Hatshepsut disebut-sebut sebagai fir’aun perempuan yang memerintah sekitar tahun 1479 SM. Ia adalah permaisuri Raja Tuthmosis II. Saat suaminya meninggal dan anak tirinya yakni Tuthmosis III masih kecil, ia menjadi raja. Ia menyatakan diri sebagai anak Dewa Amun.

Istri Firaun

Piramida Giza di Mesir peninggalan Firaun yang binasa akibat kesombongannya mengaku tuhan. (AP).

Jika berbicara mengenai perempuan pada masa Mesir Kuno yang tercantum dalam Alquran maka dapatlah disebut satu figur, yaitu istri Fir’aun. Alquran tidak menyebut siapa nama istri Fir’aun. Beberapa ulama tafsir menyatakan namanya adalah Asiyah. Alquran juga tidak menyebut tahun hidup istri Fir’aun.

Namun, peneliti memperkirakan sesudah masa pemerintahan Hatshepsut. Alquran juga tidak menyebut seperti apa paras istri Fir’aun.

Namun, pada Alquran disebutkan karakter dan keimanan istri Fir’aun.

Al-Qaşaş (28):9 – Dan berkatalah istri Fir’aun: “(Ia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan ia bermanfaat kepada kita atau kita ambil ia menjadi anak”, sedang mereka tiada menyadari.

Istri Fir’aun berusaha menyelamatkan bayi yang kelak disebut Nabi Musa. Ia melawan kehendak suaminya yang kejam. Fir’aun mengaku sebagai Tuhan atau dewa di dunia dan hendak membunuh bayi laki-laki karena khawatir kerajaannya akan direbut orang.

Selanjutnya, Istri Fir’aun juga memilih menjalani hidup sesuai ajaran Sang Pencipta. Ia tetap teguh meskipun harus berhadapan dengan Fir’aun dan kaumnya yang zhalim. Beberapa riwayat menyebutkan ia rela menerima siksaan demi mempertahankan keimanannya.

At-Taĥrīm (66):11 – Dan Allah membuat istri Fir’aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: “Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga, dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim.

Sungguh luar biasa keteguhan hati Istri Fir’aun. Allah SWT memasukkan peristiwa ini ke dalam Alquran agar menjadi perumpamaan bagi orang-orang yang beriman selama sepanjang zaman.

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Perempuan terbaik di dunia ini adalah empat orang: Maryam binti Imran, Asiyah istri Fir’aun, Khadijah binti Khuwailid dan Fatimah binti Muhammad.” (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Hisyam bin hakim).

Beberapa teladan dari Istri Fir’aun adalah:
1. Ia beriman kepada Allah SWT dan siap mati ketimbang mengikuti perintah suaminya yakni Fir’aun yang terkenal kejam.
2. Parasnya tidak disebut, tetapi kasih sayangnya melindungi dan menyayangi nyawa manusia membuatnya dikenang abadi.
3. Ia bukan ratu atau raja, tetapi amal ibadahnya membuat ia mendapat gelar Perempuan Termulia Penghuni Surga.

Semoga kita dapat mengambil teladan tersebut untuk diterapkan dalam hidup keseharian.

Wallahu a’lam

*Doktor Arkeologi lulusan Universitas Indonesia

********

Republika.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here