You are here
BNN Jalin Kerjasama dengan BBPK Kemenkes POLKAM 

BNN Jalin Kerjasama dengan BBPK Kemenkes

Jakarta, Garut News ( Rabu, 09/10 ).

Kepala BNNK Garut, AKBP Widayati, BA Detail Telisik Rencana Kerja Seksi Pencegahan. (Foto: John).
Ilustrasi, Kepala BNNK Garut, AKBP Widayati, BA Detail Telisik Rencana Kerja Seksi Pencegahan. (Foto: John).

Guna meningkatkan kerjasama, dan menyinergikan gerak langkah mewujudkan komitmen bersama pada upaya “Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba” (P4GN), BNN menandatangani perjanjian kerja sama dengan “Balai Besar Pelatihan Kesehatan” (BBPK) Kemenkes.

Penandatanganan nota kesepahaman ini dilakukan Yappi Manafe, Deputi Pencegahan BNN, dan R. Wisnu Hidayat, Kepala BBPK Kemenkes, di Gedung BBPK, Jl. Raya Puncak Ciloto KM 90, Cipanas, Puncak – Cianjur, Jawa Barat, Rabu (9/10).

Nota Kesepahaman antara BNN dengan BBPK bertujuan membangun kerja sama dalam rangka P4GN melalui pendidikan, dan pelatihan serta meningkatkan kegiatan P4GN, juga pemberdayaan masyarakat.

BBPK, Unit Pelaksana Teknis Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan Kemenkes mempunyai tugas menyelenggarakan pendidikan, dan pelatihan serta pengembangan SDM kesehatan dan masyarakat.

Pada perjanjian kerja sama ini, BBPK memberikan kontribusinya pengembangan kompetensi widyaiswara, narasumber, dan fasilitator pendidikan dan pelatihan; pengkajian kebutuhan pendidikan dan pelatihan; pengembangan kurikulum dan modul pendidikan dan pelatihan; penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan.

AKBP Widayati, BA (Foto: John).
AKBP Widayati, BA (Foto: John).

Serta pelaksanaan evaluasi pendidikan, dan pelatihan pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba.

Selain itu, BNN berharap BBPK juga bisa berperan pada pelaksanaan diseminasi informasi, dan advokasi P4GN serta pelaksanaan sosialisasi wajib lapor, dan rehabilitasi bagi pecandu atawa korban penyalahguna Narkoba.

Menyusul, situasi dan kondisi penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba di Indonesia semakin memprihatinkan.

Setiap tahun jumlah penyalah guna semakin meningkat.

Berdasar survey BNN bekerjasama Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia 2011, terdapat peningkatan presentase jumlah penyalahgunaan Narkoba cukup signifikan setiap tahunnya.

Pada 2009 tercatat 1,9% dan meningkat menjadi 2,2% pada 2011 dari populasi penduduk Indonesia usia 10 – 50 tahun atawa sekitar empat juta jiwa.

Bahkan pada 2015 prevalensi tersebut diproyeksikan naik menjadi 2,8% atawa setara 5,1 – 5,6 juta orang.

Sementara itu, perkembangan jenis Narkoba juga semakin pesat.

Saat ini terdapat 21 Narkoba jenis baru berhasil diidentifikasi Laboratorium BNN, diciptakan sindikat Narkoba.

Untuk tingkat dunia ditemukan sebanyak 251 Narkoba jenis baru sengaja dibuat menghindari jerat hukum diatur undang-undang pada setiap negara.

Melalui pendidikan dan pelatihan nantinya dikembangkan BBPK ini diharapkan para widyaiswara, narasumber, dan fasilitator pendidikan dan pelatihan lebih memahami Narkoba, dari segi bahaya penyalahgunaan, penanganan, dan jenis-jenis Narkoba secara utuh, sehingga bisa menyosialisasikannya pada masyarakat luas.

Dengan sinergitas antara BNN dengan BBPK serta instansi terkait lain, melalui penandatanganan nota kesepahaman, semua pihak optimis bisa menekan jumlah penyalah guna Narkoba di tanah air, sehingga mewujudkan “Indonesia Bebas Narkoba Tahun 2015” bukanlah angan-angan semata.

Demikian dikemukakan Kepala Bagian Humas dan Dokumentasi BNN, Kombes Sumirat Dwiyanto dari Jakarta kepada Garut News, Rabu (09/10).

***** John.

Related posts

Leave a Comment