BPPTDK Margawati Beri Pakan Domba Garut Dengan Jerami

0
15 views
Mencari Jerami Hingga ke Kampung Panawuan.
Turun Ke Sawah Memungut Jerami Bekas Panen, Selasa (10/09-2019).

Domba Garut, Plasmanuftah Multi Potensial”

Garut News ( Selasa, 10/09 – 2019 ).

Garut News memotret dampak kekeringan kemarau 2019, selain raibnya penghasilan petani Garut mencapai Rp120,977 miliar, juga menampilkan petugas UPTD BPPTDK Margawati bergerilya mencari jerami hingga ke Panawuan Tarogong Kidul guna memenuhi kebutuhan pokok pakan ternaknya.

Padahal UPTD Balai Pengembangan Perbibitan Ternak Domba dan Kambing
Margawati tersebut, memiliki lahan seluas 26,5 hektare terdiri perkandangan dan perkantoran 2,5 hektare, kebun rumput 22 hektare dan lahan kritis berkemiringan curam 2 hektare.

Domba Garut.

Dengan total populasinya sekitar  1.613 Ekor, yang kini kesulitan mendapatkan pakan rumput akibat kekeringan lahan, ungkap petugas pencari rumput kepada Garut News di Kampung Panawuan, Selasa (10/09-2019).

Domba Garut atau Aries Ovis, plasmanuftah multi potensial bisa dijadikan situs warisan dunia. Lantaran keberadaannya hanya di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Indonesia.

Petugas Moda Angkutan Sampah, Disengat Terik Matahari Kemarau Panjang, Bersusah-payah Perbaiki Ban yang Terlepas.

Sedangkan prosfektifnya, selain banyak keunggulan berdaya saing kompetitif juga komparatif, sebab satwa ini selain bernilai ekonomi tinggi, sekaligus bisa dijadikan wahana penelitian ilmiah.

Dampak kemarau sejak Mei 2019 itu, juga antara lain berakibat peristiwa kebakaran di kabupaten setempat mengalami peningkatan signifikan.

Selama Agustus, bahkan mencapai 29 kejadian, atau rata-rata kebakaran pada bulan tersebut nyaris setiap hari sekali.

Padamkan Kobaran Api.

Kabid Operasi dan Penyelamatan pada Disdamkar, Wawan Sobarwan katakan selama Januari hingga kini terjadi 116 kejadian. Meski jumlah tersebut menurun dibandingkan 2018 dalam periode sama mencapai 147 kejadian.

Kebakaran kerap terjadi pada Agustus mencapai 29 kejadian, disusul Juni 20 kejadian, Juli 20 kali kejadian, dan Mei 14 kejadian.

“Kendati tak ada korban jiwa maupun luka. Baik petugas maupun warga. Hanya satu korban terdampak kebakaran luka ringan, itu pun hanya shock,” katanya, Selasa (10/09-2019).

Pekerja Membagi Hasil Memotong Padi yang Bisa Dipanen Akibat Kekeringan.

Sepanjang 2019 itu, didominasi kebakaran lahan, disusul rumah, los bata, dan lainnya.

Sumber api penyebab kebakaran beragam, antara lain konsleting listrik, kebocoran gas, pemantik api, dan puntung rokok.

Juga Mewaspadai Jika Terjadi Kebakaran.

“Human error atau kelalaian manusia pada beragam kejadian kebakaran ini dominan. Seperti lupa mematikan kompor saat memasak, buang puntung rokok sembarangan, membakar sampah sembarangan, dan membakar rerumputan kering di lahan agar mudah digarap saat turun hujan, justeru meluas tak bisa dikendalikan,” katanya pula.

Berupaya Hemat Gunakan Air di Musim Kemarau.

*******

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here