BPR Garut Diduga Lakukan Pemotongan Utang Fiktif

0
57 views

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Selasa, 28/06 – 2016 ).

PD BPR Garut.
PD BPR Garut.

“Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat” (PD BPR) Garut diduga kuat secara sepihak, dan mendadak sontak bahkan dinilai “gegabah” melakukan pemotongan utang fiktif senilai Rp20 juta pada Agus Heryanto,  korban dicatut namanya oleh oknum PD BPR Malangbong (kini Cabang PD BPR Garut).

Kepada Garut News, Selasa (28/06-2016), Agus Heryanto katakan pada 2008 dirinya menjadi korban pencatutan nama sebagai nasabah PD BPR Malangbong yang dianggap atawa seolah-olah memiliki utang Rp20 juta, sehingga diketahui jajaran direksi PD BPR Garut saat ini.

Agus Heryanto, S.Sos, M.Si
Agus Heryanto, S.Sos, M.Si

Sedangkan pemalsuan dilakukan oknum PD BPR Malangbong tersebut, tak sempat dilakukan proses penuntutan secara hukum lantaran oknum pemalsunya keburu ditahan aparat penegak hukum dalam kasus lain.

Korban juga mengaku, kini kedudukannya menjadi salah satu pengurus lembaga keuangan mikro di Garut, yang kebetulan memiliki urusan dengan PD BPR Garut dalam hal pinjam-meminjam.

Meski proses pinjam meminjam ini dilakukan pengurus lain, namun keterlibatannya pihak yang memberikan persetujuan. Sehingga berlangsung proses pinjam-meminjam, perjanjian kredit pun ditandatangani kedua belah pihak.

Tetapi sangatlan ironis, diluar pengetahuan malahan tanpa terdapat pembicaraan dengan Agus Heryanto. Ternyata permasalahan utang fiktif senilai Rp20 juta tersebut, harus diselesaikan dan korban dipaksa membayar uang sekitar Rp20 juta.

Dilakukan direksi PD BPR Garut secara sepihak, dengan cara memotong dari pinjaman diperoleh, padahal korban Agus Heryanto sama sekali tak berutang kepada PD BPR Malangbong, karena sebelumnya pun menjadi korban pencatutan nama, yang secara moril juga materil merasa sangat dirugikan.

Maka korban menilai, tindakan direksi PD BPR Garut selain tak berhati-nurani juga dinilai “melakukan perbuatan tak menyenangkan”, sebab permasalahan itu menjadi beban yang harus ditanggung secara pribadi.

Diingatkan, persoalan ini dipastikan bakal menjadi berkepanjangan. Apabila pihak PD BPR Garut tak segara menyelesaikannya secara baik juga elegan dengan korban pencatutan nama, tandas Agus Heryanto, kembali mengingatkan.

Dalam pada itu, hingga berita ini disusun masih belum diperoleh konfirmasi dari pihak PD BPR Garut, tentang skandal dugaan pemaksaan pemotongan utang fiktif dari korban pencatutan nama ini.

 

******