BNN Temukan Zat Baru Narkotika Jenis Kertas

by

Jakarta, Garut News ( Sabtu, 16/11 ).

Ilustrasi. (Foto : John).
Ilustrasi. (Foto : John).

UPT Uji Laboratorium Narkoba Badan Narkotika Nasional (BNN) menemukan tiga zat baru, memiliki kandungan Narkotika, berbentuk lembaran kertas menyerupai LSD (Lysergic Acid Diethylamid).

Narkotika jenis LSD beredar di Indonesia selama ini, umumnya mengandung zat Lisergida.

Pada temuan kali ini, kedua Narkotika berbentuk kertas tersebut mengandung dua zat berbeda yakni 25C-NBOMe, 25B-NBOMe, dan 25I-NBOMe.

Senyawa 25C-NBOMe, dan 25I-NBOMe turunan dari fenetilamine, memiliki efek psychedelic (reaksi menenangkan jika berlebihan bisa mengakibatkan tak sadarkan diri) bagi tubuh manusia.

Sedangkan 25B-NBOMe memiliki efek halusinogen saat dikonsumsi manusia, zat ini juga pengembangan/turunan fenetilamine (2CB).

Tim Uji Lab BNN mendapatkan sample 25C-NBOMe dari pengungkapan kasus berhasil diungkap Tim Direktorat Penindakan dan Pengejaran Deputi Pemberantasan BNN bekerja sama petugas Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta, Jumat (08/12) lalu.

Sedangkan sample 25I-NBOMe diperoleh BNN dari laporan masyarakat datang pada BNN pada 10 Oktober lalu.

Sebelumnya, Narkotika serupa juga berhasil ditemukan Direktorat Tindak Pidana Narotika Bareskrim Polri  pengungkapan kasus di Perumahan Mahkota Mas, Cikokol, Tangerang.

Tim Bareskrim memberikan sample barang bukti pada BNN untuk diperiksa.

Hasilnya barang bukti berbentuk kertas ini, mengandung senyawa lain yakni 25B-NBOMe.

Tim BNN melakukan pengembangan lebih lanjut guna memastikan, kedua Narkotika tersebut jenis baru beredar di Indonesia.

Kedua zat itu, pertama kali ditemukan Ralf Heim di Free University Berlin pada 2004.

Pada beberapa Negara di dunia, kedua zat ini memang popular digunakan sebagai bahan pembuat Narkoba berbentuk kertas.

Tetapi, di Indonesia Narkoba kertas mengandung zat 25B-NBOMe, dan 25C-NBOMe baru pertama kali ditemukan, serta belum terdaftar di dalam UU No. 35/2009 tentang Narkotika.

LSD sendiri, zat halusinogen popular 1960-an.

Pertama kali ditemukan pada 1938 oleh Albert Hoffman (1906-2008).

Pada Undang-Undang No. 35/2009 tentang Narkotika, LSD masuk ke dalam Narkotika Golongan I nomor urut 36.

Jika disalahgunakan, LSD bisa menimbulkan reaksi tegang, ilusi pandang/halusinasi, lemahnya kemampuan pengendalian diri, serta rasa khawatir berlebihan.

Demikian Kabag Humas dan Dokumentasi BNN, Kombes Sumirat Dwiyanto dari Jakarta kepada Garut News, Sabtu (16/11).

***** John.