BNN Terus Maksimalkan Hadapi Permasalahan Narkoba

by

Jakarta, Garut News ( Selasa, 27/11 ).

Kepala BNN, Anang Iskandar, Lantik Pejabat Eselon Satu. (Foto: Humas dan Dokumentasi BNN).
Kepala BNN, Anang Iskandar, Lantik Pejabat Eselon Satu. (Foto: Humas dan Dokumentasi BNN).

Badan Narkotika Nasional (BNN) terus memaksimalkan upaya menghadapi permasalahan Narkoba di Indonesia, terus berkembang.

Sepak terjang BNN di bidang “Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba” (P4GN) tak lepas dari peran penting para pengambil kebijakan menyikapi setiap permasalahan timbul.

Kebijakan strategis yang BNN ambil, buah pemikiran mereka peduli terhadap kondisi bangsa Indonesia saat ini.

Permasalahan Narkoba saat ini, masih terus menjadi polemik senantiasa membutuhkan keseriusan kita bersama, upaya penanganannya.

Karena itu, hari ini, Selasa (25/11), Kepala BNN, Anang Iskandar, melantik dua Pejabat Eselon I nantinya melanjutkan perjuangan BNN memerangi kejahatan Narkoba di Indonesia.

Kepala BNN, memberikan amanat pada Drs Deddy Fauzy Elhakim, sebelumnya menjabat sebagai Pati Bareskrim Polri, agar melanjutkan tugas Deputi Bidang Pemberantasan BNN, sebelumnya dijabat Drs Benny J Mamoto, menyelesaikan masa kerjanya pada 2013 ini.

Tugas Deputi Bidang Rehabilitasi BNN diserahkan pada dr Diah Setia Utami, Sp. KJ. MARS sebelumnya Direktur Bina Upaya Kesehatan Jiwa Kemenkes RI menggantikan dr Kusman Suriakusumah, Sp. KJ, MPH.

Pergantian kepemimpinan hal lumrah, bagian dinamika organisasi menghadapi tantangan tugas ke depan.

Kepada kedua pejabat dilantik, Kepala BNN menyampaikan beberapa penekanan penting.

Pertama, seluruh pejabat kudu mengenali permasalahan di lingkungan kerja baru.

Kedua, para pejabat kudu melakukan langkah-langkah strategis meningkatkan kinerja.

Ketiga, para pejabat baru kudu mampu memerkuat kebersamaan internal, dan koordinasi instansi terkait dan seluruh komponen masyarakat.

Poin terakhir,  pejabat baru kudu membangun sifat kepemimpinan berorientasi pada tugas pokok dan kepentingan masyarakat.

Presiden RI dalam sambutannya pada puncak peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI), 24 Juni 2013 lalu, mengajak seluruh elemen bangsa bersama-sama menyamakan persepsi, dan pemahaman tentang dua hal.

Pertama, cara pandang masyarakat terhadap korban penyalahgunaan Narkoba.

Dibutuhkan pemahaman sama menangani korban penyelahguna narkoba agar tak terjadi kekeliruan menentukan solusi penyelesaian.

Kedua, penegakan hukum terhadap siapapun terlibat jaringan sindikat Narkoba.

Penegasan hukuman terhadap pelaku kejahatan Narkoba memberikan efek jera, dan penanganan korban penyalahguna Narkoba secara humanis memudahkan kita merangkul mereka kembali, menjadi generasi bangsa sehat, dan bebas dari penyalahgunaan Narkoba.

Demikian Kepala Bagian Humas dan Dokumentasi BNN, Kombes Sumirat Dwiyanto dari Jakarta kepada Garut News.

***** John.